Banjir Stimulus Akhir Tahun, Ada Rekening Gratis hingga Diskon Tiket Natal dan Tahun Baru

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap sejumlah langkah stimulus menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Diterbitkan 05 November 2026, 19:22 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah terus mendorong berbagai inisiatif untuk memperkuat daya beli masyarakat di akhir tahun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, mengungkap sejumlah langkah stimulus yang disiapkan untuk periode Oktober-Desember 2026, salah satunya adalah program pembukaan rekening baru dengan saldo awal secara gratis.

"Pembukaan rekening baru dengan saldo awal Rp 50.000 ini targetnya 25,16 juta penduduk dewasa," ungkap Airlangga di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (5/11/2026).

Berdasarkan data paparan, insentif saldo awal ini secara spesifik ditujukan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 17 tahun ke atas yang masuk dalam kelompok ekonomi desil 1 hingga 4. Airlangga menegaskan, rencana ini masih dalam tahap pematangan. "Yang rekening gratis masih dalam pematangan, dalam dua bulan ini akan direalisasikan," ujar dia.

Selain insentif rekening baru, pemerintah juga memperkuat jaring pengaman sosial melalui bantuan pangan dan subsidi gaji. Terdapat bantuan pangan sebesar 10 kg beras per keluarga setiap bulan yang ditujukan bagi 33,24 juta keluarga penerima (desil 1-4).

Pemerintah juga menyiapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) dengan total Rp 900.000 bagi 13,3 juta pekerja yang memiliki gaji maksimal Rp 3,5 juta atau berada di bawah UMP. Bantuan ini merupakan rapelan dari Rp 300.000 per bulan selama tiga bulan yang akan disalurkan pada November-Desember 2026.

Diskon Transportasi Besar-besaran Sambut Nataru

Menyambut momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027, pemerintah menebar berbagai insentif di sektor transportasi guna meringankan beban mobilitas masyarakat.

 

Berikut Daftar Diskon Transportasi Nataru

"PPN ditanggung pemerintah 100% untuk tiket pesawat ekonomi domestik per tanggal 22 Desember sampai dengan 10 Januari, ini targetnya untuk 3,75 juta penumpang penerbangan kelas ekonomi," ungkap Airlangga.

Ketentuan ini berlaku bagi masyarakat yang telah melakukan pembelian tiket sejak 20 Oktober lalu. Selain transportasi udara, pengguna jalur darat dan laut juga mendapatkan fasilitas serupa.

Pemerintah memberlakukan diskon sebesar 30% untuk harga tiket Kereta Api kelas ekonomi komersial di rute Jawa dan Sumatera, dengan target 1,04 juta penumpang.

Diskon tarif dasar sebesar 30% juga diberikan untuk tiket kelas ekonomi seluruh rute kapal penumpang Pelni.

"Kemudian kapal Pelni targetnya 414.000 penumpang, perjalanannya 17 Desember sampai dengan 10 Januari," ia menambahkan.

Bagi masyarakat yang menggunakan jalur penyeberangan darat, pemerintah membebaskan tarif jasa pelabuhan. "Tarif jasa pelabuhan digratiskan oleh ASDP (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan) di 14 pelabuhan untuk 1,42 juta orang, periodenya 22 Desember sampai dengan 10 Januari," ujar Airlangga.

 

Target Pertumbuhan Ekonomi 7-7,5%

Berbagai stimulus yang digelontorkan ini sejalan dengan ambisi makroekonomi pemerintah. Airlangga menjelaskan bahwa selain menjaga daya beli, pemerintah juga fokus mempertahankan porsi investasi di level 30% dari PDB untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih progresif.

"Sebetulnya untuk menumbuhkan ekonomi lebih dari 5%, itu yang sedang kita dalami juga yang terkait dengan logistik. Agar kalau kita bisa turunkan logistik, maka ICOR (Incremental Capital Output Ratio) kita bisa ditekan,” papar Airlangga.

Ia meyakini, dengan efisiensi logistik, seperti yang telah diterapkan di Kawasan Ekonomi Khusus atau kawasan industri yang angkanya kurang dari 4%, serta kontribusi investasi yang terjaga di 30%, target pertumbuhan ekonomi 7 hingga 7,5% dapat dikejar di masa mendatang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6