Cerita Kepanikan Pemancing Lihat Erupsi Anak Krakatau Tengah Malam

Erupsi itu membuat panik warga yang beraktivitas tak jauh dari gunung tersebut.

Diterbitkan 05 September 2026, 08:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gunung Anak Krakatau erupsi Jumat-Sabtu dini hari, memicu kepanikan warga sekitar.
  • Rombongan pemancing, termasuk GRGarage, terpaksa meninggalkan lokasi karena erupsi.
  • 13 pemancing dievakuasi pukul 23.45 WIB berkat kapten kapal dan ABK berpengalaman.

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak Jumat (4/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari. Erupsi itu membuat panik warga yang beraktivitas tak jauh dari gunung tersebut.

Salah satunya pemilik akun TikTok GRGarage, Eghie. Dia mengaku sedang memancing bersama 12 rekannya di sekitar kawasan Anak Krakatau pada Jumat (4/9/2026) malam saat erupsi terjadi. 

“Semalam kami lagi mancing, dekat kawasan jam 23.00. Pas awal kejadian gunung sudah mengeluarkan asap dan gumpalan lava di jam 23.15 dan puncaknya di jam 23.30,” kata Eghie saat dihubungi Lipuntan6.com, Sabtu (5/9/2026).

Melihat erupsi semakin besar, kapten kapal langsung mengambil alih kemudi. Rombongan kemudian meninggalkan lokasi sekitar pukul 23.45 WIB.

“Pas sudah puncaknya, captain kapal langsung ambil alih kemudi dan kita langsung meninggalkan lokasi di jam 23.45-an,” ujarnya.

Sempat Panik

Keputusan tersebut diambil karena angin di sekitar lokasi bertiup sangat kencang. Rombongan juga khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan jika tetap berada di sekitar kawasan Anak Krakatau.

Mereka kemudian menempuh perjalanan sekitar empat hingga lima jam untuk mencapai daratan. Eghie bahkan masih melakukan siaran langsung hingga sekitar pukul 01.45 WIB.

Sebanyak 13 orang dari komunitas kantor ikut dalam kegiatan memancing tersebut. Mereka juga didampingi lima anak buah kapal (ABK) yang berpengalaman.

Menurut Eghie, suasana sempat membuat rombongan panik. Namun, pengalaman para ABK membuat kepanikan tidak berlangsung lama.

“Kita 13 orang yang mancing dari komunitas kantor. ABK ada lima orang. Sedikit panik, cuma dengan adanya ABK yang berpengalaman jadi rasa panik pun enggak begitu besar,” katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6