Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPRD Tana Toraja Kendek Rante meminta program makan bergizi gratis (MBG) dihentikan menyusul insiden dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa dari dua SMP negeri di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Berdasarkan data terakhir, sedikitnya 136 siswa harus menjalani perawatan di tiga rumah sakit berbeda.
Kendek menyampaikan permintaan tersebut saat mengunjungi siswa yang menjalani perawatan pada Kamis (3/9/2026). Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya dalam pelaksanaan program MBG.
“Saya kira apa yang terjadi hari ini, kejadian yang terjadi, hal yang perlu diperhatikan secara khusus oleh pemerintah daerah berkaitan dengan makanan bergizi gratis,” kata Kendek.
Advertisement
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Kendek juga menyebut adanya rencana untuk menghentikan sementara pelaksanaan program MBG di daerah tersebut.
“Kita harapkan bahwa makanan bergizi gratis ini perlu disikapi secara serius. Jangan terulang lagi terjadi kejadian yang utama dan kita mengharapkan bahwa apa yang akan dilakukan pemerintah daerah, setidak-tidaknya khusus bagi semua, ada rencana bahwa semua kegiatan ini untuk dihentikan sementara,” ujarnya.
Kendek mengatakan DPRD Tana Toraja akan mendorong dilakukannya pertemuan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk membahas kejadian tersebut. Pertemuan itu rencananya melibatkan Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Badan Gizi Nasional (BGN), serta pengelola MBG yang bersangkutan.
“Tadi saya meminta kepada pimpinan untuk segera menindaklanjuti besok pertemuan semua pemangku kepentingan daerah yang ada; Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Forkopimda hadir juga, dan BGN dan pengelola MBG yang bersangkutan,” lanjutnya.
Dalam pertemuan tersebut, DPRD akan mendorong pemerintah daerah untuk menyampaikan usulan kepada pemerintah pusat terkait keberlanjutan program MBG. Kendek bahkan menyebut bahwa program MBG sebaiknya dihentikan secara penuh.
“Sebisanya mungkin pemerintah daerah, baik itu legislatif maupun eksekutif, untuk satu pendapat mengusulkan ke pusat supaya ini program MBG jangankan ditunda, kalau bisa hentikan,” tegas Kendek.
Namun, jika penghentian program MBG tidak memungkinkan, Kendek mengusulkan adanya perubahan mekanisme pelaksanaannya.
“Kalau tidak bisa dihentikan, ganti dalam model yang lain, mekanismenya yang lain,” ujarnya.
Kendek pun menegaskan bahwa DPRD Tana Toraj akan menjadi bahan kejadian dugaan keracunan ratusan siswa ini sebagai evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di daerah, khususnya di Kabupaten Tana Toraja.
Kendek juga mempertanyakan bagaimana kejadian tersebut dapat terjadi meski dalam pelaksanaan MBG terdapat tenaga ahli gizi yang seharusnya melakukan pengawasan.
“Kita tahu bahwa di setiap MBG itu kan ada ahli gizinya yang harus melihat dan sebelum makanan itu diolah, sudah diperiksa terlebih dahulu. Nah, kenapa bisa terjadi seperti ini? Ini akan menjadi evaluasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja mencatat sebanyak 136 siswa dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale menjalani perawatan di tiga rumah sakit hingga Kamis pukul 13.30 Wita. Sebanyak 25 siswa dirawat di RS Fatima, 41 siswa di RS Sinar Kasih, dan 70 siswa di RSUD Lakipadada.
Kedua sekolah tersebut diketahui menerima makanan MBG dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama, yakni Dapur SPPG Batupapan 1.
Ratusan siswa itu mengeluhkan mual, sakit perut, diare bahkan ada yang hingga pingsan usai mengonsumsi menu MBG sehari sebelumnya.
Meski demikian, hingga kini penyebab pasti munculnya gejala pada para siswa belum dapat dipastikan. Dinas Kesehatan Tana Toraja masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333897/original/064209300_1787812486-cek_fakta_-_tebuireng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339337/original/011380800_1788411813-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-03T120214.684.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1462305/original/017836600_1483611820-20170105-BBM-Naik-AY5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302223/original/051263400_1784536914-cek_fakta_-_Ahok_kaesang_PSI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339440/original/090863100_1788415528-1091800.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338845/original/017282400_1788343733-IMG_20260902_164125.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295138/original/014802100_1783915653-mbg5.jpg)