Â
Liputan6.com, Jakarta - Memiliki area ternak di halaman rumah tidak berarti seluruh halaman harus terlihat seperti kandang. Dengan cara menyamarkan area ternak agar halaman tetap enak dipandang yang tepat, kandang ayam, bebek, kambing, atau hewan peliharaan lainnya dapat dibuat lebih menyatu dengan taman dan lingkungan rumah. Kuncinya bukan menutup kandang sepenuhnya, melainkan mengatur pandangan, material, tanaman, serta kebersihannya.
Area ternak yang tertata juga membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah. Jalur untuk memberi pakan, membersihkan kandang, mengganti air, hingga memeriksa kondisi hewan dapat tetap berjalan tanpa mengganggu area santai di halaman.
Advertisement
Selain tampilan, kenyamanan ternak tetap harus menjadi perhatian. Pembatas sebaiknya tidak menghambat sirkulasi udara dan cahaya, sementara pengelolaan kotoran serta drainase perlu dilakukan secara rutin agar halaman tidak mudah berbau atau becek. Berikut ulasan Liputan6.com, Jumat (2/10/2026).
1. Gunakan Pagar Tanaman sebagai Pembatas Alami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460985/original/075417100_1767330696-desain_halaman_rumah__4_.jpg)
Tanaman dapat menjadi pilihan menarik untuk menyamarkan area ternak karena memberikan kesan alami sekaligus membuat halaman terasa lebih hijau. Pagar hidup dapat ditempatkan di sisi kandang yang paling terlihat dari teras, ruang keluarga, atau jalan masuk.
Tanaman dengan pertumbuhan cukup rapat seperti bambu hias, bambu Jepang, pucuk merah, dan teh-tehan dapat digunakan sebagai penyaring pandangan. Tanaman tersebut dapat dipangkas secara berkala agar bentuknya tetap rapi dan tidak mengambil terlalu banyak ruang.
Untuk halaman yang sempit, hindari menanam terlalu banyak tanaman tepat di depan kandang. Sisakan jarak antara tanaman dan bangunan kandang agar sirkulasi udara tetap berjalan. Ruang tersebut juga akan memudahkan ketika pemilik perlu membersihkan bagian luar kandang.
Tanaman merambat bisa menjadi alternatif apabila struktur kandang menggunakan kawat atau rangka yang terlihat kurang menarik. Tanaman seperti air mata pengantin dapat diarahkan pada rangka rambatan sehingga bagian kandang yang terlihat dari halaman perlahan tertutup oleh vegetasi.
Namun, tanaman sebaiknya tidak sampai menutup seluruh kandang. Hewan tetap membutuhkan pencahayaan dan ventilasi yang cukup agar lingkungan di dalam kandang tidak terlalu lembap.
2. Buat Pagar Estetis yang Menyatu dengan Taman
Jika tanaman masih membutuhkan waktu untuk tumbuh, pembatas buatan dapat menjadi solusi yang lebih cepat. Pagar kayu, kisi-kisi bambu, atau panel berlubang dapat dipasang di sisi kandang yang menghadap area utama halaman.
Pemilihan desain sebaiknya disesuaikan dengan gaya rumah. Untuk halaman bergaya natural, misalnya, pagar kayu dengan warna cokelat muda atau material bambu dapat membuat area ternak terasa seperti bagian dari taman. Sementara itu, warna abu-abu atau cokelat gelap dapat digunakan pada halaman bergaya modern.
Kisi-kisi juga memiliki kelebihan karena tidak sepenuhnya menutup area kandang. Celah pada pagar tetap memungkinkan udara bergerak dan cahaya masuk. Dari kejauhan, perhatian akan lebih tertuju pada pola pagar daripada bagian dalam kandang.
Jika kandang memiliki pintu yang terlihat jelas, bagian tersebut juga dapat dibuat lebih menyatu dengan pagar. Pintu bisa menggunakan material dan warna yang sama sehingga akses kandang tidak langsung menjadi titik perhatian ketika seseorang melihat halaman.
3. Manfaatkan Tanaman dalam Pot untuk Menutup Bagian yang Kurang Menarik
Tidak semua halaman memiliki ruang yang cukup untuk membuat pagar tanaman permanen. Pada kondisi tersebut, tanaman dalam pot berukuran sedang dapat digunakan sebagai pembatas visual yang fleksibel.
Beberapa pot dapat disusun berjajar pada sisi kandang yang menghadap teras atau ruang duduk. Tanaman berdaun lebat akan membantu mengurangi pandangan langsung menuju kandang tanpa membutuhkan pembangunan struktur baru.
Cara ini juga cocok untuk rumah dengan area ternak kecil, misalnya kandang ayam, burung, kelinci, atau beberapa ekor bebek. Pot dapat dipindahkan ketika kandang perlu dibersihkan atau ketika halaman ingin digunakan untuk kegiatan lain.
Agar tidak terlihat berantakan, gunakan jumlah pot yang secukupnya dan usahakan ukurannya relatif seragam. Penataan yang terlalu padat justru dapat membuat halaman terasa sempit dan menyulitkan proses pembersihan.
Advertisement
4. Ciptakan Titik Fokus agar Pandangan Tidak Langsung Tertuju ke Kandang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460987/original/051243800_1767330697-desain_halaman_rumah.jpg)
Cara menyamarkan area ternak agar halaman tetap enak dipandang tidak selalu harus dilakukan dengan menutup kandang. Salah satu pendekatan lain adalah membuat titik fokus baru yang lebih menarik di bagian halaman tertentu.
Misalnya, area dekat teras dapat dilengkapi taman kecil dengan tanaman hias, batu alam, jalur pijakan, atau kolam ikan berukuran mungil. Ketika seseorang memasuki halaman, elemen tersebut akan menjadi bagian yang pertama kali menarik perhatian.
Fitur air juga dapat memberikan suasana yang lebih tenang. Gemericik air dari air mancur kecil dapat membantu mengurangi kesan bising dari aktivitas ternak, meskipun suara tersebut tentu tidak dapat menggantikan kebutuhan untuk mengendalikan sumber kebisingan secara langsung.
Pada malam hari, pencahayaan dapat digunakan untuk memperkuat titik fokus tersebut. Lampu taman dengan cahaya hangat dapat diarahkan ke tanaman, jalan setapak, atau area duduk. Sementara itu, area kandang cukup mendapatkan pencahayaan fungsional yang diperlukan untuk keamanan dan perawatan.
5. Samarkan Kandang dengan Pergola atau Struktur Semi-Terbuka
Pergola sederhana dapat menjadi pilihan ketika kandang berada di area yang cukup terbuka. Struktur ini dapat ditempatkan di atas atau di depan sebagian kandang, kemudian dihiasi dengan tanaman merambat.
Hasilnya, kandang tidak terlihat seperti bangunan terpisah yang menonjol di halaman. Struktur tersebut justru dapat dibuat seolah-olah menjadi bagian dari taman.
Namun, pergola tidak boleh menghalangi ventilasi kandang. Gunakan konstruksi yang tetap memberikan ruang terbuka dan hindari menutup seluruh sisi dengan material kedap udara.
Pada kandang kecil, struktur sederhana dari kayu atau bambu sudah cukup. Selain lebih ringan secara visual, material tersebut juga dapat memberikan kesan natural yang cocok dengan tanaman di sekitarnya.
Area di bawah atau di samping pergola juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang transisi. Misalnya, bagian depan kandang dibuat sebagai area tanaman, sedangkan akses masuk tetap berada di sisi yang lebih tersembunyi.
6. Atur Drainase dan Kebersihan agar Area Ternak Tidak Mengganggu Halaman
Pembatas yang cantik tidak akan banyak membantu jika area ternak masih menimbulkan bau, genangan, atau kotoran yang menyebar ke halaman. Karena itu, pengelolaan kebersihan menjadi bagian penting dari upaya menyamarkan kandang.
Lantai kandang sebaiknya memiliki kemiringan yang cukup agar air bekas pencucian dan cairan dari kotoran dapat mengalir menuju saluran pembuangan. Saluran tersebut idealnya dibuat tertutup atau ditempatkan pada area yang tidak mudah terlihat.
Area limbah juga sebaiknya dipisahkan dari ruang utama halaman. Kotoran ternak dapat dikumpulkan pada wadah atau tempat pengolahan khusus sehingga tidak berserakan di sekitar kandang.
Untuk membantu mengurangi aroma, zeolit dapat dimanfaatkan pada area tertentu sesuai kebutuhan. Bioaktivator juga dapat digunakan dalam pengelolaan limbah organik dengan mengikuti petunjuk penggunaan produk.
Tanaman aromatik seperti serai wangi, mint, rosemary, atau tanaman lain yang sesuai dengan kondisi halaman dapat ditanam di sekitar area kandang. Tanaman tersebut lebih tepat dipandang sebagai elemen pendukung suasana dan kebun, bukan sebagai pengganti pengelolaan limbah yang baik.
Kebersihan tetap menjadi faktor utama. Kandang yang rutin dibersihkan akan jauh lebih mudah disamarkan dibandingkan kandang yang memiliki masalah bau dan limbah.
7. Pisahkan Area Kandang, Penyimpanan, dan Jalur Perawatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460983/original/098144900_1767330695-desain_halaman_rumah__6_.jpg)
Selain menyamarkan kandang dari pandangan, tata letak yang teratur dapat membuat seluruh halaman terlihat lebih rapi. Area kandang sebaiknya tidak bercampur dengan tempat menyimpan pakan, ember, sekop, selang, dan berbagai peralatan lainnya.
Sediakan satu sudut khusus untuk menyimpan perlengkapan tersebut. Rak sederhana atau lemari luar ruang dapat digunakan agar barang tidak berserakan di sekitar kandang.
Pakan juga perlu disimpan di tempat kering dan terlindung dari hujan serta gangguan hama. Lokasinya sebaiknya cukup dekat dengan kandang agar proses pemberian pakan tetap praktis, tetapi tidak harus berada di area yang langsung terlihat dari teras.
Jalur menuju kandang pun perlu dibuat jelas. Gunakan batu pijakan, lantai semen, atau material lain yang mudah dibersihkan. Dengan demikian, pemilik dapat menuju kandang tanpa harus melewati area taman atau ruang duduk.
Penataan seperti ini memberikan dua manfaat sekaligus. Dari sisi visual, halaman menjadi lebih teratur karena berbagai fungsi tidak bercampur. Dari sisi perawatan, aktivitas memberi pakan, membersihkan kandang, dan mengelola limbah menjadi lebih efisien.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menyamarkan Area Ternak
Menyamarkan kandang bukan berarti membuatnya tertutup rapat. Sirkulasi udara tetap harus menjadi pertimbangan utama, terutama untuk kandang yang digunakan ayam, bebek, kambing, atau ternak lainnya.
Pastikan pembatas tidak menghalangi aliran udara dan tidak membuat bagian dalam kandang terlalu panas. Tanaman juga perlu dipangkas ketika mulai terlalu lebat agar tidak mengganggu akses maupun ventilasi.
Pertimbangkan pula jarak antara kandang dengan rumah. Jika area ternak berada sangat dekat dengan ruang keluarga atau dapur, pengelolaan kebersihan dan limbah harus lebih diperhatikan. Pembatas visual memang dapat mengurangi pandangan langsung, tetapi tidak dapat menghilangkan bau jika sumbernya tidak ditangani.
Keamanan juga tidak boleh dilupakan. Pagar harus cukup kuat agar ternak tidak mudah keluar, sementara tanaman yang digunakan sebagai pembatas sebaiknya tidak memiliki bagian yang berpotensi melukai hewan.
Pada halaman kecil, prinsip yang paling penting adalah menggunakan ruang secara efisien. Tidak perlu membangun dinding besar hanya untuk menyembunyikan kandang. Kombinasi pagar kisi-kisi, tanaman dalam pot, jalur yang rapi, dan pengelolaan limbah yang baik sudah dapat memberikan perubahan visual yang cukup besar.
Advertisement
Tanya Jawab Seputar Area Ternak di Halaman
1. Apakah area ternak harus ditutup seluruhnya agar tidak terlihat?
Tidak. Kandang justru tetap membutuhkan ventilasi dan pencahayaan yang memadai. Gunakan pembatas visual seperti tanaman, kisi-kisi, atau pagar semi-terbuka yang dapat mengurangi pandangan langsung tanpa menutup aliran udara.
2. Tanaman apa yang cocok untuk menyamarkan kandang?
Bambu hias, bambu Jepang, pucuk merah, teh-tehan, dan tanaman merambat dapat menjadi pilihan. Pemilihan tanaman sebaiknya disesuaikan dengan luas halaman, kebutuhan cahaya, serta kemudahan perawatannya.
3. Bagaimana mengurangi bau dari area ternak di halaman?
Langkah utama adalah membersihkan kandang secara rutin, mengelola kotoran dengan benar, dan memastikan drainase berjalan baik. Zeolit atau bioaktivator dapat menjadi bagian dari pengelolaan limbah sesuai kebutuhan dan petunjuk penggunaannya.
4. Apakah pagar tanaman dapat mengganggu sirkulasi udara kandang?
Bisa jika ditanam terlalu rapat atau terlalu dekat dengan kandang. Berikan jarak yang cukup dan lakukan pemangkasan secara rutin agar tanaman berfungsi sebagai penyaring pandangan tanpa menghambat ventilasi.
5. Bagaimana menyamarkan kandang jika halaman rumah sangat kecil?
Gunakan solusi yang hemat ruang, seperti kisi-kisi vertikal, tanaman dalam pot, atau tanaman rambat pada rangka sederhana. Pilih pembatas yang tidak terlalu tebal agar halaman tidak terasa semakin sempit, lalu rapikan area penyimpanan dan jalur menuju kandang.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364021/original/072430000_1790928361-cek_fakta_-_aturan_pembelian_bbm_pertamina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845745/original/091933300_1562319808-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344789/original/010457100_1789004835-77f1ce0c-630c-448e-b269-447dbca5e0d2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306424/original/077461000_1784878342-2149029655.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364197/original/051083000_1790935929-b9b22827-582e-4489-81b0-0a921e148398.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332032/original/006777200_1787627441-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364259/original/067791000_1790941968-Golden_Shredded_Spice_Chicken.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6292656/original/055014500_1779167237-pexels-snappr-29908653.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340109/original/062100600_1788485740-pexels-silverkblack-36766098.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364137/original/044092600_1790932654-HL_dapur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511768/original/061725000_1771917577-Gemini_Generated_Image_mf1z6lmf1z6lmf1z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566463/original/099971900_1777186440-Cara_Cepat_Bersihkan_Kulkas_Tanpa_Bongkar_Semua_Isi_dan_Tetap_Bersih_Maksimal_Model_Menangani_Sisa_Tumpahan_Makanan.jpg)