Erupsi Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara

Penutupan dilakukan setelah hasil paper test menunjukkan indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara.

Diterbitkan 06 September 2026, 05:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi di Bandara Soekarno-Hatta.
  • Bandara ditutup sementara selama empat jam demi keselamatan penerbangan.
  • Sebanyak 33 penerbangan terdampak, termasuk pembatalan dan penundaan jadwal.

Liputan6.com, Jakarta - Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau terdeteksi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Kondisi tersebut menyebabkan operasional bandara ditutup sementara selama empat jam.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan penutupan dilakukan setelah hasil paper test menunjukkan indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara.

“Berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26 saat ini Minggu (6/9/2026), Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara mulai pukul 01.30 WIB sampai dengan 05.30 WIB,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa.

Hasil paper test yang dilakukan pada pukul 00.35–01.05 WIB menunjukkan indikasi keberadaan abu vulkanik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Ditjen Perhubungan Udara terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan operator penerbangan, pengelola bandara, penyedia layanan navigasi penerbangan, serta BMKG untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap keselamatan dan operasional penerbangan.

Berdasarkan data pemantauan per 5 September 2026 pukul 22.00 WIB, sebanyak 33 penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terdampak.

Pada penerbangan internasional, terdapat 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan kembali. Rute yang terdampak meliputi penerbangan dari dan menuju Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.

Sementara itu, pada penerbangan domestik terdapat empat pembatalan dan satu penerbangan yang dialihkan. Rute yang terdampak meliputi penerbangan dari dan menuju Lampung, serta penerbangan menuju Denpasar dan Surabaya.

 

Penyesuaian Jadwal

Ditjen Perhubungan Udara juga memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan jadwal penerbangan pada 6 September 2026.

Penyesuaian jadwal diperlukan untuk mengantisipasi dampak berantai terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, penerbangan berikutnya, dan kapasitas terminal.

“Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional, salah satunya adalah penyesuaian jadwal penerbangan yang dilakukan oleh maskapai,” katanya.

Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

Ditjen Perhubungan Udara mengimbau calon penumpang yang akan bepergian melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya. Penumpang juga diminta mengatur waktu perjalanan dengan mempertimbangkan kemungkinan perubahan jadwal.

Pemantauan dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait akan terus dilakukan. Informasi terbaru akan disampaikan apabila terdapat perubahan signifikan terhadap operasional penerbangan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6