7 September 1776: Serangan Kapal Selam Pertama dalam Sejarah

Apa nama kapal selam yang diluncurkan untuk aksi serangan pada 7 September 1776?

Diterbitkan 07 September 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Kapal selam Amerika dengan nama Turtle menjadi kapal selam pertama dalam sejarah dunia yang melancarkan aksi serangan pada tanggal 7 September 1776. Selama Perang Revolusi, kapal selam ini berusaha memasang bom waktu pada lambung kapal Laksamana Inggris, Richard Howe yang bernama Eagle di Pelabuhan New York.

Dikutip dari History.com, Senin (7/9/2026), kapal selam pertama kali dibuat oleh penemu asal Belanda, Cornelius van Drebel di awal abad ke-17. Namun baru 150 tahun kemudian kapal tersebut pertama kali digunakan dalam pertempuran laut. Seorang penemu asal Amerika, David Bushnell, mulai membuat ranjau bawah air ketika ia masih menjadi mahasiswa di Universitas Yale.

Setelah memutuskan bahwa kapal selam adalah cara terbaik untuk melepaskan ranjau-ranjau miliknya di perang, ia membuat sebuah kapal selam kayu sepanjang 2,4 meter yang dinamai Turtle karena bentuknya.

Kapal selam tersebut cukup besar untuk membawa satu orang dan sepenuhnya digerakan oleh tenaga manusia. Pemberat timbal juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan kapal.

Kapal ini disumbangkan untuk perjuangan kaum patriot setelah pecahnya perang dengan Inggris di tahun 1775. Ezra Lee yang saat itu mengemudikan kapal tanpa terdeteksi menuju HMS Eagle, yang dipersenjatai dengan 64 meriam, di Pelabuhan New york di tanggal 7 September 1776.

Ketika Lee sedang memasang bom waktu ke lambung kapal, ia bisa melihat para pelaut Inggris di geladak atasnya, tapi mereka tidak menyadari adanya kapal aneh di bawah permukaan air. 

 

Gagal dalam Percobaannya

Lee hampir saja berhasil memasang bom tersebut ketika alat bornya gagal menembus lapisan pelapis besi. Ia mundur dan bom tersebut meledak di dekatnya, tanpa membuat kerusakan baik kapal Eagle ataupun Turtle.

Dalam minggu berikutnya, kapal selam Turtle melakukan upaya lagi untuk menenggelamkan kapal-kapal Inggris di Sungai Hudson, tapi setiap kali gagal, hal ini karena kurangnya keterampilan operatornya.

Hanya Bushnell yang berhasil menjalankan fungsi-fungsi rumit kapal selam tersebut dengan baik. Namun, karena kondisi fisiknya yang lemah, ia tidak bisa mengemudikan Turtle dalam misi tempur apapun. Saat Pertempuran Fort Lee, Turtle hilang ketika kapal sloop Amerika yang mengangkutnya ditenggelamkan oleh Inggris.

Terlepas dari kegagalan Turtle, Jenderal George Washington mengangkat Bushnell sebagai Insinyur Angkatan Darat, dan ranjau terapung yang ia rancang berhasil menghancurkan fregat milik Inggris Cereberus dan menimbulkan kerusakan parah pada kapal-kapal Inggris lainnya.

Setelah perang, ia menjadi komandan Korps Insinyur Angkatan Darat AS yang bermarkas di West Point.