Harga Emas Antam 5 November 2026 Naik Rp 3.000, Cek Rinciannya

Harga emas Antam hari ini, Kamis (5/11/2026), naik Rp 3.000 menjadi Rp 2.557.000 per gram. Cek rincian harga emas batangan 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Diterbitkan 05 November 2026, 09:35 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada perdagangan Kamis (5/11/2026). Harga emas Antam hari ini naik Rp 3.000.

Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam ditetapkan Rp 2.557.000 per gram. Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam berada di posisi Rp 2.554.000 per gram.

Sementara itu, harga jual kembali (buyback) emas Antam naik dengan angka yang lebih tinggi yaitu Rp 13.000. Harga buyback emas Antam kini berada di posisi Rp 2.358.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.344.000 per gram.

Harga buyback ini merupakan nilai yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali batangan emasnya kepada Antam.

Pergerakan harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti tren pasar dan pergerakan harga emas dunia.

Sebagai catatan, harga emas Antam pernah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) sebesar Rp 3.168.000 per gram pada Kamis (29/1/2026) dengan harga buyback mencapai Rp 2.989.000 per gram.

Sesuai aturan pemerintah, transaksi emas Antam dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,25%. Sementara itu, untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10 juta, dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% yang dipotong langsung dari total nilai penjualan.

Berikut rincian harga dasar emas Antam pada Kamis (5/11/2026):

  • 0,5 gram: Rp 1.328.500
  • 1 gram: Rp 2.557.000
  • 2 gram: Rp 5.054.000
  • 3 gram: Rp 7.556.000
  • 5 gram: Rp 12.560.000
  • 10 gram: Rp 25.065.000
  • 25 gram: Rp 62.537.000
  • 50 gram: Rp 124.995.000
  • 100 gram: Rp 249.912.000
  • 250 gram: Rp 624.515.000 (pre-order)
  • 500 gram: Rp 1.248.820.000 (pre-order)
  • 1.000 gram: Rp 2.497.600.000 (pre-order).

Harga Emas dan Perak Melonjak Usai Demokrat Kuasai Kongres AS

Harga emas dan perak dunia melonjak pada perdagangan Rabu, sementara dolar Amerika Serikat (AS) melemah. Pergerakan ini terjadi setelah hasil pemilu paruh waktu AS menunjukkan Partai Demokrat diproyeksikan menguasai DPR.

Dikutip dari CNBC, Kamis (5/11/2026), harga emas di pasar spot naik 3,4 persen menjadi US$ 4.061,30 per ons. Sementara itu, harga perak spot melesat 5,1 persen menjadi US$ 52,29 per ons.

Kenaikan serupa terjadi pada kontrak berjangka. Emas berjangka untuk pengiriman terdekat naik 3,4 persen dan ditutup pada US$ 4.073 per ons. Adapun perak berjangka menguat 5,1 persen menjadi US$ 52,28 per ons.

Penghitungan suara pemilu paruh waktu AS masih berlangsung. Namun, Partai Demokrat diproyeksikan berhasil merebut kendali DPR serta memenangkan sejumlah pemilihan gubernur.

Meredanya risiko politik turut mendorong penguatan saham AS dan menekan imbal hasil obligasi pemerintah. Di sisi lain, harga minyak melemah dan indeks dolar AS turun sekitar 0,3 persen.

Kemenangan Demokrat Dinilai Menopang Harga Emas

Kemenangan Partai Demokrat berpotensi memberikan dukungan tambahan bagi harga emas. Rhona O’Connell, Kepala Analisis Pasar EMEA dan Asia di StoneX, sebelumnya menyampaikan pandangannya dalam catatan pada Selasa.

Menurut dia, apabila Demokrat berhasil menguasai kedua kamar Kongres, harga emas berpeluang mendapatkan dukungan karena suku bunga dan dolar AS diperkirakan berada di bawah tekanan.

Dia menilai kondisi tersebut dapat memicu ketidakpastian dalam kebijakan fiskal dan hubungan antarlembaga pemerintahan.

“Persaingan dalam kebijakan fiskal dan gesekan antarlembaga, keduanya mengarah pada ketidakpastian,” ujarnya.

O’Connell menambahkan, perang Iran dan pelemahan dolar AS akan menjadi faktor yang bersaing dengan dampak kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang cenderung hawkish atau mempertahankan suku bunga tinggi.

“Stimulus fiskal yang lebih rendah mengindikasikan imbal hasil obligasi jangka panjang yang lebih rendah dan dolar yang lebih lemah. Namun, kondisi ini diimbangi oleh premi risiko terkait batas utang pada surat utang jangka pendek serta The Fed yang cenderung menaikkan suku bunga lagi,” jelasnya.

Reli Harga Emas Masih Rentan

Sepanjang 2025, emas dan perak mencatat reli luar biasa dengan kenaikan masing-masing 66 persen dan 135 persen. Investor memburu aset lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik dan gejolak pasar keuangan.

Namun, momentum tersebut berbalik pada 2026. Inflasi yang meningkat, lonjakan imbal hasil obligasi, serta kebijakan bank sentral yang cenderung hawkish menekan kedua logam mulia tersebut.

Secara kumulatif sejak awal tahun, harga emas telah turun lebih dari 6 persen. Sementara itu, harga perak merosot sekitar 26 persen.

Analis Pasar Senior Capital.com, Daniela Hathorn, menilai pemulihan harga logam mulia masih rapuh.

“Tantangan bagi logam mulia adalah ketidakpastian geopolitik tidak secara otomatis mendorong permintaan aset safe haven ketika investor juga mengkhawatirkan kebijakan moneter yang ketat,” ujarnya.

Dia menambahkan, emas dan perak juga berisiko mengalami aksi jual ketika pasar saham terkoreksi tajam. Investor bisa melepas aset yang telah memberikan keuntungan atau mudah dicairkan untuk memperoleh dana tunai.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6