Liputan6.com, Jakarta - Surah Al-Ma'un beserta artinya menjadi kritik tajam terhadap mereka yang mengaku beragama namun perilakunya bertolak belakang dengan nilai-nilai kasih sayang. Surah ini sekaligus menjadi peringatan untuk para pendusta agama.
Surat ke-107 dalam Al-Qur'an ini, yang terdiri dari tujuh ayat dan tergolong surat Makkiyah. Nama lain surat ini adalah Ara'aita, Ad-Din, Al-Yatim, dan At-Takdzib. Inti pesannya adalah peringatan keras bagi mereka yang mendustakan hari pembalasan dan mengabaikan kehidupan sosial.
Fahrur Rasyid dalam jurnal Tafsir Maudhu'i Surat Al-Ma'un menjelaskan bahwa surat ini mengandung penjelasan tentang perilaku (ciri-ciri) orang-orang yang mendustakan agama dan akhirat, sebagai bentuk peringatan untuk orang-orang yang beriman dan celaan atas orang-orang kafir.
Advertisement
Yang di antaranya dijelaskan oleh M. Tohir Ritonga dalam Tafsir Surah Al-Ma'un, bahwa karakter utama pendusta agama adalah sewenang-wenang kepada anak yatim dan tidak mau menolong orang miskin.
Di sisi lain, surat ini menjadi cermin bagi setiap muslim untuk mengevaluasi sejauh mana keimanannya tercermin dalam kepedulian sosial. Berikut ulasannya.
Surah Al-Ma'un: Arab, Latin, dan Artinya
Berikut bacaan lengkap Surah Al-Ma'un ayat 1-7:
Ayat 1
أَرَءَيۡتَ ٱلَّذِی یُكَذِّبُ بِٱلدِّینِ
Latin: Ara'aitalladzii yukadzdzibu bid-diin
Artinya: "Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?"
Ayat 2
فَذَٰلِكَ ٱلَّذِی یَدُعُّ ٱلۡیَتِیمَ
Latin: Fa dzaalikalladzii yadu''ul-yatiim
Artinya: "Itulah orang yang menghardik anak yatim"
Ayat 3
وَلَا یَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلۡمِسۡكِینِ
Latin: Wa laa yahudhdzu 'alaa tha'aamil-miskiin
Artinya: "Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin"
Ayat 4
فَوَیۡلࣱ لِّلۡمُصَلِّینَ
Latin: Fa wailul lil-mushalliin
Artinya: "Maka celakalah orang-orang yang shalat"
Ayat 5
ٱلَّذِینَ هُمۡ عَن صَلَاتِهِمۡ سَاهُونَ
Latin: Alladziina hum 'an shalaatihim saahuun
Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya"
Ayat 6
ٱلَّذِینَ هُمۡ یُرَاۤءُونَ
Latin: Alladziina hum yuraa'uun
Artinya: "Orang-orang yang berbuat ria"
Ayat 7
وَیَمۡنَعُونَ ٱلۡمَاعُونَ
Latin: Wa yamna'uunal-maa'uun
Artinya: "Dan enggan (menolong dengan) barang berguna"
Asbabun Nuzul Surah Al-Ma'un
Para ulama mencatat beberapa riwayat mengenai sebab turunnya surat ini:
• Riwayat dari Ibnu Abbas: Ayat ini turun berkenaan dengan Al-'Ash bin Wa'il As-Sahmi.
• Riwayat dari As-Saddi: Ayat ini turun berkenaan dengan Walid bin Al-Mughirah.
• Riwayat mengenai Abu Jahal: Abu Jahal pernah diamanahi anak yatim. Anak yatim tersebut mendatanginya dalam keadaan telanjang dan meminta hartanya sendiri, namun Abu Jahal menolaknya dan tidak memperdulikannya.
• Riwayat dari Ibnu Juraij: Ayat ini turun mengenai Abu Sufyan. Setiap minggu ia menyembelih unta. Ketika ada anak yatim meminta sebagian dagingnya, Abu Sufyan menghardiknya dengan tongkatnya, lalu Allah menurunkan surat ini.
• Riwayat tentang ayat 4-7: Menurut Ibnu Abbas, ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang munafik yang memamerkan shalat kepada kaum mukminin (ria) dan meninggalkannya apabila tidak ada yang melihat.
Imam Al-Wahidi dalam Asbab An-Nuzul menyatakan. "Tidak mungkin mengetahui tafsir ayat tanpa memperhatikan kisahnya dan penjelasan sebab turunnya." Imam Ibnu Taimiyah juga menegaskan: "Mengetahui sebab turun dapat membantu memahami ayat."
Makna Mendalam dan Kandungan Surah Al-Ma'un
Surat Al-Ma'un mengandung pesan-pesan fundamental tentang hakikat keimanan yang tidak dapat dipisahkan dari kepedulian sosial:
Pertama, surat ini memberikan penjelasan tentang orang-orang yang mendustakan hari pembalasan. Mereka yang tidak percaya pada hisab dan balasan di akhirat akan menunjukkan sikap-sikap tercela dalam kehidupan sosialnya.
Kedua, Islam tidak hanya mengajarkan ibadah vertikal kepada Allah, tetapi juga ibadah sosial kepada sesama manusia. Seseorang dikategorikan telah mendustakan agama manakala ia mengabaikan anak yatim dan orang miskin.
Ketiga, surat ini mengkritik keras orang-orang yang mengaku Islam namun tidak memiliki kepekaan sosial. Mereka digambarkan sebagai orang yang menghardik anak yatim, tidak menganjurkan memberi makan orang miskin, lalai dalam shalat, berbuat ria, dan enggan berbuat baik.
Keempat, Allah menegaskan bahwa amal saleh harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah, bukan karena ingin dipuji manusia. Orang yang berbuat ria termasuk dalam golongan pendusta agama.
Kelima, surat ini mengajarkan bahwa kebaikan sekecil apapun tidak boleh dianggap remeh. Bahkan meminjamkan peralatan rumah tangga pun termasuk dalam al-ma'un yang diperintahkan.
Hikmah Memahami Makna Surah Al-Ma'un
1. Keimanan Harus Dibuktikan dengan Kepedulian Sosial
Surat Al-Ma'un mengajarkan bahwa iman tidak sempurna tanpa kepedulian terhadap anak yatim dan fakir miskin. Ritual keagamaan tanpa dampak sosial hanyalah kesia-siaan belaka.
2. Meluruskan Niat dari Riya
Ayat tentang orang-orang yang berbuat ria mengingatkan agar setiap amal ibadah dilakukan semata-mata karena Allah, bukan karena ingin dipuji manusia.
3. Menghargai Kebaikan Kecil
Kata al-ma'un mencakup segala bentuk pertolongan sekecil apapun. Meminjamkan garam, ember, atau jarum adalah bagian dari ajaran agama yang mulia.
4. Shalat Bukan Sekadar Gerakan Fisik
Orang yang lalai dari shalatnya—menunda waktu, meninggalkan rukun, atau tidak khusyuk—termasuk dalam ancaman surat ini. Shalat harus memberikan pengaruh pada perilaku sehari-hari.
5. Keseimbangan Hablumminallah dan Hablumminannas
Surat Al-Ma'un mengajarkan keseimbangan antara hubungan vertikal kepada Allah dan hubungan horizontal kepada sesama manusia. Agama yang benar adalah agama yang mengajarkan cinta kasih dan kepedulian.
Pertanyaan Terkait Surah Al-Ma'un Beserta Artinya
1. Apa arti Al-Ma'un secara bahasa dan istilah?
Al-Ma'un secara bahasa berarti "barang-barang yang berguna" atau "bantuan penting". Secara istilah, mencakup segala bentuk pertolongan, baik berupa harta, benda, maupun manfaat lainnya, termasuk peralatan rumah tangga seperti ember, kapak, dan periuk.
2. Siapa yang dimaksud dengan pendusta agama dalam Surat Al-Ma'un?
Pendusta agama adalah mereka yang menghardik anak yatim, tidak menganjurkan memberi makan orang miskin, lalai dalam shalat, berbuat ria, dan enggan menolong dengan barang berguna. Mereka adalah orang-orang yang mendustakan hari pembalasan dan mengabaikan nilai-nilai sosial dalam beragama.
3. Apa perbedaan antara lalai 'an shalatihim dan fi shalatihim?
'An shalatihim berarti lalai dari shalat hingga meninggalkannya—ini adalah perbuatan orang munafik atau fasik. Sedangkan fi shalatihim berarti kelalaian yang terjadi dalam shalat karena was-was syaitan—hal ini tidak lepas dari setiap muslim.
4. Bagaimana asbabun nuzul Surat Al-Ma'un?
Surat ini turun terkait beberapa peristiwa: Al-'Ash bin Wa'il, Walid bin Al-Mughirah, Abu Jahal yang menolak anak yatim, dan Abu Sufyan yang menghardik anak yatim dengan tongkat. Ayat 4-7 turun berkenaan dengan orang-orang munafik yang riya dalam shalat.
5. Apa pesan utama dari Surah Al-Ma'un?
Pesan utamanya adalah peringatan keras terhadap mereka yang mengaku beragama namun mengabaikan kepedulian sosial. Surat ini mengajarkan bahwa keimanan harus dibuktikan dengan perbuatan nyata, keseimbangan antara ibadah vertikal dan horizontal, serta keikhlasan dalam beramal.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340333/original/035396900_1788502118-cek_fakta_purbaya_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341004/original/001078700_1788563614-IMG-20260904-WA0090.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627023/original/022700000_1782622344-masjid-pogung-dalangan-GGtHPUYx6oI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340971/original/088712300_1788542988-446132.jpg)