Ban Masih Tebal tapi Retak-Retak? Ini 7 Penyebab dan Cara Cegah

Tapak ban tebal tak menjamin kondisinya aman. Ketahui penyebab ban mobil mengalami dry rot atau retak-retak beserta langkah pencegahannya di sini.

Diterbitkan 05 September 2026, 08:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jangan salah, ban mobil yang terlihat masih tebal bukan berarti kondisinya selalu aman untuk digunakan.

Munculnya garis-garis retakan pada permukaan ban atau dry rot justru bisa menjadi tanda bahwa karet mulai mengalami penurunan kualitas.

Retakan pada ban dapat terjadi meski mobil jarang digunakan. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi mengurangi daya cengkeram hingga meningkatkan risiko kecelakaan saat kendaraan dilajukan.

Lantas, apa saja yang membuat ban mobil bisa retak?

Dikutip dari laman Daihatsu, Sabtu (5/9/2026), berikut beberapa penyebab yang membuat ban mobil mudah retak:

Usia Ban Sudah Tua

Karet ban memiliki masa pemakaian yang terbatas. Biasanya, usia ideal ban sekitar 5–6 tahun sejak tanggal produksi, meskipun ketebalan tapaknya masih terlihat baik. Seiring bertambahnya usia, kandungan minyak alami dalam karet akan berkurang. Kondisi tersebut membuat permukaan ban semakin kering dan lebih mudah mengalami retakan.

Sering Terpapar Sinar Matahari

Memarkir kendaraan di tempat terbuka hingga terkena terik matahari secara langsung bisa membuat ban rentan rusak akibat sinar ultraviolet (UV). Paparan UV mempercepat proses oksidasi pada karet. Karena itu, mobil yang sering diparkir di area terbuka tanpa pelindung memiliki risiko retak lebih cepat dibandingkan kendaraan yang disimpan di garasi tertutup.

Mobil Jarang Digunakan

Tidak menggunakan mobil dalam waktu lama ternyata juga memengaruhi kondisi ban. Ban yang terus berada dalam posisi diam akan menahan beban kendaraan pada titik yang sama secara terus-menerus. Akibatnya, area tersebut lebih cepat mengeras dan mengalami retakan.

Tekanan Angin Tidak Sesuai

Tekanan angin yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi sama-sama dapat mempercepat kerusakan struktur ban. Tekanan yang kurang membuat dinding ban mengalami tekukan berlebih saat menopang beban. Sementara itu, tekanan yang terlalu tinggi membuat ban menjadi lebih kaku dan rentan retak ketika terkena guncangan.

Terkena Oli atau Bahan Kimia

Paparan langsung terhadap oli, bensin, maupun bahan kimia pembersih tertentu dapat merusak lapisan pelindung karet ban. Jika cairan tersebut dibiarkan menempel, proses pengerasan karet akan berlangsung lebih cepat sehingga memicu munculnya retakan.

Kualitas Karet Kurang Baik

Material karet dengan kualitas yang kurang baik cenderung lebih cepat mengalami penuaan dini. Hal tersebut membuat ban lebih cepat retak dibandingkan ban dengan formulasi karet unggulan yang telah teruji terhadap berbagai kondisi cuaca.

Beban Berlebih dan Pemakaian Tidak Merata

Membawa beban melebihi kapasitas yang direkomendasikan secara terus-menerus dapat mempercepat keausan dan retakan pada ban. Kondisi ini juga berkaitan dengan keausan yang tidak merata, misalnya ban gundul sebelah, yang dapat mempercepat munculnya retakan di area tertentu.

 

Cara Mencegah Ban Cepat Retak

Retakan pada ban perlu diperhatikan berdasarkan kondisi dan kedalamannya. Tidak semua retakan otomatis menandakan ban harus segera diganti. Retakan yang masih tergolong wajar biasanya berupa garis sangat halus dan dangkal yang hanya terlihat dari jarak dekat.

Sebaliknya, retakan mulai berbahaya apabila sudah terlihat dalam dan lebar, terutama jika sudah menampakkan bagian cord atau benang di dalam ban. Retakan pada dinding samping (sidewall) yang disertai benjolan dan perubahan bentuk juga sangat perlu diwaspadai. Begitu pula jika retakan berkembang cepat atau disertai getaran berlebih dan tekanan angin yang terus berkurang.

Untuk menjaga kondisi ban, pemilik kendaraan sebaiknya menghindari parkir di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama. Jika diperlukan, gunakan sarung mobil (car cover) sebagai pelindung.

 

Tekanan Angin

Tekanan angin juga perlu diperhatikan; jaga selalu agar sesuai dengan rekomendasi pabrikan yang biasanya tercantum pada pilar pintu pengemudi. Selain itu, segera bersihkan ban jika terkena oli, bensin, atau bahan kimia. Mobil juga sebaiknya digunakan secara berkala—meskipun hanya untuk jarak dekat—agar ban tidak terlalu lama menahan beban pada satu titik yang sama.

Ban mobil yang retak sebaiknya tidak diabaikan sebagai masalah kecil. Dengan memeriksa kondisi retakan secara berkala dan mengganti ban ketika sudah menunjukkan tanda berbahaya, performa ban dapat tetap terjaga dan risiko bahaya selama berkendara bisa diminimalkan.