Bangunan Koperasi Desa Merah Putih Berdiri di Tengah Kebun Sawit

Kepala desa berikan penjelasan.

Diterbitkan 18 Agustus 2026, 16:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video memperlihatkan bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pekon Fajar Mulya, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, Lampung, berada di tengah kebun sawit dan jauh dari permukiman warga.

Video yang diunggah akun Instagram @pringsewupedia itu kemudian memicu beragam komentar warganet. Pemerintah Pekon, Fajar Mulya, buka suara usai video tersebut viral.

Kepala Pekon, Fajar Mulya, Eko Adyan Hendra mengatakan, lokasi koperasi justru masih berada dekat dengan permukiman warga. Klaimnya, hanya berjarak 100 meter dari permukiman di sebelah timur bangunan.

"Posisi KDMP ataupun Koperasi Merah Putih yang ada di Pekon Fajar Mulya ini yang pasti tidak berjauhan dengan pemukiman," kata Eko, Selasa (18/8/2026).

Selain dekat dengan permukiman, bangunan koperasi juga berada di tepi jalan yang menjadi akses penghubung sejumlah pekon. Jalur tersebut menghubungkan Madaraya, Fajar Mulya, Giritunggal, Sumur Bandung, hingga Margosari. "Jalan ini penghubung antara Madaraya, Fajar Mulya, Giritunggal, Sumur Bandung, dan Margosari," jelasnya.

Eko menegaskan, pembangunan gedung KDMP bukan keputusan sepihak pemerintah pekon. Penentuan lokasi telah dibahas dan disepakati melalui Musyawarah Desa (Musdes).

Jalan di depan koperasi, kata dia, merupakan akses yang telah lama digunakan warga. Karena itu, keberadaan KDMP diharapkan dapat menjadi pemicu pertumbuhan kawasan di sekitarnya.

"Harapan kami, bagaimanapun dengan adanya KDMP, satu atau dua tahun ke depan ini akan membuat pemukiman yang padat di sini nanti," ujar Eko.

Menurutnya, video yang beredar hanya memperlihatkan sudut tertentu sehingga menimbulkan kesan bangunan koperasi berada jauh dari permukiman.

Pemdes Fajar Mulya menyatakan siap menunjukkan dokumen hasil Musdes sebagai bentuk keterbukaan terkait proses penentuan lokasi pembangunan KDMP.

Pemerintah pekon juga berencana membuat dokumentasi kondisi di sekitar bangunan agar masyarakat dapat melihat gambaran lokasi secara lebih utuh dan tidak hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.

Lahan yang digunakan pun bukan hasil pembelian pemerintah pekon.Tanah seluas sekitar 1.400 meter persegi tersebut merupakan hibah dari warga bernama Sudarno atau akrab disapa Darno.

Sudarno mengatakan, dirinya menghibahkan lahan tersebut setelah pemerintah pekon sempat kesulitan mencari lokasi untuk pembangunan KDMP.

"Awalnya desa mau membangun gedung KDMP, selama setengah tahun enggak dapat lahan. Terus saya merasa terpanggil karena ada sedikit lahan kurang lebih 1.400 meter persegi untuk dihibahkan ke Desa Fajar Mulya," klaimnya.

Mampu Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Dia berharap keberadaan KDMP nantinya tidak sekadar menjadi bangunan baru, tetapi mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Kami sangat berharap sekali dengan adanya KDMP ini, Fajar Mulya akan semakin maju perekonomiannya dan masyarakat secara umum, kegiatan-kegiatan pertanian dan apa bisa dipasarkan lewat KDMP," ujarnya.

Warga Fajar Mulya, Lukman, turut mengapresiasi hibah lahan tersebut. Dia berharap koperasi dapat memberikan manfaat nyata bagi warga.

"Saya sangat berterima kasih kepada Pak Darno yang sudah menghibahkan tanah untuk pembangunan Merah Putih ataupun koperasi," kata Lukman.

"Saya harap untuk ke depannya bisa ada sedikit kemajuan soal perekonomian, intinya untuk masyarakat kita sendiri," sambungnya.

Ketua KDMP Fajar Mulya, Iskandar Tohir, juga membantah kesan bahwa bangunan koperasi berada di lokasi terpencil.

Menurut dia, sejumlah fasilitas publik berada tidak jauh dari lokasi, mulai dari SMK Negeri 1 Pagelaran Utara, kantor kecamatan, balai pekon, puskesmas, hingga posramil.

Iskandar menyebut permukiman terdekat berjarak sekitar 150 meter dari bangunan KDMP.

"Untuk lokasinya itu tidak berlawanan dengan pemukiman penduduk, itu 150 meter kurang lebih. Itu desa terdekat dengan bangunan ini," kata Iskandar.