Liputan6.com, Jakarta - PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham Rp 1 triliun. Jumlah saham yang di-buyback itu tidak melebihi 10% dari jumlah modal yang ditempatkan dalam perseroan.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, (4/9/2026), manajemen BTPS akan buyback saham dalam jangka waktu 12 bulan sejak disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan. Seiring rencana buyback, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 13 Oktober 2026.
Perseroan memiliki sejumlah pertimbangan untuk buyback saham antara lain:
Advertisement
1.Perseroan memiliki kesempatan serta fleksibilitas untuk melaksanakan buyback saham saat berdasarkan kondisi pasar dalam jangka waktu 12 bulan. Hal ini terhitung sejak persetujuan RUPSLB atas rencana buyback saham perseroan.
2.Rencana buyback saham diharapkan dapat meningkatkan likuditas perdagangan saham perseroan sehingga harga saham perseroan diharapkan dapat mencerminkan nilai fundamental perseroan
3.Dengan dilaksanakannya buyback saham perseroan diharapkan dapat memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta menjaga kepentingan semua pemegang saham.
“Perseroan meyakini pelaksanaan pembelian kembali saham tidak memberikan dampak negatif terhadap pendapatan perseroan mengingat perseroan memiliki saldo laba ditahan serta arus kas yang mencukupi untuk membiayai pelaksanaan pembelian kembali saham bersamaan dengan kegiatan usaha perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Perseroan menyebutkan akan melaksanakan buyback saham dengan metode sebagaimana diatur dalam POJK 29/2023.
Sumber Dana Buyback
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3146516/original/009220300_1591597610-20200608-Pagi-Ini-IHSG-Menguat--ANGGA-4.jpg)
Selain itu, perseroan yakin pelaksanaan buyback saham tidak akan mempengaruhi kegiatan usaha dan operasional. Selain itu, pertumbuhan usaha perseroan pada masa mendatang. Hal ini karena perseroan telah memiliki kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang cukup untuk menjalankan kegiatan usaha perseroan.
"Sumber dana yang akan dipakai untuk pelaksanaan pembelian kembali saham sepenuhnya berasal dari ekuitas perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Mengutip data RTI, harga saham BTPS ditutup naik 0,50% menjadi Rp 1.015 per saham. Saham BTPS dibuka menguat lima poin menjadi Rp 1.105 per saham. Harga saham BTPS berada di level tertinggi Rp 1.020 dan terendah Rp 1.005 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 910 kali dengan volume perdagangan saham 29.669 saham. Nilai transaksi Rp 3 miliar.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340333/original/035396900_1788502118-cek_fakta_purbaya_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340813/original/003002800_1788518313-Aplikasi_Saham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487881/original/098610500_1769682055-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340551/original/010722000_1788509977-IMG_6850.jpg)