12 Cara Setrika Baju agar Rapi, Licin, dan Tidak Merusak Kain, Ikuti Langkah yang Benar

Cara Setrika baju yang benar menjaga kerapian dan keawetan pakaian. Pelajari persiapan alat, pengaturan suhu, hingga teknik khusus untuk berbagai jenis kain.

Diterbitkan 12 Juli 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara setrika baju yang tepat bukan hanya membuat pakaian terlihat lebih rapi, tetapi juga membantu menjaga bentuk, tekstur, dan daya tahan kain. Kesalahan dalam menyetrika, seperti menggunakan suhu yang terlalu tinggi atau menyetrika bagian tertentu secara sembarangan, justru dapat meninggalkan bekas mengilap, merusak serat kain, bahkan membuat pakaian cepat usang.

Meskipun terlihat sederhana, menyetrika membutuhkan teknik yang sesuai dengan jenis bahan pakaian. Pengaturan suhu, urutan menyetrika, hingga cara memanfaatkan uap menjadi faktor penting agar hasil akhirnya maksimal.

Merujuk panduan dari The Spruce, proses menyetrika yang benar dimulai dari persiapan alat, pengaturan suhu sesuai bahan, hingga teknik menyetrika setiap jenis pakaian. Berikut panduan lengkap yang telah dirangkum Liputan6.com dan bisa Anda ikuti, Sabtu (11/7/2026).

1. Siapkan Area Menyetrika yang Aman dan Nyaman

Langkah pertama dalam cara setrika baju adalah menyiapkan tempat menyetrika yang stabil. Gunakan papan setrika agar permukaan pakaian tetap rata. Jika tidak memiliki papan setrika, Anda dapat memakai meja kokoh yang dilapisi selimut setrika atau handuk katun tebal sebagai pelindung.

Pastikan area kerja memiliki pencahayaan yang cukup sehingga Anda dapat melihat lipatan maupun kerutan pada pakaian dengan jelas. Selain itu, sediakan gantungan baju agar pakaian yang sudah selesai disetrika bisa langsung digantung.

Sebelum mulai, panaskan setrika sekitar 10 menit hingga mencapai suhu kerja yang optimal.

2. Atur Suhu Sesuai Jenis Kain

Salah satu kesalahan paling umum saat menyetrika adalah menggunakan suhu terlalu panas.

The Spruce menyarankan untuk selalu memulai dari suhu terendah yang direkomendasikan. Jika diperlukan, suhu dapat dinaikkan secara bertahap. Sebaliknya, menurunkan suhu setrika membutuhkan waktu lebih lama.

Sebagai panduan umum:

  • Suhu rendah (sekitar 135°C/275°F): nilon, lycra, akrilik, asetat.
  • Suhu sedang (sekitar 150°C/300°F): poliester, sutra, satin, renda, rayon, bambu, wol.
  • Suhu tinggi (sekitar 200°C/400°F): katun, linen, dan denim.

Memahami karakter setiap kain merupakan bagian penting dari cara setrika baju agar pakaian tidak mudah rusak atau mengilap.

3. Setrika Saat Pakaian Masih Sedikit Lembap

Pakaian yang masih sedikit lembap jauh lebih mudah dirapikan dibandingkan pakaian yang benar-benar kering.

Apabila pakaian sudah telanjur kering, semprotkan sedikit air menggunakan botol semprot atau manfaatkan fitur uap pada setrika. Anda juga dapat menggunakan spray starch atau sizing apabila menginginkan hasil yang lebih kaku dan rapi.

Namun, beberapa bahan yang mudah meninggalkan noda air sebaiknya disetrika dalam kondisi kering menggunakan setrika tanpa uap.

4. Balik Pakaian Sebelum Disetrika

Untuk sebagian besar bahan, sebaiknya setrika dilakukan pada sisi dalam pakaian.

Teknik ini membantu mencegah munculnya efek mengilap akibat panas berlebih, terutama pada:

  • pakaian berwarna gelap,
  • kain sutra,
  • rayon,
  • linen,
  • asetat.

Pada kain bertekstur seperti corduroy, menyetrika dari bagian dalam juga membantu menjaga tekstur kain agar tidak menjadi pipih.

5. Gunakan Teknik yang Tepat Saat Menyetrika Celana

Celana memiliki bentuk yang berbeda dibandingkan pakaian lain sehingga membutuhkan teknik khusus.

Mulailah dari salah satu kaki celana dengan posisi rata di atas papan setrika. Gerakkan setrika dari bagian bawah menuju selangkangan mengikuti arah serat kain agar bentuk celana tetap terjaga.

Setelah satu sisi selesai, balikkan kaki celana dan ulangi proses tersebut. Lakukan hal yang sama pada kaki satunya.

Apabila menginginkan lipatan tengah yang tegas, buat lipatan terlebih dahulu sebelum menyetrika bagian tersebut sebagai tahap terakhir.

6. Setrika Rok dari Bawah ke Atas

Untuk rok, proses penyetrikaan dimulai dari bagian bawah menuju pinggang.

Jika rok memiliki lipit, bentuk lipatan terlebih dahulu menggunakan penjepit kecil sebelum disetrika. Setelah itu tekan setrika pada bagian atas lipit, kemudian angkat dan lanjutkan secara bertahap hingga mencapai ujung bawah rok.

Cara ini membantu menghasilkan lipatan yang lebih rapi dan tahan lama.

7. Dahulukan Lengan Saat Menyetrika Kemeja

Kemeja sering dianggap sebagai pakaian yang paling sulit disetrika karena memiliki banyak bagian.

Agar lebih mudah, mulai dari lengan. Letakkan satu lengan secara rata, kemudian setrika dari ujung manset menuju bahu. Setelah kedua lengan selesai, lanjutkan ke badan depan dan belakang kemeja.

Urutan ini membuat hasil akhir lebih rapi dan meminimalkan munculnya kerutan baru saat bagian lain disetrika.

8. Perhatikan Kerah, Manset, dan Kantong

Bagian yang tebal seperti kerah, manset, saku, maupun ujung bawah kemeja memerlukan perhatian ekstra.

Mulailah menyetrika dari sisi dalam terlebih dahulu, kemudian lanjutkan ke sisi luar menggunakan kain pelapis (pressing cloth). Cara ini membantu menghaluskan sisa kerutan sekaligus melindungi permukaan kain dari panas langsung.

Tambahan uap atau sedikit kelembapan juga sangat membantu agar bagian tersebut menjadi lebih rata.

Sebaliknya, hindari menyetrika langsung di atas resleting, kancing, maupun ornamen plastik karena berisiko meleleh atau rusak.

9. Hentikan Jika Kain Mulai Lengket

Saat menyetrika, apabila kain terasa lengket atau setrika sulit digerakkan, kemungkinan besar suhunya terlalu tinggi.

Segera angkat setrika dan turunkan pengaturan suhu. Tunggu beberapa saat hingga panas berkurang sebelum melanjutkan.

Untuk bahan yang sensitif, gunakan kain katun tipis sebagai pelapis antara setrika dan pakaian agar panas tidak mengenai kain secara langsung.

10. Mulai dari Bahan yang Membutuhkan Suhu Terendah

Jika Anda menyetrika banyak pakaian sekaligus, kerjakan berdasarkan jenis bahan.

Mulailah dari pakaian berbahan sintetis yang memerlukan suhu rendah, kemudian lanjutkan ke bahan yang membutuhkan suhu lebih tinggi seperti katun atau denim.

Cara ini lebih efisien karena Anda tidak perlu menunggu setrika mendingin setiap kali berganti jenis kain.

11. Jangan Menyetrika Pakaian yang Masih Kotor

Sebelum mulai, pastikan pakaian sudah benar-benar bersih.

Noda yang masih menempel justru dapat semakin melekat permanen ketika terkena panas setrika. Oleh karena itu, cuci pakaian hingga bersih terlebih dahulu sebelum disetrika.

Hal ini merupakan salah satu prinsip dasar dalam cara setrika baju yang sering diabaikan.

12. Gantung Pakaian Setelah Selesai Disetrika

Setelah selesai disetrika, jangan langsung melipat pakaian yang masih hangat.

Sebaiknya gantung terlebih dahulu menggunakan hanger agar hasil setrika tetap rapi dan tidak kembali kusut. Cara ini juga membantu pakaian mempertahankan bentuknya lebih lama.

Selain itu, biasakan membersihkan alas setrika secara berkala agar tidak ada kerak atau sisa kanji yang dapat meninggalkan noda pada pakaian.

Tips Keamanan Saat Menyetrika

Keselamatan juga tidak kalah penting saat menggunakan setrika listrik. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Jangan pernah meninggalkan setrika panas tanpa pengawasan.
  • Letakkan papan setrika jauh dari area lalu-lalang anak maupun hewan peliharaan.
  • Pastikan kabel tidak melintang di lantai agar tidak tersangkut.
  • Setelah selesai, cabut steker dari stopkontak.
  • Jangan menggulung kabel ketika setrika masih panas.
  • Periksa kondisi kabel secara berkala dan segera ganti jika mulai rusak.

Dengan memperhatikan keamanan, aktivitas menyetrika menjadi lebih nyaman sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di rumah.

Pertanyaan Seputar Setrika Baju

1. Apakah pakaian sebaiknya disetrika saat masih lembap?

Ya. Pakaian yang sedikit lembap lebih mudah dirapikan sehingga kerutan lebih cepat hilang dan hasil setrika menjadi lebih halus.

2. Mengapa pakaian menjadi mengilap setelah disetrika?

Hal ini biasanya disebabkan suhu setrika terlalu tinggi atau menyetrika langsung pada sisi luar kain, terutama untuk bahan berwarna gelap, sutra, rayon, dan asetat.

3. Bolehkah menyetrika pakaian yang masih memiliki noda?

Tidak disarankan. Panas dari setrika dapat membuat noda semakin menempel permanen pada serat kain sehingga lebih sulit dihilangkan.

4. Mengapa harus memulai dari suhu setrika yang rendah?

Memulai dari suhu rendah membantu mencegah kain terbakar atau meleleh. Suhu bisa dinaikkan sesuai kebutuhan, sedangkan menurunkan suhu setrika memerlukan waktu lebih lama.

5. Jenis pakaian apa yang sebaiknya tidak disetrika langsung?

Pakaian dengan payet, rhinestone, sablon, decal, beludru (velvet), atau ornamen plastik sebaiknya tidak disetrika langsung karena panas dapat merusak atau melelehkan hiasannya.

 

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6