Kabut Asap Belum Reda, Bandara Tjilik Riwut Sesuaikan Penerbangan

General Manager Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut I Made Darmawan menuturkan, pihaknya memberikan perkembangan terbaru penerbangan di tengah kabut asap.

Diterbitkan 01 September 2026, 19:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas penerbangan melakukan penyesuaian di Bandara Tjilik Riwut Kota PalangkaRaya, Kalimantan Tengah. Hal ini seiring kabut asap karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi.

Hal itu disampaikan General Manager Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut I Made Darmawan di Palangka Raya, Selasa, (1/9/2026) dikutip dari Antara.

"Secara umum penerbangan tetap berjalan dengan penyesuaian (delay/reschedule) saat visibilitas menurun," tutur Made.

Pembatalan dan pengalihan hanya dilakukan pada saat kondisi ekstrem. Hal itu saat visibilitas turun signifikan di bawah ambang batas minimal keselamatan pendaratan atau lepas landas, seperti yang terjadi pada 29-31 Agustus 2026.

Dia menuturkan, Bandara Tjilik Riwut juga dapat melakukan penyesuaian jam operasional bandara apabila dibutuhkan oleh maskapai. Selanjutnya bagi penumpang yang mengalami keterlambatan waktu terbang karena bencana karhutla, bandara juga menyediakan service recovery di area ruang tunggu secara gratis.

"Kami selalu memberikan update (perkembangan) informasi terbaru mengenai operasional penerbangan dengan tentu berdiskusi terlebih dahulu bersama pemangku kepentingan lainnya," tutur dia.

Made menuturkan, berdasarkan pemantauan visibilitas harian, kondisi sejak akhir Juli hingga saat ini (data terbaru 1 September 2026) masih fluktuatif.

Titik terparah tercatat pada 29–31 Agustus 2026, saat visibilitas sempat turun hingga 250–800 meter pada pagi hari, memaksa sejumlah penerbangan dibatalkan atau dialihkan.

Memasuki awal September, kondisi berangsur membaik meski visibilitas pagi hari masih fluktuatif yakni tercatat 1.300 meter pada pukul 08.00 WIB. Berdasarkan rekapitulasi 27 Juli–31 Agustus 2026, tercatat sekitar 20 kejadian gangguan operasional penerbangan akibat visibilitas di bawah minimal.

Hal ini meliputi penerbangan dibatalkan delapan kejadian, penerbangan dialihkan (divert) ke Bandara Sepinggan Balikpapan empat kejadian, RTB (kembali ke bandara asal dua kejadian, go around atau waiting at origin dua kejadian, serta keterlambatan (delay) empat kejadian.

 

Puncak Gangguan

Puncak gangguan terjadi pada 30–31 Agustus 2026, ketika beberapa penerbangan IU, QG, JT, GA, ID, SI mengalami pembatalan dan pengalihan beruntun dalam satu hari akibat visibilitas jatuh di bawah 1.000 meter.

Adapun saat ini jumlah frekuensi penerbangan masih sama, yaitu sekitar 10 frekuensi dengan berbagai rute dengan rata-rata 2.397 penumpang per hari selama Agustus 2026.

Rute penerbangan yang tersedia yakni Jakarta (CGK), Surabaya (SUB), Semarang (SRG), Yogyakarta (YIA), Balikpapan (BPN) serta beberapa rute perintis seperti Kuala Pembuang, Muara Teweh dan Puruk Cahu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6