Inggris Bangun Mental Baja, Harapan Juara Kembali Membara

Inggris melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 berkat mental pantang menyerah. Thomas Tuchel kini percaya timnya siap menghadapi Argentina.

Diterbitkan 12 Juli 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Inggris kembali membuktikan karakter kuatnya di Piala Dunia 2026 setelah melewati dua laga fase gugur dengan kemenangan dramatis. Mental pantang menyerah menjadi modal penting yang membuat skuad asuhan Thomas Tuchel semakin percaya diri menatap semifinal.

Lagu Wonderwall dari Oasis bahkan menjadi gambaran yang pas bagi perjalanan Inggris di turnamen kali ini. Bukan sekadar lagu perayaan, melainkan simbol semangat yang terus menjaga mereka tetap bertahan saat berada dalam tekanan.

Perjalanan menuju empat besar tidak selalu berjalan mulus. Namun, keberhasilan bangkit dari situasi sulit membuat Inggris memiliki kepercayaan diri yang belum pernah terlihat dalam beberapa edisi Piala Dunia sebelumnya.

Mental Juara Jadi Identitas Baru

Inggris sukses mempertahankan keunggulan saat menghadapi Meksiko pada babak 16 besar dan Norwegia di perempat final. Masuknya Dan Burn sebagai benteng tambahan di lini belakang menjadi salah satu langkah efektif untuk mengantisipasi serangan udara lawan.

Bek Newcastle United itu kembali memperlihatkan perannya ketika menyapu bola pada detik-detik akhir tambahan waktu melawan Norwegia. Aksi tersebut memastikan Inggris mengamankan kemenangan dan menjaga asa melaju lebih jauh.

Thomas Tuchel sejak awal ingin membangun identitas baru bagi tim nasional Inggris. Ia pernah menilai tim era sebelumnya terlalu khawatir gagal dibanding berani mengendalikan pertandingan.

Tuchel Maksimalkan Fleksibilitas Pemain

Keputusan Tuchel memilih skuad berisi pemain dengan karakter berbeda mulai memperlihatkan hasil. Setiap pemain dipersiapkan untuk menjalankan peran tertentu sesuai kebutuhan pertandingan.

Dan Burn mengakui dirinya sudah memahami tugas yang diberikan sejak dipanggil ke Piala Dunia. "Saya tahu saya dibawa ke Piala Dunia untuk alasan tertentu. Saya mungkin tidak akan menjadi starter, tetapi akan ada momen ketika tim perlu mempertahankan keunggulan atau mengejar gol dan saya akan mendapat kesempatan."

Tuchel juga puas dengan kemampuan para pemain beradaptasi di berbagai posisi sepanjang pertandingan. Bahkan saat menghadapi Meksiko maupun Norwegia, beberapa pemain harus berganti peran demi menjaga keseimbangan tim.

Pelatih asal Jerman itu mengungkapkan, "Saya merasa kami memiliki tim yang benar-benar bersatu. Ketika seorang pemain diminta melakukan tugas luar biasa di tengah pertandingan, mereka langsung memahami apa yang harus dilakukan dan siap membantu."

Argentina Jadi Ujian Sesungguhnya

Meski berhasil mencapai semifinal, Tuchel belum sepenuhnya puas dengan performa timnya. Ia menilai Inggris masih membutuhkan penguasaan permainan yang lebih baik, umpan yang lebih cerdas, serta keberanian dalam mengambil keputusan.

Tantangan berikutnya juga jauh lebih berat karena Inggris akan menghadapi Argentina yang diperkuat Lionel Messi. Laga tersebut dipandang sebagai ujian terbesar mereka sepanjang turnamen.

Meski demikian, dua kemenangan setelah bangkit dari ketertinggalan telah membangun keyakinan besar di ruang ganti Inggris. Jika kembali mampu melewati rintangan itu, mereka berpeluang melangkah ke final dan menjaga mimpi mengakhiri penantian panjang menjadi juara dunia.

Sumber: ESPN

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Messi Antusias Sambut Argentina Vs Inggris, Sebut Semifinal Piala Dunia 2026 Spesial

Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan