Liputan6.com, Tel Aviv - Politikus sayap kanan ekstrem yang juga menteri Israel yang tergabung dalam koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara terbuka menyerukan agar 30 hingga 40 orang di Jalur Gaza dibunuh setiap malam.
Pernyataan yang mencuat pada Minggu (16/8/2026) itu dengan cepat menyebar di media Palestina.
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyampaikan pernyataan tersebut saat berbincang dengan Rom Braslavski, mantan sandera yang pernah ditahan di Gaza, dalam podcast milik Braslavski. Keduanya tengah membahas kondisi Israel setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 ketika Ben-Gvir mengkritik berkurangnya serangan Israel di Gaza belakangan ini.
Advertisement
"Bukan rahasia lagi bahwa saya tidak sependapat dengan perdana menteri," kata Ben-Gvir seperti dilaporkan Associated Press. "Menurut saya, pembunuhan terarah harus dilakukan di Gaza, dengan membunuh 30 hingga 40 orang setiap malam. Bukan hanya mereka yang menimbulkan ancaman langsung — ada orang-orang di sana yang tidak layak hidup. Mereka tidak seharusnya hidup. Mereka bahkan bukan manusia."
Pernyataan serupa yang sebelumnya dilontarkan Ben-Gvir dan sejumlah pejabat Israel lainnya telah menuai kecaman luas. Sejumlah pernyataan tersebut diajukan ke Mahkamah Internasional (ICJ) sebagai bukti adanya niat melakukan genosida. Israel membantah telah melakukan genosida di Gaza.
Pernyataan terbaru Ben-Gvir nyaris tidak mendapat perhatian dari media dalam negeri Israel. Hal itu menunjukkan bagaimana pandangan seperti yang selama ini diusung Ben-Gvir, yang dahulu berada di pinggiran politik Israel, semakin mendapat tempat menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober.
Tokoh-tokoh seperti Ben-Gvir semakin populer di kalangan masyarakat Israel sejak serangan Hamas pada 2023. Dalam serangan tersebut, militan Hamas menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang.
Banyak mantan sandera mengatakan mereka mengalami kelaparan berkepanjangan serta kekerasan fisik dan psikologis selama ditahan. Dalam sejumlah kasus, mereka mengaku mengalami kekerasan seksual.
Ben-Gvir Membawahi Kepolisian dan Penjara Israel
Ben-Gvir tidak memiliki kewenangan atas militer Israel sehingga tidak bisa memerintahkan serangan ke Gaza. Namun, setelah selama puluhan tahun berkecimpung di kelompok sayap kanan ekstrem, ia kini menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di Israel.
Ia memegang kendali besar atas sejumlah bagian penting dalam sistem keamanan Israel. Ben-Gvir membawahi kepolisian nasional serta sistem penjara, tempat ribuan warga Palestina dari Gaza dan Tepi Barat ditahan.
Ben-Gvir sebelumnya pernah membanggakan kebijakannya mengurangi jatah makanan bagi tahanan Palestina. Pada 2025, Mahkamah Agung Israel dalam putusannya menyatakan bahwa layanan penjara di bawah Ben-Gvir tidak menyediakan makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi dasar para tahanan Palestina.
Â
Advertisement
Ben-Gvir Kritik Berkurangnya Serangan Israel di Gaza
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6503692/original/080823200_1779360658-4.jpg)
Hingga belum lama ini, Israel hampir setiap hari melancarkan serangan ke Gaza. Menurut otoritas kesehatan Gaza, serangan-serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 1.250 orang sejak kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober.
Militer Israel menyatakan serangan-serangan itu menargetkan militan Hamas. Namun, belakangan intensitas serangan Israel ke Gaza terlihat menurun. Langkah itu disebut sebagai konsesi diam-diam kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah Netanyahu menolak upaya terbaru Trump untuk mendorong kelanjutan gencatan senjata.
Media Israel pekan lalu melaporkan bahwa kewenangan untuk melancarkan serangan kini dibatasi dan hanya berada di tangan kepala staf militer. Kebijakan itu memicu kemarahan politikus sayap kanan seperti Ben-Gvir.
Ben-Gvir Dorong Warga Palestina Tinggalkan Gaza secara Massal
Dalam rekaman wawancara yang sama, Ben-Gvir menyerukan agar warga Palestina meninggalkan Gaza secara massal serta mendukung pembangunan kembali permukiman Israel di wilayah tersebut. Para pakar hukum internasional menilai usulan pemindahan warga Palestina secara massal itu dapat dikategorikan sebagai pembersihan etnis.
Dua puluh tahun lalu, Israel menarik diri dari Jalur Gaza. Saat itu, Israel membongkar 21 permukiman Yahudi yang dikenal sebagai "Gush Katif" dan menarik seluruh pasukannya dari wilayah tersebut.
"Saya menganggap seluruh Gaza sebagai milik kami," ungkap Ben-Gvir dalam wawancara itu. "Permukiman bukan hanya di Gush Katif, tetapi di seluruh Gaza. Dorong sebanyak mungkin orang untuk pergi, kirim mereka ke negara-negara mereka. Sedangkan bagi para teroris, tidak ada emigrasi, tidak ada apa-apa, bunuh saja mereka satu per satu."
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326673/original/065816300_1787032025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-18T124607.387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326468/original/099669000_1787024744-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-18T104326.425.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4735404/original/061413200_1707129893-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1658101/original/051129400_1543407401-kushner.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326341/original/073225600_1787012088-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258069/original/058566900_1781312784-AP26162502155547.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325869/original/020922300_1786944023-Photo_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326008/original/071336800_1786951283-daf890bc-f16f-4de0-b410-a8a70b284ece.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163765/original/058418400_1742049945-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2247367/original/062175600_1528768799-20180612-Jabat-Tangan-Perdana-Trump-dan-Kim-Jong-un-Memulai-KTT-AP-20.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325622/original/080659800_1786885230-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)