Dubes Korsel: Indonesia Bisa Berperan dalam Menjembatani Dua Korea

Dubes Yoon mengatakan Presiden Prabowo dalam kunjungannya ke Korsel menunjukkan keinginan memainkan peran konstruktif dalam membantu menjembatani kedua Korea.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 10:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Duta Besar Korea Selatan (Dubes Korsel) untuk Republik Indonesia Yoon Soongu menilai posisi Indonesia di ASEAN serta tradisi Indonesia untuk bersikap netral memungkinkan Indonesia memainkan peran dalam isu Semenanjung Korea.

"Indonesia adalah negara terkemuka di ASEAN dan memiliki tradisi yang kuat untuk bersikap netral. Sebagai anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab dan negara terkemuka di ASEAN, Indonesia mungkin dapat membantu menggerakkan opini publik dunia mengenai isu Semenanjung Korea," ujar Dubes Yoon pada resepsi National Day dan Armed Forces Day Korea Selatan di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Pernyataan Dubes Yoon tersebut merupakan jawaban atas pertanyaan Liputan6.com soal peran yang dapat dimainkan Indonesia dalam mendorong perdamaian di Semenanjung Korea.

"Indonesia adalah negara yang memiliki pengaruh besar. Korea Utara mungkin akan mendengarkan apa yang disampaikan oleh negara-negara lain di dunia. Karena itu, Indonesia perlu cukup vokal dengan mempertimbangkan opini publik dunia," tuturnya.

Korea Selatan, kata Dubes Yoon, terbuka terhadap keterlibatan pihak ketiga dalam membantu menjembatani kedua Korea.

"Kami menyambut setiap upaya pihak ketiga, termasuk Indonesia. Kami berharap ada hasil positif melalui upaya bersama masyarakat internasional," katanya.

Pernyataan Dubes Yoon disampaikan ketika Korea Selatan pada era pemerintahan Presiden Lee Jae Myung terus berupaya membuka dialog dengan Korea Utara.

"Kami telah bersabar sejak pemerintahan baru mulai menjabat. Korea Utara benar-benar menutup pintunya terhadap dunia luar. Secara khusus, mereka juga bersikap bermusuhan terhadap Korea Selatan," ungkapnya.

Meski demikian, Korea Selatan tetap membuka ruang komunikasi.

"Terlepas dari berbagai kesulitan, kami tetap ingin berdialog meski terdapat perbedaan antara kedua Korea. Kami sangat terbuka terhadap dialog," kata Yoon.

Dubes Yoon turut menyinggung upaya Amerika Serikat untuk memperbaiki hubungan dengan Korea Utara. 

"Presiden Donald Trump memiliki kedekatan tersendiri dengan pemimpin Korea Utara, seperti yang pernah disampaikannya. Karena itu, kami siap membantu upayanya untuk memperbaiki atau mendorong hubungan dengan Korea Utara," imbuhnya.