Liputan6.com, Jakarta - Kemacetan masih mengular di kawasan Pelabuhan ASDP Ketapang hingga Kamis (3/9/2026) sore. Kendaraan yang terjebak macet didominasi truk pengangkut barang. Diperkirakan kemacetan ini mencapai kawasan Desa Bansring Kecamatan Wongsorejo, atau 12 kilometer dari Pelabuhan Ketapang. Kendaraan yang terjebak macet praktis hanya bergerak 50 meter dalam waktu 30 menit.
Guna memutus rantai kemacetan di urat nadi penyeberangan Jawa–Bali ini, Polresta Banyuwangi menerjunkan tim khusus untuk mengurai simpul-simpul penyumbatan lalu lintas secara masif. Petugas disebar di berbagai titik krusial, mulai dari akses utama pelabuhan hingga persimpangan rawan macet. Langkah ini diambil untuk memastikan pergerakan kendaraan tidak terkunci total akibat perilaku saling serobot.
Di lapangan, rekayasa lalu lintas diterapkan secara dinamis. Petugas memprioritaskan sterilisasi badan jalan dari kendaraan yang parkir sembarangan serta menjaga persimpangan vital tetap terbuka. Tak hanya mengatur alur, personel polisi aktif menyisir barisan antrean untuk memberikan edukasi langsung kepada para pengemudi.
Advertisement
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rofiq Ripto Himawan, menegaskan seluruh personel telah disiagakan hingga kondisi benar-benar pulih. Penanganan dilakukan secara situasional mengacu pada kondisi riil arus kendaraan.
“Kami hadir untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali dan aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih jauh. Personel sudah ditempatkan pada titik-titik krusial untuk melakukan pengaturan intensif,” tegas Kombes Pol Rofiq, Kamis, (3/9/2026).
Pengguna Jalan Diminta Sabar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339728/original/001366100_1788426592-IMG-20260902-WA0126.jpg)
Rofiq juga mengingatkan para pengguna jalan agar menahan diri dan disiplin dalam barisan guna mempercepat proses penguraian.
“Kami meminta masyarakat tetap bersabar dan ketat mematuhi arahan petugas di lapangan. Jangan saling mendahului atau mengambil bahu jalan. Kerja sama pengguna jalan sangat menentukan kecepatan penguraian antrean ini,” ujarnya.
Polresta Banyuwangi memastikan pemantauan dan penyisiran jalur akan terus berlangsung 24 jam sampai arus penyeberangan kembali normal.
Advertisement
Penjelasan ASDP
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339727/original/094524600_1788426591-IMG-20260902-WA0100.jpg)
Pemicu utama kepadatan ini adalah proyek revitalisasi infrastruktur yang sedang berlangsung, yakni peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk dan dermaga ponton Pelabuhan Ketapang menjadi movable bridge (MB) berkapasitas 50 ton. Selama masa pekerjaan, operasional dermaga belum berjalan 100%, sehingga jumlah kapal yang beroperasi berkurang dari kondisi normal (28 kapal) menjadi 25 kapal.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa langkah tanggap darurat telah diambil melalui koordinasi intensif bersama regulator dan pemangku kepentingan setempat.
“Kami memaksimalkan pengoperasian kapal berkapasitas besar, termasuk mengerahkan kapal bantuan untuk mempercepat penguraian antrean. Evaluasi dan perbaikan terus kami lakukan agar layanan pada lintasan vital ini tetap optimal,” ujar Heru
Untuk memangkas waktu sandar dan mempercepat alur bongkar muat, ASDP menyiagakan tiga kapal bantuan dengan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339730/original/007825500_1788426592-IMG-20260902-WA0103.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333897/original/064209300_1787812486-cek_fakta_-_tebuireng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339337/original/011380800_1788411813-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-03T120214.684.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1462305/original/017836600_1483611820-20170105-BBM-Naik-AY5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302223/original/051263400_1784536914-cek_fakta_-_Ahok_kaesang_PSI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339729/original/006456300_1788426592-IMG-20260902-WA0124.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5532424/original/061073700_1773651463-pelabuhan-ketapang-dipadati-kendaraan-jelang-penutupan-nyepi-c614f5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339697/original/065763000_1788425510-c3e773c4-bda4-4e0e-9905-01ae11b7c498.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339681/original/015476500_1788424655-IMG_2720.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339662/original/076097200_1788423843-1001625784.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339518/original/085405700_1788419716-1001625693.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339440/original/090863100_1788415528-1091800.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4922913/original/081787900_1724128219-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339492/original/057851000_1788418500-IMG-20260901-WA0099.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339484/original/057165000_1788418048-Gubernur_Jabar_Dedi_Mulyadi.jpg)