Liputan6.com, Jakarta - Kumpulan doa islami untuk hati tenang merupakan amalan yang sangat dibutuhkan oleh setiap Muslim di tengah kehidupan yang penuh dengan berbagai ujian dan tantangan. Islam mengajarkan ketenangan hati dicapai dengan kedekatan dengan Allah SWT.
Allah berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28). Ayat ini menjadi fondasi utama bahwa dzikir dan doa adalah kunci utama untuk meraih ketenangan jiwa.
Hati diibaratkan seperti raja atau pemimpin. Sementara anggota tubuh lainnya adalah rakyatnya. Jika hati dalam kondisi baik, seluruh anggota tubuh akan ikut baik. Namun jika hati sedang tidak baik-baik saja, maka seluruh tubuh pun akan merasakan dampaknya.
Advertisement
Rasulullah SAW mengajarkan banyak doa yang dapat dipanjatkan saat hati dilanda kegelisahan, kecemasan, maupun kesedihan. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa dzikir dan doa adalah amalan yang dapat dilakukan dalam berbagai keadaan dan memiliki pengaruh besar dalam menentramkan jiwa.
Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam Buku Dzikir Pagi dan Petang dan Hisnul Muslim menyusun berbagai dzikir yang dapat menjadi perisai dalam menghadapi cobaan sekaligus penentram jiwa gundah gulana.
Doa-Doa Islami untuk Ketenangan Hati
Berikut adalah kumpulan doa yang dapat diamalkan untuk meraih ketenangan hati dan pikiran, lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya.
1. Doa Nabi Yunus AS: Doa Ketenangan Hati dan Kemudahan Urusan
Doa ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Yunus AS ketika berada dalam perut ikan paus dalam kegelapan yang bertumpuk-tumpuk. Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca saat hati sedang gelisah dan membutuhkan pertolongan Allah.
Arab: لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Latin: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn
Arti: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya’: 87)
Rasulullah SAW bersabda: “Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika berdoa di perut ikan, tidaklah seorang muslim berdoa dengan doa ini dalam hal apapun melainkan Allah pasti mengabulkan doanya.” (HR. At-Tirmidzi).
Doa ini mengandung empat unsur yang menjadikannya sangat mustajab: tauhid (pengesaan Allah), pensucian Allah dari segala aib, pengakuan hamba akan kezhaliman dirinya, dan penghambaan diri kepada Allah.
2. Doa Perlindungan dari Murka dan Gangguan Setan
Doa ini dianjurkan dibaca saat hati sedang galau dan risau, terutama ketika cemas menyergap di malam hari sehingga tidak bisa tidur.
Arab: أَعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّياطِينِ وأنْ يَحْضُرُونِ
Latin: A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min ghadhabihī, wa ‘iqābihī, wa syarri ‘ibādihī, wa min hamazātis syayāthīni wa an yahdhurūn
Arti: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, keburukan hamba-Nya, gangguan setan, dan setan yang hadir.”
Doa ini diriwayatkan dalam berbagai hadits dan tercantum dalam Hisnul Muslim serta NU Online Jabar.
3. Doa Memohon Hati Tenang dengan Al-Qur'an
Doa ini adalah doa yang sangat agung, memohon agar Al-Qur'an menjadi penyejuk hati dan penghilang kesedihan. Doa ini diriwayatkan dalam hadits shahih dan tercantum dalam berbagai kitab.
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَائُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ القُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِي وَنُوْرَ صَدْرِي وَجِلَاءَ غَمِّي وَذَهَابَ حُزْنِي وَهَمِّي
Latin: Allāhumma innī ‘abduka, wabnu ‘abdika, wabnu amatika. Nāshiyatī bi yadika mādhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qadhā’uka. As’aluka bi kulli ismin huwa laka sammayta bihī nafsaka, wa anzaltahū fī kitābika, aw ‘allamtahū ahadan min khalqika, awista’tsarta bihī fī ilmil ghaybi ‘indaka, an taj’alal qur’āna rabī‘a qalbī, wa nūra shadrī, wa jilā’a ghammī, wa dzahāba huznī wa hammī
Arti: “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu yang laki-laki dan anak dari hamba-Mu yang perempuan. Ubun-ubunku ada di tangan-Mu, keputusan-Mu telah berlaku atasku, ketetapan-Mu adil bagiku. Aku memohon kepada-Mu dengan seluruh nama yang Engkau miliki, yang Engkau namakan untuk diri-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu, atau Engkau khususkan dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar Engkau menjadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, pelenyap kesedihanku, dan penghilang duka serta kegelisahanku.”
4. Doa Perlindungan dari Kelemahan, Kemalasan, dan Ketakutan
Doa ini adalah doa perlindungan yang sangat komprehensif, mencakup permohonan perlindungan dari sifat-sifat negatif yang dapat merusak ketenangan hati.
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
Latin: Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal harami, wal bukhli. Wa a‘ūdzu bika min ‘adzābil qabri wa min fitnatil mahyā wal mamāt
Arti: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”
Doa ini diriwayatkan dalam HR. Bukhari dan tercantum dalam berbagai kitab doa.
5. Doa Kelapangan Dada dan Kemudahan Urusan — Doa Nabi Musa AS
Doa ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Musa AS ketika diutus kepada Fir‘aun, memohon kelapangan dada dan kemudahan urusan.
Arab: رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Latin: Rabbisyraḥ lī shadrī, wa yassir lī amrī, waḥlul ‘uqdatan min lisānī yafqahū qawlī
Arti: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka memahami perkataanku.” (QS. Thaha: 25-28)
6. Doa Memohon Jiwa yang Tenang (Nafsan Muthma’innah)
Doa ini adalah permohonan agar Allah menganugerahkan jiwa yang benar-benar tenang, yang tidak mudah goyah oleh ujian dan fitnah.
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ
Latin: Allāhumma innī as’aluka nafsan bika muthma’innah, tu’minu biliqā’ika, wa tardhā biqadhā’ika, wa taqna‘u bi‘athā’ika
Arti: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang tenang, yang percaya pada pertemuan dengan-Mu, rela dengan ketetapan-Mu, dan merasa cukup dengan pemberian-Mu.”
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Thabrani dan tercantum dalam berbagai kitab.
7. Doa Perlindungan dari Fitnah dan Kezaliman
Doa ini diambil dari Al-Qur'an dan dipanjatkan untuk memohon perlindungan dari fitnah dan kezaliman orang-orang yang berbuat jahat.
Arab: رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Latin: Rabbanā lā taj‘alnā fitnatan lil qaumizh zhālimīn, wa najjinā birahmatika minal qaumil kāfirīn
Arti: “Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang-orang yang kafir.” (QS. Yunus: 85-86)
Dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa permohonan ini adalah bentuk perlindungan agar Allah tidak menjadikan umat yang benar sebagai objek penindasan yang seolah-olah membenarkan tindakan sang pemfitnah.
8. Doa Perlindungan dari Kegelisahan dan Kesedihan Doa ini adalah doa perlindungan dari kegelisahan (al-hamm) dan kesedihan (al-hazan) yang sangat dianjurkan untuk dibaca saat hati dilanda kecemasan.
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
Latin: Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal hammi wal hazan, wa a‘ūdzu bika minal ‘ajzi wal kasal
Arti: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan.”
Cara dan Waktu Terbaik Mengamalkan Doa Ketenangan Hati
Waktu-Waktu yang Dianjurkan
Pertama, setelah shalat fardhu. Waktu setelah sholat adalah salah satu waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Dalam kondisi ini, seorang hamba berada dalam keadaan suci, khusyuk, dan baru saja menyelesaikan ibadah yang agung.
Kedua, setiap pagi dan petang hari. Dzikir pagi dan petang adalah amalan harian yang sangat dianjurkan untuk meraih ketenangan hati. Allah berfirman: “Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.” (QS. Ghafir: 55).
Ketiga, saat hati sedang gelisah dan galau. Doa-doa penenang hati dapat dibaca kapan saja ketika seseorang merasakan kegelisahan, kecemasan, atau ketakutan yang berlebihan.
Keempat, sepertiga malam terakhir. Waktu ini adalah waktu yang sangat istimewa untuk berdoa, termasuk doa memohon ketenangan hati.
Kelima, saat menghadapi fitnah dan ujian hidup. Ketika menghadapi tekanan, fitnah, atau kesulitan, doa-doa seperti “Rabbanā lā taj‘alnā fitnatan...” sangat dianjurkan untuk dibaca.
Tata Cara Pengamalan
Pertama, berwudhu terlebih dahulu. Membaca doa dalam keadaan suci lebih utama dan menunjukkan penghormatan kepada Allah SWT.
Kedua, menghadap kiblat. Dianjurkan untuk menghadap kiblat saat berdoa, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.
Ketiga, mengangkat kedua tangan. Mengangkat tangan saat berdoa adalah adab yang diajarkan dalam Islam.
Keempat, membaca dengan khusyuk dan penuh keyakinan. Doa harus dibaca dengan hati yang hadir, memahami makna yang diucapkan, dan yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa.
Kelima, memulai dengan pujian kepada Allah dan shalawat. Dianjurkan untuk memulai doa dengan memuji Allah dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Keenam, diulang tiga kali. Sebagian doa dianjurkan untuk dibaca tiga kali sebagai bentuk penekanan permohonan.
Hikmah Doa Islami untuk Ketenangan Hati
Pertama, mendekatkan diri kepada Allah dan meraih pertolongan-Nya. Dengan berdoa, seorang Muslim mengakui bahwa hanya Allah-lah yang mampu memberikan ketenangan dan menyelesaikan segala permasalahan. Doa adalah bentuk ketergantungan penuh kepada Allah yang akan mendatangkan pertolongan-Nya. Sebagaimana firman-Nya: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al-Mukmin: 60).
Kedua, menghilangkan kegelisahan dan kecemasan. Doa-doa seperti “Lā ilāha illā anta subḥānaka...” dan “Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal hammi wal hazan...” secara khusus dirancang untuk menghilangkan kegelisahan dan mendatangkan ketenangan jiwa. Dengan berdoa, seorang Muslim menyerahkan segala kekhawatirannya kepada Allah, sehingga hati menjadi tenang.
Ketiga, memperkuat keimanan dan ketawakalan. Doa penenang hati mengajarkan seorang Muslim untuk senantiasa bertawakal kepada Allah dalam setiap situasi. Dengan mengamalkan doa-doa ini, keimanan bertambah kuat dan muncul keberanian dari dalam diri untuk menghadapi hal yang sulit dengan keyakinan bahwa Allah akan senantiasa memberikan pertolongan dan perlindungan.
Keempat, menjadi benteng perlindungan dari berbagai keburukan. Doa-doa seperti “A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti...” dan “Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal ‘ajzi...” adalah benteng perlindungan dari murka Allah, gangguan setan, kelemahan diri, dan berbagai keburukan lainnya yang dapat mengganggu ketenangan hati.
Kelima, mendatangkan keberkahan dan kedamaian dalam hidup. Dengan mengamalkan doa-doa ketenangan hati secara istiqamah, seorang Muslim akan merasakan kedamaian dan keberkahan dalam kehidupannya. Hati yang tenang akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan—baik dalam hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama, maupun dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Pertanyaan Seputar Doa Ketenangan Hati
1. Doa apa yang paling ampuh untuk menenangkan hati?
Doa yang paling ampuh untuk menenangkan hati adalah doa Nabi Yunus AS: “Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn” karena doa ini mengandung tauhid, pensucian Allah, pengakuan dosa, dan penghambaan diri, serta dijamin mustajab oleh Rasulullah SAW.
2. Kapan waktu terbaik membaca doa ketenangan hati?
Waktu terbaik membaca doa ketenangan hati adalah setelah shalat fardhu, setiap pagi dan petang hari, saat hati sedang gelisah, pada sepertiga malam terakhir, serta saat menghadapi fitnah dan ujian hidup.
3. Apa doa yang dibaca saat hati sedang galau?
Saat hati sedang galau, dianjurkan membaca doa “A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min ghadhabihī, wa ‘iqābihī, wa syarri ‘ibādihī, wa min hamazātis syayāthīni wa an yahdhurūn” (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, keburukan hamba-Nya, gangguan setan, dan setan yang hadir).
4. Apakah ada doa ketenangan hati dari Al-Qur'an?
Ya, ada beberapa doa ketenangan hati dari Al-Qur'an, antara lain doa Nabi Yunus AS dalam Surah Al-Anbiya' ayat 87 (“Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn”), doa Nabi Musa AS dalam Surah Thaha ayat 25-28 (“Rabbisyraḥ lī shadrī...”), dan doa dalam Surah Yunus ayat 85-86 (“Rabbanā lā taj‘alnā fitnatan...”).
5. Bagaimana cara mengamalkan doa ketenangan hati agar lebih mustajab?
Cara mengamalkan doa ketenangan hati agar lebih mustajab adalah dengan berwudhu terlebih dahulu, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, membaca dengan khusyuk dan penuh keyakinan, memulai dengan pujian kepada Allah dan shalawat, serta mengulang doa tiga kali.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302055/original/028598000_1784530995-Presiden_ke-7_Jokowi_kumpulkan_teman_kuliah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321440/original/060833200_1786441575-masjid-maba-QhzQfD0ihnI-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340266/original/083184100_1788497757-IMG_20260904_102107.jpg-768x549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826798/original/006051700_1426131169-1842092shutterstock-175158260780x390.jpg)