Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran lahan melanda kawasan perbukitan di Pekon Parerejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Kamis malam, 3 September 2026.
Kobaran api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 17.30 WIB. Laporan tersebut langsung diteruskan kepada Tim Siaga Bencana yang kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Namun, proses pemadaman tidak berlangsung mudah. Petugas harus menghadapi medan perbukitan yang sangat curam dengan kemiringan lereng mencapai lebih dari 75 derajat.
Advertisement
Selain medan terjal, kawasan tersebut juga dipenuhi tanaman liar dan memiliki sumber air yang terbatas. Kondisi itu membuat mobil pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api.
Petugas gabungan akhirnya harus berjalan kaki menyusuri lereng dan melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan yang tersedia.
Mereka melakukan penyekatan sekaligus pendinginan untuk mencegah api merambat ke area lain.
Setelah berjibaku selama sekitar tiga jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kapolres Pringsewu, AKBP Dadi Perdana Putra mengatakan, petugas langsung dikerahkan begitu menerima laporan kebakaran.
"Begitu mendapat laporan, kami langsung menuju lokasi. Medannya memang cukup berat karena berada di atas bukit yang curam. Mobil pemadam juga tidak bisa masuk sampai ke titik api, sehingga petugas harus berjalan kaki dan memadamkan api secara manual," kata Dadi, Jumat (4/9/2026).
Â
Kendala Medan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340544/original/019743000_1788509503-1001628768.jpg)
Menurut Dadi, kondisi medan menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Selain lereng yang terjal, kawasan bukit juga dipenuhi semak dan tanaman liar dengan ketersediaan air yang terbatas.
"Meski kondisinya sulit, petugas bersama warga tetap berusaha memadamkan api. Alhamdulillah, sekitar tiga jam kemudian api berhasil dipadamkan. Setelah itu anggota tetap berjaga di lokasi untuk memastikan api tidak muncul lagi," ujarnya.
Dadi memastikan kebakaran tidak sampai merembet ke rumah warga. Lokasi titik api berjarak sekitar 500 meter dari permukiman.
"Kami bersyukur api bisa segera ditangani sehingga tidak sampai mendekati rumah warga. Ini juga berkat bantuan masyarakat yang ikut bersama-sama memadamkan api," katanya.
Sementara itu, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran. Dugaan sementara, api dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan.
"Untuk penyebab pastinya masih kami cek. Tapi kami mengingatkan warga, jangan membuang puntung rokok sembarangan, apalagi di lahan yang kering dan banyak rumput atau semak. Kelihatannya kecil, tapi bara dari rokok bisa memicu kebakaran," jelas Dadi.
Â
Advertisement
Imbauan untuk Warga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340545/original/026013000_1788509503-1001628765.jpg)
Ia juga meminta masyarakat tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar, terutama ketika kondisi vegetasi kering dan mudah terbakar.
"Kami minta masyarakat sama-sama menjaga. Kalau melihat ada asap atau api di lahan, jangan menunggu sampai membesar. Segera laporkan kepada aparat atau petugas terdekat supaya bisa cepat ditangani," imbaunya.
"Jangan sampai karena kelalaian kita, api kemudian membesar, merusak lingkungan, bahkan mengancam rumah dan keselamatan warga. Menjaga agar tidak terjadi kebakaran jauh lebih mudah daripada memadamkannya," tandasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340333/original/035396900_1788502118-cek_fakta_purbaya_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340546/original/032653200_1788509503-1001628769.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340350/original/098363100_1788503208-1001628207.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340331/original/011480900_1788502046-IMG-20260904-WA0040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321440/original/060833200_1786441575-masjid-maba-QhzQfD0ihnI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306501/original/069536400_1784881121-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_21.25.34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340417/original/054981500_1788504806-1000626860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340266/original/083184100_1788497757-IMG_20260904_102107.jpg-768x549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826798/original/006051700_1426131169-1842092shutterstock-175158260780x390.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340128/original/029002500_1788487791-IMG-20260903-WA0122.jpg)