- Masayu Anastasia gugup menanti film "Autopsy" tayang, berharap aktingnya diapresiasi.
- Ia observasi langsung autopsi dan baca buku untuk perankan dokter forensik dr. Sumy Hastry.
- Masayu mendalami detail profesi forensik, termasuk cara memegang alat dan anatomi tubuh.
Liputan6.com, Jakarta - Masayu Anastasia mempersiapkan diri menyambut penayangan film terbarunya, Autopsy: Dead Body Can Talk. Ia mengaku gugup jelang penayangan filmnya, dan berharap aktingnya dapat dipertimbangkan baik oleh penonton.
Di film Autopsy: Dead Body Can Talk, Masayu Anastasia didapuk memerankan sosok dr. Sumy Hastry Purwanti, seorang polwan sekaligus dokter forensik.
"Jujur deg-degan ya jelang film ini tayang," kata Masayu Anastasia ketika ditemui di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026) malam.
Untuk mendalami karakter dr. Sumy Hastry Purwanti, Masayu melakukan berbagai persiapan. Salah satunya dengan melakukan observasi langsung ke tempat autopsi jenazah agar bisa memahami suasana dan prosedur yang dilakukan di ruang forensik.
"Aku juga mau observasi ke tempat autopsi, dan akhirnya itu semua terjadi. Aku juga banyak baca buku, tonton film yang berhubungan dengan forensik. Itu sih," ungkapnya.
Pengalaman tersebut meninggalkan kesan tersendiri bagi Masayu. Alih-alih merasa kapok, ia justru semakin tertarik mempelajari dunia forensik setelah melihat langsung proses autopsi.
"Aku jadi kayak ingin berada di ruang forensik terus sih setelah mengetahui tindakan autopsi," tutur Masayu.
Masayu Anastasia Sadar Mesti Lebih Berhati-hati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296268/original/018944800_1784009451-1000583634.jpg)
Masayu menyadari bahwa memerankan sosok nyata membuatnya harus lebih berhati-hati. Apalagi, karakter yang dimainkan adalah seorang dokter forensik kepolisian yang telah menangani berbagai kasus besar.
"Aku juga karena membawa nama Ibu Sumy Hastry, aku juga tidak mau sembarangan," tegasnya.
Karena itu, Masayu berusaha mempelajari berbagai detail yang berkaitan dengan pekerjaan seorang dokter forensik. Ia bahkan memperhatikan cara menggunakan peralatan medis agar penampilannya di depan kamera terlihat meyakinkan.
"Ya dari cara memegang pisau, terus alat-alat yang digunakan, itu aku benar-benar tanya sampai detail," jelas Masayu.
Â
Tanyakan Anatomi Manusia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296266/original/042833500_1784009450-1000583630.jpg)
Rasa ingin tahunya juga membuat Masayu aktif bertanya kepada para ahli selama menjalani proses pendalaman karakter. Ia mengaku sempat menanyakan berbagai hal terkait anatomi tubuh manusia ketika berada di ruang autopsi.
"Terus bagian-bagian dari tubuhnya pun, waktu itu aku sempat tanya, 'Ibu, gimana cara...' pas di ruang autopsi," sambungnya.
Tentang Autopsy: Dead Body Can Talk
Autopsy: Dead Body Can Talk mengangkat kisah nyata perjalanan seorang polwan sekaligus dokter forensik dalam menjalankan tugasnya. Lewat film ini, Masayu berharap penonton dapat melihat sisi lain dari pekerjaan seorang dokter forensik serta dedikasi yang dibutuhkan dalam menjalankan profesi tersebut.
Film Autopsy: Dead Body Can Talk dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 3 September 2026. Selain Masayu Anastasia, film ini juga dibintangi sejumlah aktor seperti Teuku Rifnu Wikana, Samuel Rizal, dan Riyuka Bunga.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333897/original/064209300_1787812486-cek_fakta_-_tebuireng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339337/original/011380800_1788411813-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-03T120214.684.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1462305/original/017836600_1483611820-20170105-BBM-Naik-AY5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302223/original/051263400_1784536914-cek_fakta_-_Ahok_kaesang_PSI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339777/original/040816200_1788427923-Nurani_sering_kali_datang_menghadirkan_bisikan_kecil__lalu_membawa_pada_sebuah_kebenaran_yang_ha.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338944/original/040320700_1788353475-24900.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296264/original/056583000_1784009449-1000583628.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546590/original/026525900_1775351801-WhatsApp_Image_2026-04-03_at_20.10.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339751/original/016784400_1788427251-Lip620260903_102044_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339511/original/099716500_1788418857-786519808_17879687151653005_3040168097291772157_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339473/original/007043000_1788417015-WhatsApp_Image_2026-09-03_at_13.26.38.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339722/original/050953000_1788426246-audimarissaanthonyxielip6.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5309401/original/097969600_1754625921-Screenshot_2025-08-08_105837.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339275/original/033641200_1788409735-20260903_102044_2_.jpg)