Liputan6.com, Jakarta - Dampak kemarau panjang selama dua bulan terakhir kian mengancam ketersediaan air bersih di Kabupaten Probolinggo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 19 desa dan 16 dusun di tujuh kecamatan kini berada dalam status rawan krisis air bersih.
Kondisi memprihatinkan salah satunya terlihat di Dusun Paoan, Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan. Mengeringnya sumber air utama membuat warga menggantungkan kebutuhan sehari-hari pada pasokan rutin truk tangki BPBD. Kedatangan armada air bersih langsung disambut warga yang mengantre sambil membawa jeriken, galon, hingga ember.
Keterbatasan pasokan membuat warga harus mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Advertisement
“Airnya kami hemat. Yang paling utama untuk minum dan memasak. Kalau untuk mandi dan mencuci, kami kurangi,” ujar Nurhayati, warga Dusun Paoan, Jumat (4/9/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan warga di titik tersebut, BPBD menggelontorkan 10.000 liter air bersih yang dibagi ke dua titik distribusi. Pasokan itu diperuntukkan bagi 112 Kepala Keluarga (KK).
Berdasarkan pemetaan BPBD, krisis air bersih kini tersebar di tujuh kecamatan, yakni Tiris, Banyuanyar, Tegalsiwalan, Wonomerto, Leces, Kuripan, dan Tongas.
Langkah Pemkab Probolinggo
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menegaskan, pemetaan wilayah terdampak diperlukan untuk menentukan prioritas distribusi bantuan.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang memang harus terpenuhi. Pemetaan wilayah terdampak membantu kami menentukan skala prioritas agar distribusi air mengucur ke daerah yang paling mendesak,” tegas Oemar.
Selain penanganan darurat melalui distribusi air bersih, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan yang berulang setiap musim kemarau. Pemkab merencanakan pembangunan 17 titik sumur bor di kawasan yang rawan kekeringan ekstrem.
"Langkah ini diharapkan menjadi sumber air alternatif permanen bagi warga, sehingga kemandirian air bersih di wilayah terdampak dapat terwujud tanpa harus terus bergantung pada bantuan armada tangki setiap musim kemarau tiba," tambahnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340333/original/035396900_1788502118-cek_fakta_purbaya_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340547/original/043618100_1788509701-Probolinggo_Bantuan_Air_Bersih.jpg.2000x1333_q85_crop.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340350/original/098363100_1788503208-1001628207.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340331/original/011480900_1788502046-IMG-20260904-WA0040.jpg)