Imbal Hasil Obligasi AS Sentuh Level Tertinggi, Harga Minyak Melesat

Seiring konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran belum ada penyelesaian mempengaruhi imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 30 tahun.

Diterbitkan 18 Agustus 2026, 15:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Imbal hasil obligasi melonjak pada perdagangan Selasa, (18/8/2026) ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat itu seiring kenaikan harga minyak selama tiga hari berturut-turut.

Mengutip Channel News Asia, Selasa (18/8/2026), imbal hasil obligasi treasury Amerika Serikat (AS) tenor 30 tahun naik 1,1 poin ke level tertinggi intraday di 5,321%, rekor tertinggi dalam hampir 20 tahun. Obligasi tenor 10 tahun juga diperdagangkan naik 0,4 basis poin di level 4,724%.

"Biasanya, pergerakan di atas 4,65% untuk obligasi AS tenor 10 tahun diikuti oleh pernyataan yang menenangkan dari pemerintahan Trump, yang umumnya berfokus pada penyelesaian segera konflik dengan Iran,” tulis analis ING dalam sebuah catatan.

“Kali ini, kami tidak mendengar hal serupa. Faktanya, indikasi terbaru menunjukkan tidak ada penyelesaian dalam waktu dekat seiring berakhirnya gencatan senjata 60 hari yang rapuh tersebut,” demikian seperti dikutip dari Channel News Asia.

Di sisi lain, kontrak berjangka S&P 500 turun 0,2%. Sementara itu, indeks MSCI yang mencakup saham Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,3% membalikkan kenaikan awal akibat tekanan dari saham-saham di Taiwan dan China terhadap indeks acuan itu.

Indeks Kospi di Korea Selatan cenderung mendatar. Indeks Nikkei 225 di Jepang susut 1,6%.

Sementara itu, kontrak berjangka minyak Brent naik tipis 0,4% menjadi US$ 91,20 per barel, melanjutkan tren kenaikan harga minyak selama tiga hari berturut-turut dalam perdagangan Asia.

“Fokus utama dalam makroekonomi global adalah kenaikan dan persistensi imbal hasil obligasi tenor jangka panjang di pasar negara maju, khususnya aksi jual yang terus berlanjut pada obligasi treasury AS,” tulis analis MUFG dalam laporan riset mereka.

 

Aksi Jual Obligasi Global

Di tengah semakin dalamnya aksi jual obligasi global baru-baru ini, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun naik dua basis poin menjadi 2,94%, level tertinggi dalam tiga dekade.

"Pasar cenderung mengambil sikap menghindari risiko setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan kembali ia tidak tertarik untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran,” tulis analis Westpac dalam sebuah catatan riset.

Di sisi lain, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan mata uang itu terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, naik 0,1% ke level 99,60, bangkit dari posisi terendah dalam dua bulan.

Harga emas turun 0,3% menjadi US$ 4.402,89, mengakhiri tren kenaikan selama dua hari berturut-turut. Di kripto, bitcoin (BTC) dan ether (ETH) sama-sama turun 0,3% menjadi US$ 64.159 dan US$ 1.899,34.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6