Kepala SPPG Kalitengah Dicopot Imbas Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo

BGN mencopot kepala SPPG Kalitengah dan menghentikan operasional dapur usai 740-an santri diduga keracunan MBG.

Diterbitkan 04 September 2026, 16:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mencopot kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo, setelah ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam mengalami gejala dugaan keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn) Trenggono mengatakan, pihaknya bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta staf kepresidenan telah datang langsung ke Ponpes Manbaul Hikam untuk melihat kondisi para korban sekaligus memastikan penanganan kejadian tersebut.

"Atas laporan dari pengasuh pondok pesantren, yang terdampak adalah 740-an. Kemudian sampai dengan pagi ini sudah kembali semua. Tinggal 22 di sembilan rumah sakit atau tempat kesehatan dan semua sudah dalam kondisi pulih, dalam kondisi baik," kata Trenggono, Jumat (4/9/2026).

Trenggono juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia mengatakan, dugaan awal mengarah pada kelalaian atau ketidakpatuhan petugas dapur dalam menjalankan prosedur operasional standar (SOP).

"Kami menyampaikan permohonan maaf kami atas mungkin kelalaian ataupun ketidakpatuhan petugas dapur dalam mengoperasikan sehingga adanya kejadian fatal," ujarnya.

Selain mencopot kepala dapur, BGN menghentikan operasional dapur SPPG yang memasok makanan ke Ponpes Manbaul Hikam.

"Begitu kejadian, dapurnya tidak dioperasionalkan dan kepala dapurnya dicopot," tegasnya.

Trenggono menegaskan, penghentian operasional dapur merupakan bagian dari evaluasi dan penanganan atas insiden tersebut. Ia menyebut, secara umum tata kelola program MBG telah memiliki SOP yang wajib dipatuhi setiap pengelola dapur.

"Secara SOP dan sebagainya sudah sesuai. Yang terjadi keracunan itu karena ketidakpatuhan terhadap SOP. Itu yang perlu digarisbawahi," katanya.

Evaluasi BGN Usai Insiden MBG

BGN memastikan evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan program MBG, termasuk penegakan kepatuhan mitra terhadap ketentuan yang berlaku.

"Kita terus memperbaiki tata kelola. Kita terus mengevaluasi apa saja kekurangannya," jelasnya.

Terkait pemantauan dapur SPPG yang terdampak, Trenggono menyebut akan melakukan peninjauan langsung setelah salat Jumat. Ia mengatakan telah melihat salah satu dapur sebagai contoh dan menemukan beberapa catatan perbaikan bagi mitra.

"Kalau tadi, salah satu dapur contoh yang bisa dilihat memang secara umum sudah cukup baik. Hanya ada beberapa koreksi atau evaluasi yang nanti akan dipenuhi oleh mitra," tuturnya.

Menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan penindakan terhadap pemilik SPPG, Trenggono menegaskan sanksi saat ini difokuskan pada kepala dapur.

"Bukan pemilik SPPG, kepala dapur yang akan dicopot," katanya.

Ia menekankan, jika evaluasi menemukan unsur kesengajaan atau kesalahan akibat kelalaian, penanganan akan mengikuti ketentuan yang berlaku.

"Nanti kalau ada kesengajaan ataupun kesalahan karena kelalaian, akan disesuaikan dengan aturan," pungkasnya.