Kecanduan HP Bisa Pertaruhkan Nyawa dan Waktu, Ini Faktanya

HP sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari manusia. Tetapi penggunaan berlebihan bisa berakibat fatal.

Diterbitkan 03 September 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pernahkah kamu membuka HP untuk sekadar membaca sebentar lalu dalam sekejap tanpa sadar telah menghabiskan waktu terlalu lama?

Laporan terbaru dari Pew Research Center mengungkapkan dari hampir 10.000 responden berusia 18 ke atas, 53% menyatakan mereka menggunakan ponsel secara berlebihan.

Sementara 36% mengatakan penggunaan ponsel mereka masih di batas wajar. Demikian sebagaimana dilaporkan CNET, Kamis (3/9/2026).

Pada kelompok usia 18-29 tahun, mencapai 70% yang mengaku sudah menggunakan ponsel berlebihan dan 64% pada kelompok usia 30-49 tahun. Ditambah, 42% dari 18-29 tahun menyebut menggunakan ponsel mereka tanpa henti.

Platform pemasaran digital Semrush mencatat rata-rata penduduk di dunia menghabiskan waktu 4 jam 37 menit per hari menatap layar ponsel dan frekuensi mengecek ponsel sebanyak 58 kali sehari.

Berarti, durasi 5 jam sehari di ponsel setara dengan 76 hari penuh dalam setahun. Jika dihitung mulai 1 Januari, kamu baru akan melepas ponsel pada pertengahan Maret tanpa henti.

Seluruh kebiasaan dari berbelanja, membaca berita, berkirim pesan, hingga menelusuri media sosial dan bermain game, merupakan buah dari angka-angka tersebut. Tentu akan sangat sulit diputus, namun penting untuk mengetahui dampak buruknya.

Bahaya Gunakan Ponsel Berlebihan

Penggunaan ponsel berlebih dapat berakibat fatal, sebagaimana National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) melaporkan terjadi kecelakaan lalu lintas karena ponsel.

Tercatat sebanyak 3.208 orang tewas pada 2024 akibat kecelakaan lalu lintas karena terdistraksi oleh ponsel saat mengemudi.

Mengirim atau membaca pesan membuat pandangan teralih dari jalan raya selama 5 detik pada kecepatan 55 mil per jam, setara melintasi lapangan sepak bola dengan mata tertutup.

 

Faktor Lainnya

Lembaga pelatih P3K Inggris (First Aid For Life) mencatat 41% warga Inggris pernah mengalami kecelakaan akibat terdistraksi ponsel, mulai dari cedera sekaligus kematian demi swafoto.

Riset Departemen Psikiatri Universitas Columbia menyebutkan kecemasan, stres, depresi, isolasi sosial, perasaan rendah diri, bahkan pikiran untuk bunuh diri serta menyakiti diri juga dapat muncul akibat penggunaan ponsel berlebihan.

Selain itu, sebanyak 41% responden survei Pew mengaku ponsel membuat waktu tidur menjadi berkurang, sementara 34% merasa produktivitas kerja mereka menurun.

 

Trik untuk Putus Siklus Kecanduan

Data Pew memperlihatkan 45% orang sudah mencoba mengurangi penggunaan ponsel dalam setahun terakhir. Namun, hanya 25% yang berhasil dan sisanya masih berjuang.

Bagi pengguna iPhone, terdapat trik untuk mengurangi durasi menatap layar yaitu dengan coba sembunyikan aplikasi ke dalam folder di App Library.

Cara ini dinilai bisa mencegah kamu membuka aplikasi karena adanya penghalang ekstra untuk mengakses aplikasi-aplikasi tersebut hingga membuat lupa akan keberadaannya.