Liputan6.com, Jakarta - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang dan pengelola kawasan terpadu modern berbasis industri Kota Deltamas mencapai prapenjualan Rp 1,15 triliun hingga semester I 2026.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (5/9/2026), Direktur dan Sekretaris Perusahaan Puradelta Lestari, Tondy Suwanto menuturkan, prapenjualan perseroan pada semester I 2026 telah mencapai 55% dari target tahun ini. “Capaian prapenjualan pada periode ini didominasi oleh sektor industri khususnya sektor data center,” ujar dia.
Permintaan lahan industri sebesar 85 hektar, 75% berasal dari sektor data center. Hal itu didukung oleh fasilitas dan infrastruktur yang komprehensif, seperti pasokan listrik dengan layanan premium, instalasi serat optik dengan tingkat redudansi yang handal, looping sistem pada ketersediaan air bersih maupun air daur ulang, serta pusat komando data dan keamanan.
Advertisement
"Seiring tingginya permintaan akan lahan industri, Perseroan akan terus berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas dan memberikan layanan terbaik untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai sebuah kawasan terpadu modern ramah lingkungan dan sebagai pusat aktivitas regional di timur Jakarta,” kata dia.
Mengutip data RTI, berdasarkan penutupan perdagangan saham Jumat, 4 September 2026, harga saham DMAS melemah 2,97% menjadi Rp 196 per saham. Harga saham DMAS dibuka naik dua poin menjadi Rp 204 per saham. Saham DMAS berada di level tertinggi Rp 204 dan terendah Rp 195 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 13.354 kali dengan volume perdagangan saham 2.291.686 saham. Nilai transaksi harian Rp 45,4 miliar.
Kinerja Keuangan Semester I 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4220931/original/010439400_1668038510-Laba_Rugi_3.jpg)
Sebelumnya, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) dan anak perusahaan, pengembang kawasan industri terpadu modern Kota Deltamas meraup kenaikan pendapatan dan laba bersih hingga semester I 2026.
Perseroan meraih pendapatan usaha Rp 1,8 triliun hingga semester I 2026. Pendapatan naik 194,02% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 613,35 miliar.
"Dibandingkan dengan pendapatan usaha di semester pertama 2025 sebesar Rp 613,36 miliar, pendapatan usaha tahun ini naik hampir tiga kali lipat,” ujar Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk, Tony Suwanto, dikutip dari keterbukaan informasi BEI, ditulis Senin, (3/8/2026).
Ia menuturkan, dari pendapatan usaha itu, segmen industri masih menjadi kontributor utama sebesar Rp 1,75 triliun, disusul segmen hunian dan segmen komersial masing-masing sebesar Rp 19,32 miliar dan Rp 18,16 miliar.
Adapun kontribusi dari pendapatan usaha segmen sewa dan hotel masing-masing sebesar Rp 9,47 miliar dan Rp 8,07 miliar.
"Sektor data center masih jadi pelanggan utama yang berkontribusi terhadap penjualan lahan industri kami yang dicatatkan sebagai pendapatan Perseroan di paruh pertama tahun 2026,” kata Tondy Suwanto.
Laba kotor Perseroan juga mengalami lonjakan 197,22% dari Rp 429,65 miliar pada semester pertama 2025 menjadi Rp 1,28 triliun pada semester pertama 2026. Marjin laba kotor pada semester pertama tahun ini tercatat sebesar 70,81%. Seiring dengan pertumbuhan laba kotor, laba bersih Perseroan terdongkrak menjadi Rp 1,19 triliun pada semester pertama 2026, atau naik 175,34% dibanding tahun lalu sebesar Rp 433,02 miliar. Marjin laba bersih semester pertama 2026 adalah sebesar 66,11%.
Advertisement
Aset Perseroan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4410634/original/016949900_1682850414-isaac-smith-6EnTPvPPL6I-unsplash.jpg)
Dari sisi fundamental, jumlah aset Perseroan per 30 Juni 2026 tercatat Rp 8,79 triliun, meningkat sebesar Rp 1,67 triliun atau 23,43% dibandingkan dengan aset Perseroan per 31 Desember 2025 sebesar Rp 7,12 triliun, di mana peningkatan aset terutama disebabkan oleh peningkatan kas dan setara kas.
Posisi kas dan setara kas Perseroan per 30 Juni 2026 adalah sebesar Rp 2,09 triliun, meningkat sebesar Rp 1,71 triliun atau melonjak 453,06% dibandingkan posisi kas dan setara kas pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 377 miliar.
Adapun, jumlah liabilitas Perseroan per 30 Juni 2026 tercatat Rp 1,78 triliun. Jumlah ekuitas (bersih) sendiri per 30 Juni 2026 meningkat sekitar 6,02% menjadi Rp 7,01 triliun dibandingkan jumlah ekuitas (bersih) per 31 Desember 2025 sebesar Rp 6,61 triliun.
Perseroan tidak memiliki utang. Dengan posisi kas bersih yang sehat, Perseroan terus berupaya untuk melakukan pengembangan Kota Deltamas untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern di timur Jakarta dengan memadukan kawasan industri, komersial, dan hunian.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340333/original/035396900_1788502118-cek_fakta_purbaya_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893145/original/056566800_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-2.jpg)