Liputan6.com, Jakarta - Suara dentuman misterius terdengar di Bandung, Cimahi, hingga Sumedang sejak Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari. Hingga kini, belum diketahui penyebab dentuman tersebut.
Vany (28), warga Cimahi, mengaku pertama kali mendengar dentuman setelah terbangun sekitar pukul 00.49 WIB. Sebelumnya, dia sudah tidur sejak pukul 21.00 WIB.
Saat membuka Threads sebelum kembali tidur, Vany melihat sejumlah warganet sedang ramai membicarakan suara dentuman.
Advertisement
Tak lama kemudian, dia ikut mendengar suara tersebut dari rumahnya. Awalnya, Vany mengira suara itu berasal dari pentas atau kegiatan soundcheck di kompleks sekitar rumahnya.
Namun, suara tersebut terus terdengar dan semakin jelas. Memasuki pukul 01.00-02.00 WIB, dentuman bahkan terasa cukup kuat hingga membuat jendela dan tirai di rumahnya bergetar.
"Saya denger juga. Aku di Cimahi dan dentumannya kedengeran jelas," kata Vany saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu.
Menurut Vany, suara dentuman tersebut masih terdengar hingga sekitar pukul 03.00 WIB. Namun, pada pagi harinya, suara serupa sudah tidak lagi terdengar.
"Sekarang sudah enggak sih, bahkan tadi pagi jam 07.00-an juga sudah enggak kedengeran lagi," ujarnya.
Dentuman di Bandung
Kesaksian serupa disampaikan Agatha, warga Bandung. Dia bersama keluarganya mulai mendengar suara dentuman sekitar tengah malam.
"Jadi awalnya sekitar jam 12.00 malam saya dan keluarga mendengar dentuman-dentuman, diikuti dengan suara pintu dan jendela yang bergetar mengikuti suara dentuman," tutur Agatha.
Keluarga Agatha sempat mengira suara tersebut merupakan gempa. Namun, mereka tidak melihat tanda-tanda adanya getaran akibat gempa.
"Awalnya kami kira gempa, tetapi kondisi lampu gantung aman tidak bergerak. Lalu kami buka pintu, juga tidak ada angin," katanya.
Agatha menyebut dentuman itu terdengar cukup keras dan seolah berasal dari arah langit. Suara tersebut juga terus terdengar selama beberapa jam.
"Kurang lebih sampai jam 02.30 masih terdengar dentumannya," ujarnya.
Advertisement
Diduga Fenomena Skyquake
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menduga suara yang terdengar di langit Bandung dan sekitarnya merupakan fenomena skyquake. Meski penyebab pastinya masih belum diketahui.
Dia menyebut suara dentuman itu tidak berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan. Jarak yang sangat jauh hingga arah angin menjadi alasan aktivitas Anak Krakatau dinilai tidak memungkinkan terdengar hingga Kota Bandung.
“Secara fisika, letusan Krakatau seharusnya tidak terdengar di Kota Bandung. Makanya ini masih misteri sehingga disebut skyquake,” kata Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi.
Suaidi menyebut sejumlah kemungkinan masih perlu dikaji untuk mengetahui sumber suara tersebut. Salah satunya berkaitan dengan pelepasan gas metana dari endapan Danau Purba Bandung.
“Karena Bandung berkembang di atas Danau Purba. Danau Purba menghasilkan endapan danau yang terjebak. Ada jejaknya di Ranca Upas, Gedebage. Untuk menjawab itu, perlu kajian,” tuturnya.
Fenomena dentuman serupa sebelumnya juga pernah dilaporkan terjadi di Bogor pada 2020. Saat itu, penyebab suara tersebut juga belum dapat dipastikan.
“Hampir sama seperti sekarang, tidak ada ditemukan penyebabnya. Fenomena alam, dentuman di langit yang cerah,” ujar Suaidi.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147880/original/044633900_1662436165-WhatsApp_Image_2022-09-06_at_10.36.26_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340333/original/035396900_1788502118-cek_fakta_purbaya_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337217/original/027652600_1788237447-2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339836/original/090508200_1788430048-oknum_wartawan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/699933/original/_Dawn__Victims.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333583/original/017098800_1787797774-Lip6WhatsApp_Image_2026-08-26_at_08.34.02__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322222/original/067944300_1786521930-oMKslCY81b0i8vT2IotpGxNGauGErz74Uz1RFq1m.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331999/original/071976700_1787622591-IMG-20260824-WA0002.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331749/original/092266200_1787562236-20260824_160249.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331441/original/022564400_1787543640-509933.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331403/original/027822200_1787541838-Pitbull_serang_anak_perempuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324239/original/024357900_1786695972-bdg1.jpg)