- Lagu baru Lusant, "Dunia Seakan Pulang", bercerita tentang merelakan cinta yang tak berakhir bersama.
- Single ini adalah bagian dari EP perdana "Cerita Luka" yang mengangkat tema kehilangan dan penerimaan.
- Lagu ini bertujuan menemani pendengar dalam proses menerima kehilangan dan bangkit kembali.
Liputan6.com, Jakarta - Ada kalanya cinta tidak berakhir dengan kebersamaan. Perasaan masih ada, kenangan belum sepenuhnya hilang, tetapi keadaan membuat dua orang harus memilih jalan hidup yang berbeda. Situasi tersebut menjadi cerita yang coba disampaikan Lusant melalui single terbarunya, “Dunia Seakan Pulang”.
Lagu ini menjadi karya kedua sang solois setelah sebelumnya memperkenalkan “Tak Pernah Jadi Rumah” dan sekaligus bagian dari perjalanan menuju EP perdana bertajuk Cerita Luka. Lewat “Dunia Seakan Pulang”, Lusant mengangkat kisah tentang rasa rindu kepada seseorang yang pernah begitu istimewa.
Bagi Lusant, merelakan bukan berarti berhenti mencintai. Ada kalanya seseorang justru menunjukkan kasih sayang dengan menerima kenyataan, mengikhlaskan perpisahan, serta tetap mendoakan kebahagiaan orang yang pernah begitu berarti.
"Dunia Seakan Pulang lahir dari perasaan yang mungkin pernah dirasakan banyak orang. Ada saat ketika kita harus merelakan seseorang yang masih sangat kita cintai, bukan karena perasaan itu hilang, tetapi karena takdir membawa kita pada perjalanan yang berbeda. Terkadang, mencintai seseorang juga berarti menerima bahwa tidak semua cerita harus berakhir dengan kebersamaan," kata Lusant di Jakarta.
Lusant mengungkapkan bahwa “Dunia Seakan Pulang” lahir dari perasaan kehilangan yang menurutnya dekat dengan pengalaman banyak orang. Ia pun ingin menyampaikan pesan bahwa tidak semua kisah cinta harus berakhir dengan kebersamaan.
Tentang Menerima dan Mengikhlaskan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340416/original/045885300_1788504806-1000626861.jpg)
"Lagu ini tentang menerima, mengikhlaskan, dan tetap berharap seseorang yang pernah berarti dapat menemukan kebahagiaannya. Semoga siapa pun yang mendengarkan lagu ini merasa ditemani dalam proses tersebut," ungkapnya.
Kehadiran single ini sekaligus meneruskan cerita emosional yang dibuka Lusant lewat “Tak Pernah Jadi Rumah”. Jika karya sebelumnya menjadi bagian dari perjalanan menghadapi luka, “Dunia Seakan Pulang” membawa cerita ke tahap ketika seseorang mulai belajar menerima bahwa tidak semua hal yang dicintai harus menjadi miliknya.
Ingin Temani Mereka yang Berusaha Bangkit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340418/original/019037500_1788504807-1000626859.jpg)
Pesan tersebut kemudian dituangkan melalui aransemen emotional pop yang hangat dan lirik bernuansa puitis. Perpaduan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi pendengar untuk melakukan refleksi, terutama bagi mereka yang sedang berusaha berdamai dengan kehilangan.
Perjalanan tersebut nantinya akan terangkum dalam EP Cerita Luka. Melalui proyek tersebut, Lusant ingin menghadirkan rangkaian cerita personal sekaligus memberikan teman bagi pendengar yang tengah berusaha bangkit, bertumbuh, dan kembali menemukan harapan setelah mengalami kehilangan.
Kreator Musik yang Digandeng Lusant
Dalam proses produksinya, Lusant menggandeng sejumlah kreator musik. Winsten H dipercaya sebagai penulis lagu, sedangkan Double D berperan sebagai produser sekaligus penata musik. Sementara untuk mixing hingga mastering ditangani oleh Yoga Patria (Nineball). Sementara itu, Afriani K menggarap desain sampul, dengan dukungan fotografi dari Yudi Adrian.
Melalui “Dunia Seakan Pulang”, Lusant berharap lagunya bisa menemani siapa pun yang sedang belajar mengikhlaskan seseorang. Single “Dunia Seakan Pulang” sudah dapat dinikmati di berbagai layanan streaming musik digital.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302055/original/028598000_1784530995-Presiden_ke-7_Jokowi_kumpulkan_teman_kuliah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340417/original/054981500_1788504806-1000626860.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340331/original/011480900_1788502046-IMG-20260904-WA0040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321440/original/060833200_1786441575-masjid-maba-QhzQfD0ihnI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306501/original/069536400_1784881121-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_21.25.34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340266/original/083184100_1788497757-IMG_20260904_102107.jpg-768x549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826798/original/006051700_1426131169-1842092shutterstock-175158260780x390.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340128/original/029002500_1788487791-IMG-20260903-WA0122.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5103043/original/088478000_1737449122-emil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1648044/original/062047700_1499950427-20170713153022_IMG_0165-01.jpeg)