Merasakan Langsung Menembus Asap dan Menelusuri Bekas Titik Api Palangka Raya

Penelusuran bekas titik api di Palangka Raya mengungkap kondisi lahan kering dan asap tebal.

Diterbitkan 04 September 2026, 13:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Asap tebal dari Karhutla menyelimuti Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalteng.
  • Prajurit TNI dan pemadam berjibaku memadamkan sisa api di lahan kering depan bandara.
  • Meski aktivitas bandara normal, kualitas udara Palangka Raya sangat tidak sehat.

Liputan6.com, Jakarta - Suasana gelap dan minim sinar menyelimuti Bandara Tjilik Riwut pada Jumat (4/9/2026). Bukan karena tak ada matahari yang terbit, melainkan ada kepulan asap yang menutupi awan dan cahaya yang datang.

Asap itu datang dari lahan kosong tepat di depan bandar udara, salah satu titik terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. Kabut keabu-abuan membumbung dari balik alang-alang jadi pemandangan para pendatang.

Meski tak lagi terlihat kobaran api, aroma terbakar masih tercium jelas dari lahan di sisi Jalan Adonis Samad, Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Aroma tersebut bahkan masih tercium meski telah menggunakan masker berlapis.

Area bekas titik api dipenuhi rumput dan alang-alang yang tinggi. Sebagian besar tumbuhan dalam kondisi kering, sementara di beberapa bagian terlihat sisa terbakar yang bercampur abu.

Dibutuhkan fokus dan tenaga ekstra untuk menelusuri salah satu bekas titik api. Kontur tanah yang lunak membuat satu kesalahan menapak bisa terjatuh karena hilang keseimbangan.

Belum lagi berbagai tumbuhan yang ada memiliki duri dan ranting. Area tubuh, khususnya tangan tergores jika mengenakan pakaian lengan pendek selama penelusuran. Jarak puluhan meter pun terasa sangat panjang.

Untungnya, jarak pandang di sekitar lokasi masih aman sehingga penelusuran menuju titik bekas api bisa berjalan mulus dengan mengikuti jejak dan selang milik petugas pemadam dari Komando Daerah Militer XXII/Tambun Bungai (Kodam XXII/TB) TNI AD.

Para prajurit TNI dan sejumlah petugas pemadam kebakaran masih berjibaku melakukan penanganan.

Selang yang sudah diisi air dari empang depan Bandara Tjilik Riwit diarahkan ke sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap.

"Yang masih ada apinya di sana agak jauh dari sini," kata prajurit TNI AD sambil menunjuk ke sisi timur.

 

Aktivitas Bandara Masih Normal

Meski kepulan asap masih membumbung, aktivitas di sekitar Bandara Tjilik Riwut masih normal.

Warga tetap menjalani kegiatannya sehari-hari, dan penerbangan maskapai di bandar udara juga disebut tidak terganggu.

Namun, asap yang terbawa angin turut memengaruhi kualitas udara. Berdasarkan data Indeks Kualitas Udara (AQI), kualitas udara di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, berada pada kategori sangat tidak sehat dengan polutan utama PM2.5.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6