Trik Mengetuk Lantai dengan Koin untuk Menemukan Keramik yang Mulai Kopong, Mudah dan Praktis

Trik mengetuk lantai dengan koin untuk menemukan keramik yang mulai kopong dapat menjadi cara sederhana untuk melakukan pemeriksaan awal.

Diterbitkan 01 September 2026, 19:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keramik lantai bisa terlihat kokoh dari luar, padahal bagian bawahnya mulai kehilangan daya rekat. Kondisi ini sering ditandai bunyi berbeda ketika permukaan ubin diketuk secara perlahan. Salah satu pemeriksaan sederhana di rumah ialah trik mengetuk lantai dengan koin untuk menemukan keramik yang mulai kopong, tanpa memerlukan peralatan khusus.

Permukaan ubin berongga biasanya menghasilkan suara lebih nyaring atau menggema dibandingkan bagian lantai berisi padat. Perbedaan karakter bunyi tersebut menjadi petunjuk awal sebelum kerusakan berkembang menjadi retakan, nat terlepas, atau ubin terangkat. Melalui trik mengetuk lantai dengan koin untuk menemukan keramik yang mulai kopong, area mencurigakan bisa diperiksa secara lebih mudah.

Meski praktis, suara kosong tidak selalu menjadi bukti mutlak terdapat rongga di bawah ubin. Jenis keramik, ketebalan material, struktur lantai, hingga bahan perekat dapat memengaruhi karakter suara saat diketuk. Oleh sebab itu, trik mengetuk lantai dengan koin untuk menemukan keramik yang mulai kopong sebaiknya dipakai sebagai pemeriksaan awal, sebelum menentukan langkah perbaikan.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (1/9/2026).

Mengapa Bisa Mengetuk Keramik Pakai Koin?

Mengetuk keramik menggunakan koin dapat menjadi cara sederhana untuk mengenali kemungkinan adanya rongga di bawah permukaan ubin. Metode ini memanfaatkan perbedaan suara pantulan ketika koin menyentuh keramik. Bagian ubin yang menempel cukup rapat pada lapisan di bawahnya biasanya menghasilkan suara lebih padat, sedangkan area berongga dapat terdengar lebih nyaring, kosong, atau menggema. Berikut beberapa alasannya:

Membantu Mengenali Perbedaan Struktur di Bawah Keramik

Ketika keramik dipasang, bagian bawah ubin idealnya memperoleh dukungan dari perekat atau adukan secara cukup merata. Jika terdapat ruang kosong di antara ubin dan lapisan dasar, karakter suara ketika diketuk dapat berubah.

Koin dapat digunakan sebagai alat sederhana untuk membandingkan suara dari beberapa bagian lantai. Anda tidak perlu membongkar keramik terlebih dahulu untuk melakukan pemeriksaan awal.

Koin Menghasilkan Bunyi yang Mudah Dibandingkan

Benda logam seperti koin mampu menghasilkan suara cukup jelas ketika diketukkan pada permukaan keras. Hal ini memudahkan Anda mendengarkan perbedaan bunyi antara satu ubin dan ubin lain.

Keramik yang terpasang solid cenderung menghasilkan bunyi lebih pendek dan padat. Sebaliknya, bagian berongga dapat memberikan suara lebih nyaring atau memiliki gema lebih panjang.

Praktis untuk Pemeriksaan Awal

Penggunaan koin tidak membutuhkan peralatan khusus. Anda hanya perlu mengetukkan koin secara perlahan pada beberapa titik, kemudian membandingkan karakter suara yang muncul.

Metode ini cocok dilakukan ketika Anda mencurigai adanya keramik kopong, terutama jika terdapat tanda seperti nat retak, ubin sedikit bergerak, atau permukaan mulai terangkat.

Tidak Perlu Langsung Membongkar Keramik

Salah satu keuntungan pemeriksaan menggunakan koin adalah Anda dapat mencari area mencurigakan tanpa merusak lantai. Jika ditemukan suara berbeda, lokasi tersebut dapat ditandai terlebih dahulu untuk diperiksa lebih lanjut.

Meski praktis, hasil ketukan tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk memastikan keramik mengalami masalah. Jenis ubin, ketebalan material, konstruksi lantai, dan bahan perekat juga dapat memengaruhi suara.

Cara Mengetuk Lantai dengan Koin untuk Menemukan Keramik Kopong

1. Siapkan Koin

Pilih koin berbahan logam yang nyaman digenggam dan cukup kuat untuk menghasilkan suara saat menyentuh permukaan keramik. Anda tidak membutuhkan koin khusus maupun peralatan mahal untuk melakukan pemeriksaan sederhana ini. Sebelum digunakan, pastikan permukaan koin bersih dari debu, minyak, atau kotoran lain agar tidak meninggalkan noda pada lantai, terutama bila keramik memiliki permukaan berwarna terang atau lapisan khusus.

Pilih pula waktu pemeriksaan saat suasana di sekitar relatif tenang. Suara televisi, percakapan, kendaraan, mesin rumah tangga, atau aktivitas lain dapat mengganggu pendengaran sehingga perbedaan karakter bunyi sulit dikenali. Semakin minim suara latar, semakin mudah Anda membandingkan bunyi setiap bagian keramik.

2. Mulai dari Keramik yang Diduga Bermasalah

Setelah koin siap, mulailah memeriksa keramik secara perlahan. Pegang koin secara stabil, kemudian ketukkan bagian tepinya pada permukaan ubin menggunakan tenaga ringan. Tidak perlu memukul keras sebab tujuan pemeriksaan ini bukan memberikan tekanan besar pada keramik, melainkan mendengarkan perubahan suara pada beberapa titik berbeda.

Awali pemeriksaan dari bagian tengah keramik, kemudian lanjutkan menuju sisi, sudut, dan area lain secara berurutan. Dengarkan suara setiap kali koin menyentuh permukaan. Lakukan ketukan secara konsisten agar perbedaan bunyi lebih mudah dibandingkan. Jika terdapat satu bagian menghasilkan suara berbeda secara cukup jelas, perhatikan kembali area tersebut untuk memastikan hasilnya.

3. Bandingkan Suara Antar

bagianSetelah memeriksa satu ubin, ketuk keramik di sebelahnya menggunakan cara serupa. Perbandingan langsung menjadi bagian penting dalam pemeriksaan sebab setiap jenis keramik dapat memiliki karakter suara berbeda. Dengan membandingkan beberapa ubin pada area sama, Anda akan lebih mudah mengenali perubahan bunyi.

Keramik yang menempel secara solid pada lapisan di bawahnya biasanya menghasilkan suara relatif padat, pendek, atau tidak terlalu menggema. Sebaliknya, bagian tertentu yang memiliki rongga dapat terdengar lebih kosong, nyaring, atau menghasilkan gema lebih panjang ketika diketuk.

Jangan terburu-buru menyimpulkan hanya berdasarkan satu ketukan. Periksa beberapa titik pada ubin tersebut sebab kondisi di bawah keramik tidak selalu seragam. Satu bagian dapat menempel cukup kuat, sedangkan bagian lain mungkin memiliki rongga akibat distribusi perekat atau adukan kurang merata.

 

4. Tandai Area yang Memiliki Bunyi Berbeda

Jika menemukan bagian tertentu menghasilkan suara berbeda secara konsisten, tandai lokasinya agar lebih mudah diperiksa kembali. Anda dapat menggunakan selotip kertas, potongan selotip kecil, atau penanda sementara lain yang mudah dilepas tanpa meninggalkan noda pada permukaan keramik.

Penandaan ini juga membantu apabila terdapat beberapa ubin atau titik mencurigakan dalam satu ruangan. Setelah seluruh area selesai diperiksa, Anda dapat kembali mendengarkan bagian tersebut dan membandingkannya dengan keramik lain sebelum menentukan langkah berikutnya.

Hindari penggunaan spidol permanen atau bahan penanda sulit dibersihkan, terutama pada keramik berpori, bertekstur, atau memiliki lapisan dekoratif. Bekas tinta dapat masuk ke celah permukaan dan justru menimbulkan noda baru.

5. Periksa Kondisi Fisik Keramik

Setelah menemukan area dengan suara berbeda, lanjutkan pemeriksaan secara visual. Perhatikan apakah terdapat garis retak pada permukaan, nat mulai terbuka, bagian tepi terangkat, atau posisi ubin tampak sedikit berubah dibandingkan keramik di sekitarnya. Tanda-tanda tersebut dapat menjadi petunjuk tambahan mengenai kondisi lantai.

Anda juga dapat memperhatikan respons keramik ketika diinjak secara normal. Jika ubin terasa bergerak, berbunyi, atau memiliki sensasi berbeda dibandingkan permukaan di sekitarnya, area tersebut sebaiknya mendapat perhatian lebih lanjut. Meski begitu, jangan memberikan tekanan berlebihan hanya untuk menguji kekuatannya.

Keramik yang sudah retak, terangkat, atau terasa tidak stabil sebaiknya tidak dipaksa. Pemeriksaan menggunakan koin pada dasarnya hanya menjadi langkah awal untuk menemukan area mencurigakan. Jika ditemukan kerusakan cukup luas atau kondisi lantai berpotensi membahayakan, pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga profesional dapat membantu menentukan metode perbaikan paling tepat.

 

Pertanyaan Seputar Trik Mengetuk Lantai dengan Koin

Apakah keramik kopong bisa diketahui hanya dari bunyinya?

Bisa menjadi indikasi awal. Keramik yang memiliki rongga di bawahnya sering menghasilkan suara lebih kosong, nyaring, atau menggema ketika diketuk. Meski begitu, bunyi tersebut belum cukup untuk memastikan keramik benar-benar kopong.

Bagaimana cara mengetuk keramik menggunakan koin?

Pegang koin, lalu ketukkan bagian tepinya secara perlahan pada beberapa titik permukaan keramik. Dengarkan bunyi dari bagian tengah, tepi, dan sudut, kemudian bandingkan hasilnya dengan ubin di sekitarnya.

Mengapa koin bisa digunakan untuk mengecek keramik kopong?

Koin dapat menghasilkan bunyi cukup jelas ketika menyentuh permukaan keras. Perubahan karakter suara dapat membantu membedakan area keramik berisi padat dari bagian tertentu yang diduga memiliki rongga.

Seperti apa suara keramik yang mulai kopong?

Keramik kopong umumnya menghasilkan suara lebih nyaring, kosong, atau memiliki gema lebih panjang. Sebaliknya, bagian berisi padat cenderung menghasilkan bunyi lebih pendek dan terdengar solid.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6