Cara Menanam Cabai di Galon Bekas agar Cepat Tumbuh, 7 Langkah agar Berbuah Lebat

Pelajari 7 langkah cara menanam cabai di galon bekas agar cepat tumbuh dan berbuah lebat. Panduan lengkap dari persiapan galon, media tanam, hingga panen.

Diterbitkan 12 Juli 2026, 20:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keterbatasan lahan di area perkotaan seringkali menjadi hambatan bagi siapa saja yang ingin memulai hobi berkebun. Namun, jangan biarkan hal itu menghentikan semangat Anda untuk bercocok tanam. Salah satu solusi kreatif yang kini populer dalam urban farming adalah memanfaatkan barang bekas di sekitar kita. Galon air mineral bekas berkapasitas 19 liter bisa disulap menjadi media tanam yang produktif untuk menanam cabai.

Urban farming semakin diminati karena menjadi solusi cerdas untuk kemandirian pangan di lahan yang terbatas. Galon bekas air mineral 19 liter dipilih karena ukurannya yang pas, bahannya yang kuat, serta ketahanannya terhadap cuaca. Cabai sendiri merupakan tanaman yang sangat produktif dan mampu tumbuh subur di dalam pot asalkan mendapatkan perawatan yang tepat.

Selain memberikan hasil panen yang bisa dinikmati sendiri untuk kebutuhan dapur, menanam cabai di galon bekas juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan. Anda turut berperan dalam mengurangi limbah plastik dengan cara mendaur ulang. Selain itu, metode ini sangat hemat biaya, tidak memerlukan lahan luas, serta memudahkan Anda untuk memindahkan tanaman atau mengontrolnya dari serangan hama.

Berikut 7 langkah praktis cara menanam cabai di galon bekas agar cepat tumbuh dan berbuah lebat yang bisa Anda praktikkan di rumah, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (12/7/2026).

1. Persiapan Galon Bekas

Langkah awal yang krusial adalah menyiapkan wadah. Gunakan galon air mineral bekas berkapasitas 19 liter yang sudah dicuci bersih dari kotoran atau sisa zat kimia. Potong galon menjadi dua bagian dengan mengikuti alur garis yang ada. Jika Anda menginginkan pot yang lebih besar untuk pertumbuhan akar, gunakan bagian bawah galon tersebut. Jangan membuang potongan bagian atas, karena bisa dimanfaatkan kembali sebagai penutup tanaman saat hujan turun.

2. Membuat Lubang Drainase

Agar tanaman tumbuh sehat, sistem drainase sangatlah penting. Anda harus membuat beberapa lubang kecil di bagian bawah galon untuk mencegah air menggenang yang berisiko membuat akar cabai membusuk. Anda bisa menggunakan bor, solder, atau besi panas untuk melubangi galon. Sebagai tips tambahan, lubang juga bisa dibuat di bagian samping bawah galon guna meningkatkan sirkulasi udara di dalam pot.

3. Mengecat Galon (Opsional)

Mengecat galon tidak hanya bertujuan untuk mempercantik tampilan kebun Anda, tetapi juga memiliki fungsi praktis. Cat bagian luar galon dengan warna yang Anda sukai, lalu jemur hingga kering. Cat tersebut membantu mencegah akar tanaman mengalami panas berlebih (overheating) akibat paparan sinar matahari langsung saat diletakkan di halaman terbuka.

4. Membuat Media Tanam Bernutrisi

Media tanam yang berkualitas adalah kunci utama agar cabai cepat tumbuh dan subur. Campurkan bahan-bahan seperti tanah gembur, kompos atau pupuk kandang yang sudah matang, sekam mentah, dan arang sekam dengan perbandingan 2 : 1 : 1 : 1. Jika tersedia, tambahkan satu genggam kapur dolomit untuk menyeimbangkan pH tanah. Aduk semua bahan hingga merata, lalu masukkan ke dalam galon yang telah disiapkan.

5. Pemindahan Bibit Cabai

Gunakan bibit cabai yang sudah berumur 20-30 hari setelah semai, dengan tinggi batang sekitar 5-10 cm. Basahi media tanam terlebih dahulu agar lembab, kemudian buat lubang tanam di tengah galon sedalam 3-5 cm. Masukkan bibit secara hati-hati hingga sebatas daun lembaga, lalu timbun kembali dengan tanah halus dan siram secukupnya.

6. Perawatan Rutin untuk Pertumbuhan Cepat

Agar tanaman tumbuh maksimal, pastikan galon diletakkan di tempat dengan sinar matahari langsung minimal 6 jam sehari. Lakukan penyiraman secara rutin, pagi dan sore hari.

  • Pemupukan: Beri pupuk organik cair atau NPK (dosis 1 sdm/3L air, berikan 1 gelas per pot) setiap 5-7 hari. Saat bunga mulai muncul, gunakan pupuk daun Gandasil B (1 sdt/3L air).
  • Pengendalian: Bersihkan gulma secara rutin. Mulai 5 hari setelah tanam, semprotkan pestisida (seperti Regent) dan fungisida (seperti Torbinol) seminggu sekali untuk mencegah hama.
  • Penyangga: Pasang ajir (penyangga) saat tanaman mulai membesar agar tidak mudah rebah tertiup angin. 

7. Panen Cabai

Tanaman cabai umumnya siap dipanen setelah 75-80 hari setelah tanam. Ciri utamanya adalah buah yang berwarna merah cerah dan ukurannya sesuai dengan varietasnya. Petiklah cabai beserta tangkainya menggunakan gunting atau tangan dengan hati-hati. Panenlah secara rutin untuk merangsang tanaman agar terus memproduksi buah baru.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Cabai di Galon Bekas

Q: Berapa ukuran galon yang ideal untuk menanam cabai?

A: Galon bekas air mineral berkapasitas 19 liter adalah ukuran yang ideal dan umum digunakan untuk menanam cabai, karena cukup luas bagi pertumbuhan akar yang optimal.

Q: Mengapa harus membuat lubang drainase di galon?

A: Lubang drainase sangat krusial untuk mencegah air menggenang di dalam pot, yang dapat menyebabkan akar tanaman cabai membusuk dan mati.

Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga cabai bisa dipanen?

A: Umumnya, cabai yang ditanam di galon bekas dapat dipanen dalam waktu sekitar 75-80 hari setelah masa tanam.

Q: Apakah galon bekas aman untuk menanam cabai?

A: Ya, galon bekas air mineral sangat aman digunakan, asalkan Anda mencucinya dengan bersih terlebih dahulu hingga benar-benar bebas dari sisa zat kimia.

Q: Berapa kali harus memberi pupuk pada tanaman cabai?

A: Pupuk NPK diberikan setiap 5-7 hari sekali dengan dosis 1 sdm per 3L air (1 gelas per pot). Saat bunga mulai muncul, Anda bisa menambahkan pupuk daun seperti Gandasil B.

Q: Apa yang harus dilakukan jika tanaman cabai terserang hama?

A: Lakukan penyemprotan rutin dengan pestisida dan fungisida seminggu sekali mulai dari 5 hari setelah tanam untuk mengendalikan hama dan penyakit.

Q: Apakah cabai di galon bekas bisa berbuah lebat?

A: Tentu saja bisa. Dengan perawatan rutin berupa penyiraman, pemupukan, serta pengendalian hama yang tepat, tanaman cabai di galon bekas dapat tumbuh subur dan berbuah lebat.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6