Liputan6.com, Jakarta Cara membuat perangsang buah alami untuk cabai sebenarnya sangat sederhana dan bisa memanfaatkan bahan dapur. Kuncinya adalah meracik larutan kaya fosfor dan kalium yang memicu pembungaan sekaligus pembuahan.
Bahan seperti kulit pisang, kuning telur, air cucian beras, hingga garam Epsom tinggal difermentasi menjadi pupuk cair. Dengan takaran yang tepat, perangsang buah alami untuk cabai ini membuat bunga tidak gampang rontok dan buah jadi lebih lebat.
Berdasarkan Penn State Extension, tanaman cabai dan tomat menyerap kalium dalam jumlah sangat besar sejak sekitar dua minggu sebelum bunga pertama muncul hingga panen terakhir, sehingga ketersediaan kalium menjadi penentu jumlah dan kualitas buah. Karena itu, memilih jenis pupuk paling baik untuk tanaman cabai pada fase generatif jauh lebih menentukan dibanding sekadar menyiram tanaman setiap hari.
Advertisement
Cara Membuat Perangsang Buah Alami untuk Cabai dari Kulit Pisang, Garam Epsom, dan Cangkang Telur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333150/original/079256600_1787733994-naoki-suzuki-H3Qb9i1w5sM-unsplash.jpg)
Cara membuat perangsang buah alami untuk cabai yang pertama memadukan tiga bahan kuat sekaligus. Kulit pisang menyumbang kalium dan fosfor, garam Epsom memasok magnesium dan sulfur, sedangkan cangkang telur kaya kalsium untuk mencegah busuk ujung buah.
Sebagaimana dikutip dari Agri Farming, garam Epsom sangat baik untuk cabai karena mengandung magnesium dan sulfur yang penting bagi fotosintesis serta perkembangan buah, sementara kalium pada kulit pisang berperan langsung dalam pertumbuhan buah.
-
Siapkan bahan: Kumpulkan kulit dari 3 buah pisang matang, 1 sendok makan garam Epsom, dan cangkang dari 3-4 butir telur yang sudah dicuci bersih lalu dikeringkan.
-
Haluskan cangkang telur: Tumbuk atau blender cangkang telur kering hingga menjadi bubuk halus agar kalsium lebih cepat terurai di dalam media tanam.
-
Rajang kulit pisang: Potong kulit pisang kecil-kecil supaya proses fermentasi dan pelepasan kaliumnya berlangsung lebih cepat.
-
Larutkan garam Epsom: Larutkan 1 sendok makan garam Epsom ke dalam 1 liter air bersih, idealnya air yang tidak mengandung kaporit.
-
Campur dan fermentasi: Masukkan seluruh bahan ke wadah bertutup, tambahkan sedikit EM4 dan satu sendok makan gula merah atau molase, lalu diamkan 7-14 hari sambil sesekali dibuka untuk membuang gas.
-
Saring dan encerkan: Setelah larutan beraroma seperti tapai, saring, lalu encerkan dengan air sebelum digunakan supaya akar tidak terbakar.
-
Aplikasikan: Kocor atau semprotkan larutan encer ke area perakaran dan daun setiap 1-2 minggu, terutama saat tanaman mulai berbunga. Untuk pemakaian cepat, garam Epsom juga bisa dipakai sebagai semprotan daun dengan takaran 1 sendok makan per 4 liter air setiap 4-6 minggu.
Baca juga: resep pupuk alami untuk perangsang buah dari ampas kopi sampai cangkang telur
Advertisement
Perangsang Buah Cabai dari Kuning Telur, Probiotik, Isotonik, dan Micin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327771/original/017691600_1787123566-fdf06dd0-dd45-46e5-b374-3d469ecc6515.jpg)
Racikan berikut sangat populer di kalangan pekebun rumahan karena bahannya murah dan mudah didapat. Memadukan kuning telur, minuman probiotik, minuman isotonik, dan micin merupakan salah satu cara membuat perangsang buah alami untuk cabai yang paling banyak dicoba karena terbukti ampuh merangsang bunga.
Kuning telur menyumbang protein dan asam amino, minuman probiotik membawa mikroorganisme pengurai, minuman isotonik memasok mineral dan kalium, sedangkan micin menyediakan unsur nitrogen dalam jumlah kecil. Kombinasi inilah yang membuat larutan bekerja sebagai penguat bunga dan bakal buah.
-
Siapkan bahan: Sediakan 1-2 butir kuning telur, 1 botol minuman probiotik, 500 ml minuman isotonik, dan 2 sendok teh micin.
-
Campur dalam botol bersih: Masukkan semua bahan ke dalam botol yang bersih, lalu kocok hingga tercampur rata.
-
Fermentasi 3-6 hari: Simpan botol di ruangan teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung selama tiga sampai enam hari.
-
Buang gas: Buka tutup botol pada hari ketiga untuk mengeluarkan gas. Berhati-hatilah karena isi botol bisa menyembur akibat tekanan gas hasil fermentasi.
-
Cek kematangan: Bila aromanya sudah menyerupai tapai, larutan pupuk organik cair sudah siap diaplikasikan ke tanaman cabai.
-
Aplikasikan: Campurkan 5 ml (untuk semprot) atau 10 ml (untuk kocor) larutan dengan 1 liter air, aduk rata, lalu siram atau semprotkan ke daun pada pagi hari, minimal satu kali seminggu, lebih baik dua kali seminggu.
Resep serupa juga sering dipakai untuk merangsang bunga pohon buah mini agar lebat, sehingga bisa dijadikan pupuk cair serbaguna di rumah. Baca juga: 9 cara alami merangsang pohon buah tanpa bahan kimia
Membuat POC Perangsang Buah dari Limbah Buah, Air Kelapa, dan Air Cucian Beras
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329595/original/027172700_1787285448-XOTs5yFm7aNWN9xhj9HQomBsE1tTyGlLXq9uHwe3.jpg)
Limbah buah yang mulai membusuk pun bisa disulap menjadi nutrisi. Inilah salah satu cara membuat perangsang buah alami untuk cabai yang paling hemat karena memanfaatkan sampah dapur menjadi pupuk organik cair (POC) yang kaya kalium serta fosfor.
Mengacu pada panduan FAO, pemupukan cabai pada fase pembungaan sebaiknya menggunakan proporsi kalium yang lebih tinggi dibanding nitrogen untuk membantu tanaman membentuk bunga dan buah. POC dari limbah buah sangat cocok memenuhi kebutuhan tersebut karena buah matang secara alami menyimpan banyak kalium.
-
Siapkan bahan: Sediakan 1 kg buah tomat atau pepaya yang rusak atau busuk, 1/2 kg kulit pisang, 2 liter air kelapa, 2 liter air cucian beras, 50 gram gula merah, dan 2 tutup botol EM4.
-
Haluskan bahan: Blender atau tumbuk seluruh limbah buah dan kulit pisang hingga menjadi bubur agar mudah terurai.
-
Campur semua bahan: Satukan bubur buah dengan air kelapa, air cucian beras, dan gula merah, lalu aduk hingga rata.
-
Tambahkan mikroba pengurai: Masukkan EM4, aduk kembali, kemudian pindahkan ke wadah yang bisa ditutup rapat (kedap udara).
-
Fermentasi 10-14 hari: Simpan wadah di tempat teduh dan buka tutupnya minimal sekali sehari untuk membuang gas hasil fermentasi.
-
Aplikasikan: Setelah beraroma tapai, larutkan 50-100 ml POC ke dalam 1.000 ml air, lalu kocor ke media tanam atau semprotkan ke daun satu kali seminggu saat tanaman sudah memasuki fase generatif. Hindari memberikannya pada bibit kecil yang masih dalam fase vegetatif.
Prinsip ini sama dengan membuat pupuk organik cair dari sisa dapur untuk cabai. Jika ingin sekaligus menghasilkan kompos padat, Anda bisa mencoba metode ember tumpuk, atau memakai POC empon-empon untuk cabai rawit sebagai alternatif.
Advertisement
Tips Pendukung agar Perangsang Buah Alami untuk Cabai Bekerja Maksimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332581/original/022887900_1787711239-2ed9fecd-0d80-4f87-8906-983384c10189.jpg)
Perangsang buah sehebat apa pun tidak akan bekerja jika perawatan dasar diabaikan. Beberapa langkah pendukung berikut memastikan cara membuat perangsang buah alami untuk cabai yang sudah Anda praktikkan benar-benar berbuah manis.
Sebagaimana disampaikan Michigan State University Extension, nitrogen sebaiknya diberikan secara cukup di awal sebelum buah pertama terbentuk agar tanaman memiliki cukup daun untuk menopang hasil panen yang berat. Setelah bunga muncul, barulah fokus dialihkan ke fosfor dan kalium.
-
Pastikan sinar matahari cukup: Cabai membutuhkan sinar matahari langsung sekitar 6-8 jam setiap hari agar fotosintesis maksimal. Letakkan pot di area terbuka seperti yang disarankan pada panduan agar cabai berbuah lebat di pot galon.
-
Atur penyiraman: Cabai membutuhkan kelembapan tanah yang stabil. Kekurangan air memicu bunga rontok, sedangkan kelebihan air memicu busuk akar, sehingga menyiram saat lapisan atas media mulai kering adalah kunci membuat cabai tetap produktif.
-
Jangan berlebihan nitrogen: Merujuk University of Minnesota Extension, kelebihan nitrogen membuat tanaman cabai tumbuh "rimbun, banyak daun, dan lambat berbuah". Inilah alasan cabai perlu banyak fosfor dan kalium saat berbuah.
-
Lakukan pemangkasan: Buang tunas air dan daun tua di bawah cabang, serta pangkas pucuk pada tanaman muda untuk memicu percabangan dan lebih banyak titik bunga. Cara ini mengarahkan energi tanaman ke pembentukan buah, bukan sekadar daun. Baca juga: 7 cara membuat tanaman cabai berbuah lebat dan tahan lama.
-
Bantu penyerbukan: Sebagaimana diungkapkan Gardening Know How, menggoyang tanaman secara perlahan dapat membantu transfer serbuk sari dari bunga ke bunga. Lakukan di pagi hari, atau gunakan kuas kecil untuk menyerbuki bunga secara manual agar bunga tidak rontok. Tips ini efektif untuk menanam cabai agar tidak mudah rontok.
-
Panen secara rutin: Dilansir dari Homes and Gardens, semakin sering cabai dipetik, semakin banyak buah baru yang diproduksi tanaman. Robert Westerfield, ahli hortikultura dari University of Georgia Extension, dikutip dari University of Georgia, mengatakan, "Sebagian besar cabai berwarna hijau, tetapi jika dibiarkan cukup lama, warnanya akan berubah."
-
Perhatikan pH dan kalsium tanah: Cabai menyukai tanah dengan pH sekitar 6,0-7,0. Mengutip riset University of Florida IFAS, kebutuhan fosfor cabai meningkat signifikan pada fase pembungaan, sementara kalsium yang cukup mencegah busuk ujung buah. Rawat cabai Anda seperti dalam panduan merawat tanaman cabai dalam pot agar berbuah lebat.
-
Mulai dari bibit unggul: Perangsang buah hanya optimal pada tanaman yang sehat sejak awal. David Marks, pemilik Hill Country Hot Peppers, dikutip dari Texas Monthly, menyatakan, "Saya selalu menyarankan untuk memulai dari biji." Pelajari cara menanam cabai rawit dari biji agar hasilnya seragam.
Selain itu, jaga kebersihan area tanam agar tanaman terhindar dari gangguan hama. Anda bisa membaca cara membuat tanaman cabai bebas semut dan memanfaatkan 13 limbah dapur yang bikin tanaman cabai subur sebagai bahan pupuk tambahan. Jika lahan terbatas, metode menanam cabai di galon bekas maupun di botol bekas tetap bisa memberi panen lebat.
Meracik perangsang buah dari bahan dapur adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi produktivitas cabai di rumah. Nat Bletter, etnobotanis sekaligus pegiat tanaman pangan, dikutip dari KHON2, menyatakan, "Saya membantu orang membuat kebun mereka lebih produktif, terutama dari sisi pangan." Mulailah dari resep paling sederhana, amati respons tanaman, lalu sesuaikan takarannya, dan Anda pun bisa menikmati panen cabai yang lebat meski hanya bermodalkan bahan dapur seperti pada kisah menanam tomat dan cabai di pekarangan rumah maupun panduan menanam cabe di pot untuk pemula.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Perangsang Buah Alami Cabai
Q: Apa bahan perangsang buah alami yang bagus untuk cabai?
A: Bahan terbaik adalah yang kaya kalium, fosfor, dan kalsium, seperti kulit pisang, cangkang telur, kuning telur, air cucian beras, air kelapa, garam Epsom, serta limbah buah matang. Bahan-bahan ini bisa difermentasi menjadi pupuk organik cair yang membantu pembentukan bunga dan buah tanpa bahan kimia. Referensi lengkap bisa dilihat pada cara merangsang bunga tanaman buah dengan bahan dapur.
Q: Kapan cabai mulai diberi pupuk perangsang buah?
A: Perangsang buah sebaiknya mulai diberikan saat tanaman memasuki fase generatif, yaitu ketika sudah muncul bakal bunga dan buah. Pada fase ini, tanaman lebih membutuhkan fosfor dan kalium daripada nitrogen, sehingga pupuk perangsang buah paling efektif diberikan 1-2 kali seminggu pada pagi atau sore hari.
Q: Apakah micin bisa membuat cabai cepat berbuah?
A: Micin mengandung natrium dan sedikit unsur mikro yang bisa membantu pertumbuhan tanaman, tetapi ia lebih berperan menyuburkan daun daripada langsung merangsang buah. Karena itu, micin biasanya dikombinasikan dengan kuning telur, probiotik, dan isotonik agar larutan lebih lengkap dan mampu memicu pembungaan. Gunakan dalam takaran wajar karena penggunaan berlebihan justru merugikan tanaman.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5327298/original/085035000_1756177391-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__83_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316841/original/059462500_1785991327-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-06T113319.126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334197/original/046223400_1787824544-HOAX__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329514/original/063969800_1787283678-2XZwu3mQHYxfyUmbixAX42BhLFuAZDuRrzjePFsm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8579206/original/079892900_1782538343-pexels-cottonbro-3661452__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334628/original/095274600_1787890945-86d522e7-9516-4d59-8760-b64ea03d34dd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110977/original/002609100_1783048696-josh-applegate-g0WjhnQRTa8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334644/original/006917900_1787891986-8cdea808-27b8-45dd-ad1a-75cc7c339b23.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3936592/original/061339600_1645054091-brady-rogers-ZGRB8TMT6zQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334616/original/072010300_1787889803-Gemini_Generated_Image_9r30aj9r30aj9r30__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329497/original/042062200_1787283646-gXj8FB7kG7c8OvNrw3sZEz7rJWUBy8TpMMQaEp5D.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329500/original/071437600_1787283649-tIHdYsxF4nPyD6OkmJMAcOnzHvaFxQiBX7PFaiF6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334537/original/092593500_1787882333-Model_Rak_Tanaman_untuk_Balkon_Sempit.jpeg)