Hunian TOD di Bogor Segera Dibangun, KAI dan BRI Siapkan Lahan

Menteri PKP Maruarar Sirait menyiapkan pembangunan hunian TOD di Bogor melalui kolaborasi KAI dan BRI.

Diterbitkan 21 September 2026, 20:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah berencana memperluas pembangunan hunian dengan konsep transit oriented development (TOD) ke Bogor, Jawa Barat.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan rencana tersebut akan melibatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Maruarar mengatakan dirinya akan bertemu dengan Direktur Utama KAI dan Direktur Utama BRI untuk membahas rencana pemanfaatan lahan milik KAI di Bogor.

"Saya sudah janjian sama Dirut KAI dan Dirut BRI, ada lahan di Bogor," ujar Maruarar dikutip dari Antara, Senin (21/9/2026).

Menurut Maruarar, rencana pembangunan hunian TOD di Bogor merupakan kelanjutan dari kolaborasi pembangunan hunian di kawasan Manggarai, Jakarta.

Untuk proyek di Manggarai, KAI bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dalam penyediaan hunian bagi masyarakat.

"Kemarin itu KAI dan BTN, ini yang berikutnya di Bogor ada lahan KAI nanti dengan BRI," katanya.

Maruarar sebelumnya berharap konsep hunian TOD seperti yang dikembangkan di Manggarai dapat diterapkan di lokasi lainnya.

Pemerintah juga tengah mendorong pembangunan rumah susun (rusun) subsidi, terutama di wilayah perkotaan, dengan memanfaatkan aset milik negara.

 

CSR Astra

Pengembangan hunian TOD menjadi salah satu upaya pemerintah menyediakan tempat tinggal yang lebih terjangkau di kawasan perkotaan. Konsep tersebut mengintegrasikan hunian dengan akses transportasi sehingga masyarakat dapat lebih mudah menggunakan layanan angkutan umum.

Dalam pengembangan rusun, pemerintah juga mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak. Salah satunya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Astra serta dukungan pemanfaatan lahan dari berbagai pihak.

Maruarar menyebut pembangunan hunian di Manggarai menjadi salah satu contoh pemanfaatan aset negara untuk penyediaan perumahan rakyat. Proyek tersebut merupakan hasil kerja sama KAI dengan BTN.

Dari sisi pembiayaan, BTN menyediakan fasilitas KPR bersubsidi dengan tenor hingga 40 tahun. Suku bunga yang ditawarkan sebesar 6% hingga lunas.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan skema pembiayaan jangka panjang tersebut dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian di tengah kota.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6