Bacaan Surah Maryam dan Artinya, Akhlak Perempuan Mulia

Dinamai "Maryam" karena surah ini mengandung kisah Maryam binti Imran, ibu dari Nabi Isa AS

Diterbitkan 05 September 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Surah Maryam dan artinya menjadi salah satu bahasan menarik dalam studi Al-Qur'an, karena surah ke-19 ini menyimpan begitu banyak hikmah tentang kesucian, keteguhan iman, dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

Dinamai "Maryam" karena surah ini mengandung kisah Maryam binti Imran, ibu dari Nabi Isa AS, seorang wanita yang dimuliakan Allah dan diabadikan namanya menjadi salah satu surat dalam kitab suci. Surah yang terdiri atas 98 ayat ini termasuk golongan Makkiyah, diturunkan di Mekkah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, bahkan sebelum para sahabat hijrah ke Habsyi.

Menariknya, dalam kehidupan masyarakat Indonesia, Surah Maryam memiliki tempat istimewa, terutama dalam tradisi tasyakuran kehamilan empat bulan atau yang dikenal dengan ngupati. Tradisi ngupati merupakan ritual syukuran yang dilakukan saat usia kehamilan memasuki empat bulan, dengan tujuan mendoakan keselamatan calon bayi.

Dalam prosesi ini, masyarakat membaca surat-surat pilihan dari Al-Qur'an, di antaranya Surah Yusuf, Surah Maryam, Surah Luqman, dan Surah Al-Waqi'ah. Pembacaan Surah Maryam diharapkan agar jika janin berjenis kelamin perempuan, ia dapat mewarisi sifat-sifat kesabaran dan ketakwaan Siti Maryam. Tradisi ini mencerminkan bagaimana nilai-nilai Qur'ani hidup dan mengalir dalam keseharian masyarakat Nusantara.

Bacaan Surah Maryam Teks Arab, Latin dan Artinya

Berikut adalah bacaan 5 ayat pertama Surah Maryam lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan terjemahannya.

Ayat 1

كۤهٰيٰعۤصۤ ۚ

Latin: Kaaf haa yaa ‘aiin saad

Artinya: "Kaaf haa yaa ‘aiin saad."

Ayat 2

ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهٗ زَكَرِيَّا ۚ

Latin: Zikru rahmati rabbika ‘abdahuu zakariyyaa

Artinya: "(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria."

Ayat 3

اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ نِدَاۤءً خَفِيًّا

Latin: Iz naadaa rabbahuu nidaa'an khafiyyaa(n) Artinya: "(yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lirih."

Ayat 4

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا Latin: Qaala rabbi innii wahanal-‘azmu minnii wasyta‘alar-ra'su syaibaw wa lam akum bidu‘aa'ika rabbi syaqiyyaa(n) Artinya: "Dia (Zakaria) berkata, 'Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah, kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, wahai Tuhanku.'"

Ayat 5

وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا ۙ Latin: Wa innii khiftul-mawaaliya miw waraa'ii wa kaanatimra'atii ‘aaqiran fahab lii mil ladunka waliyyaa(n) Artinya: "Sesungguhnya aku khawatir terhadap keluargaku sepeninggalku, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul. Anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu."

Selengkapnya bisa dibaca di sini

Tafsir dan Kandungan Surah Maryam

Pokok-Pokok Isi Surah Maryam

Surah Maryam mengandung beberapa pokok ajaran utama yang mencakup aspek keimanan, kenabian, dan akhlak:

1. Kekuasaan mutlak Allah

Surah ini menegaskan bahwa Allah berbuat sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, kendatipun menyimpang dari hukum-hukum alam. Kelahiran Nabi Isa AS tanpa ayah menjadi bukti nyata kesempurnaan kekuasaan Allah.

Kedua, tentang bantahan terhadap keyakinan yang menyekutukan Allah. Surah ini dengan tegas menyatakan bahwa Isa AS bukanlah anak Allah, karena mustahil Allah mempunyai anak. Ketiga, tentang kisah para nabi yang menjadi teladan, meliputi kisah Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Isa AS, dan Nabi Ibrahim AS.

2. Kisah Para Nabi dalam Surah Maryam

Surah ini dibuka dengan kisah Nabi Zakaria AS yang memohon kepada Allah agar dikaruniai seorang putra di usianya yang sudah lanjut. Dalam QS. Maryam ayat 4, Zakaria berkata:

"Rabbi innī wahanal-'ażmu minnī wasyta'alar-ra'su syaibaw wa lam akun bidu'ā'ika rabbi syaqiyyā" "Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah melemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, sedang aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku".

Doa ini mengajarkan kejujuran dalam bermunajat dan keyakinan bahwa Allah tidak pernah mengecewakan hamba-Nya yang berdoa.

Kemudian surah ini beralih pada kisah Maryam yang mengasingkan diri dari keluarganya. Di tempat sunyi itulah Malaikat Jibril datang menyampaikan kabar bahwa Maryam akan mengandung seorang putra tanpa sentuhan laki-laki. Maryam yang menjaga kehormatan dan kesuciannya merespons dengan memohon perlindungan kepada Allah.

3. Kelahiran Nabi Isa dan Mukjizatnya

Kisah puncak dalam Surah Maryam adalah kelahiran Nabi Isa AS. Ketika rasa sakit melahirkan memaksanya bersandar pada pangkal pohon kurma, Maryam mengucapkan keluhan yang sangat manusiawi:

"Duhai, seandainya aku mati sebelum ini dan menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan (selama-lamanya)".

Syaikh Ibnu 'Asyur dalam tafsirnya At-Tahrīr wa At-Tanwīr menjelaskan bahwa perkataan Maryam ini bukanlah ketidakbersyukuran, melainkan ekspresi kekhawatirannya akan kehormatan keluarga yang terfitnah. Hal ini menunjukkan kedudukan sabar dan kejujuran yang dimiliki Maryam dalam menerima ujian dari Allah.

Allah kemudian memberikan pertolongan dengan menciptakan aliran air di bawah kakinya dan memerintahkan Maryam untuk menggoyangkan pohon kurma agar buahnya jatuh sebagai sumber kekuatan.

Setelah kelahiran, Maryam kembali kepada kaumnya dengan membawa bayinya. Ketika dicela dan dituduh melakukan perbuatan tercela, mukjizat terjadi: Nabi Isa AS yang masih dalam buaian berbicara. Dalam ucapannya, ia menegaskan:

"Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia (akan) memberiku Kitab (Injil) dan menjadikan aku seorang nabi" (QS. Maryam: 30).

Imam Al-Qurthubi dalam Al-Jāmi' li Ahkām Al-Qur'ān menegaskan bahwa perkataan ini membatalkan keyakinan kaum Nasrani yang menganggap Isa sebagai bagian dari trinitas. Syaikh Ali Al-Faifi berkomentar, "Lihatlah kepada kesesatan orang-orang Nasrani, yaitu pokok akidah mereka menyelisihi kalimat yang pertama kali diucapkan oleh Nabi mereka".

Asbabun Nuzul Surah Maryam

Asbabun nuzul atau sebab-sebab turunnya ayat-ayat dalam Surah Maryam tercatat dalam beberapa riwayat.

Ayat 64, yang artinya: "Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita".

Ayat ini turun ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada Malaikat Jibril, "Apa yang menghalangimu mengunjungi kami lebih sering daripada biasanya?". Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Jibril kemudian menjawab dengan firman Allah tersebut.

Ayat 77-80 turun berkaitan dengan seorang pria kafir bernama Al-'Ash bin Wa'il yang enggan membayar utangnya kepada seorang muslim bernama Khabbab. Khabbab yang bekerja sebagai tukang besi pada masa Jahiliyah datang menagih utang kepada Al-'Ash bin Wa'il. Namun Al-'Ash berkata, "Saya tidak akan melunasi sampai kamu mengingkari Muhammad".

Khabbab menjawab dengan tegas bahwa ia tidak akan mengingkari Muhammad sampai Allah mematikan dan membangkitkannya. Al-'Ash kemudian berkata, "Biarkan aku sampai mati dan dibangkitkan, nanti saya akan diberi anak dan harta lalu melunasimu". Maka turunlah firman Allah, yang artinya:

"Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan: 'Pasti aku akan diberi harta dan anak'" (QS. Maryam: 77).

Ayat ini menjadi peringatan bagi mereka yang sombong dan mengingkari kekuasaan Allah, serta meyakini bahwa harta dan anak dapat menyelamatkan mereka dari azab-Nya.

Makna Mendalam dan Kandungan Surah Maryam

1. Kesucian dan Kemuliaan Perempuan

Surah Maryam mengangkat derajat perempuan melalui figur Maryam yang suci, bertakwa, dan menjaga kehormatan. Allah menjadikan Maryam sebagai teladan bagi orang-orang mukmin dan memilihnya di atas semua wanita di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh ketakwaan dan kesucian hatinya.

2. Kekuasaan Mutlak Allah di Luar Logika Manusia

Kisah kelahiran Nabi Isa AS tanpa ayah, kelahiran Nabi Yahya AS dari pasangan yang sudah tua dan mandul, serta mukjizat Nabi Isa yang dapat berbicara dalam buaian—semuanya menegaskan bahwa kekuasaan Allah melampaui batas-batas nalar manusia. Surah ini mengajarkan bahwa apa yang mustahil menurut manusia, sangat mudah bagi Allah.

3. Kesabaran dan Keteguhan dalam Menghadapi Ujian

Maryam menghadapi ujian berat: hamil tanpa suami, stigma sosial, dan rasa sakit melahirkan sendirian. Namun ia tetap sabar dan bertawakal kepada Allah. Sikap ini mengajarkan bahwa ujian adalah bagian dari kehidupan, dan kesabaran adalah kunci untuk melewatinya.

4. Birr al-Wālidayn dan Penghormatan kepada Orang Tua

Meskipun Nabi Ibrahim berbeda keyakinan dengan ayahnya, Âzar, beliau tetap menunjukkan penghormatan dan kasih sayang yang mendalam. Dalam QS. Maryam ayat 42-48, Nabi Ibrahim menggunakan sapaan penuh kasih "yā abati" (wahai ayahku) dan tetap mendoakan keselamatan ayahnya meskipun diancam. Ini mengajarkan bahwa penghormatan kepada orang tua adalah prinsip etika yang tidak tergugah dalam Islam.

5. Rahmat Allah yang Meliputi Segala Sesuatu

Surah Maryam disebut sebagai "Surat Rahmat" karena di dalamnya nama Allah Ar-Rahman disebut lebih sering dibandingkan nama-nama-Nya yang lain. Rahmat Allah terlihat dalam pengabulan doa Zakaria, pertolongan kepada Maryam saat melahirkan, dan kelahiran Nabi Isa sebagai tanda kebesaran dan rahmat bagi umat manusia.

Hikmah Memahami Surah Maryam dan Artinya

1. Hikmah Kesabaran dalam Menghadapi Cobaan

Kisah Maryam mengajarkan bahwa kesabaran bukanlah sikap pasif, melainkan keteguhan hati dalam menghadapi ujian sambil tetap berusaha dan bertawakal kepada Allah. Maryam tidak berhenti berusaha ketika diperintahkan menggoyangkan pohon kurma; ia tetap berikhtiar meskipun dalam kondisi lemah.

2. Hikmah Tawakal yang Disertai Ikhtiar

Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha. Allah memerintahkan Maryam untuk menggoyangkan pohon kurma agar buahnya jatuh, menunjukkan bahwa pertolongan Allah datang setelah usaha manusia. Ini mengajarkan keseimbangan antara doa, ikhtiar, dan tawakal.

3. Hikmah Menjaga Kehormatan dan Kesucian Diri

Maryam adalah simbol iffah (menjaga kehormatan) yang menolak segala bentuk gangguan terhadap kesuciannya. Dalam kehidupan modern yang penuh tantangan moral, keteladanan Maryam menjadi panduan penting bagi setiap Muslim, terutama perempuan, untuk menjaga martabat dan kehormatan diri.

4. Hikmah Doa sebagai Kekuatan Spiritual

Doa Nabi Zakaria yang lirih dan jujur dikabulkan Allah. Doa juga menjadi kekuatan Maryam dalam kesendiriannya. Ini mengajarkan bahwa doa bukan sekadar ritual, melainkan senjata spiritual yang menghubungkan hamba dengan Tuhannya di setiap keadaan.

5. Hikmah Menerima Takdir dengan Ikhlas

Maryam menerima takdirnya dengan keikhlasan meskipun harus menghadapi stigma sosial yang berat. Sikap ini mengajarkan bahwa menerima takdir dengan ikhlas adalah bagian dari iman, dan di balik setiap takdir terdapat hikmah yang mungkin tidak kita pahami saat itu.

 

Pertanyaan Seputar Surah Maryam

1. Apa keutamaan membaca Surah Maryam untuk ibu hamil?

Membaca Surah Maryam saat hamil dipercaya dapat memberikan ketenangan bagi ibu, memudahkan proses persalinan, dan menjadikan anak yang dilahirkan memiliki akhlak mulia seperti Siti Maryam. Surah ini juga mengandung nilai-nilai kesabaran dan ketakwaan yang menjadi teladan bagi ibu dan calon anak.

2. Berapa jumlah ayat Surah Maryam dan termasuk golongan surah apa?

Surah Maryam terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayatnya diturunkan di Mekkah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.

3. Mengapa surat ini dinamai Surah Maryam?

Surah ini dinamai Maryam karena mengandung kisah Maryam binti Imran, ibu dari Nabi Isa AS. Maryam adalah wanita suci yang dimuliakan Allah dan diabadikan namanya menjadi salah satu surat dalam Al-Qur'an.

4. Apa kandungan utama Surah Maryam?

Kandungan utama Surah Maryam meliputi kisah para nabi (Zakaria, Yahya, Isa, dan Ibrahim), kekuasaan mutlak Allah, bantahan terhadap keyakinan trinitas, serta nilai-nilai kesabaran, ketakwaan, dan penghormatan kepada orang tua.

5. Bagaimana tradisi membaca Surah Maryam dalam masyarakat Indonesia?

Dalam tradisi ngupati atau tasyakuran empat bulan kehamilan, Surah Maryam dibacakan bersama Surah Yusuf, Surah Luqman, dan Surah Al-Waqi'ah. Pembacaan ini bertujuan mendoakan keselamatan calon bayi dan mengharapkan agar anak yang lahir memiliki akhlak mulia.

 

.