Potret Abu Anak Krakatau Tutupi Jalan hingga RS di Lampung

Endapan abu yang menumpuk dikhawatirkan kembali beterbangan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Diterbitkan 07 September 2026, 05:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Petugas pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan menangani endapan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di sejumlah wilayah Lampung.

Penanganan tidak hanya dilakukan dengan menyemprot jalan, tetapi juga membersihkan fasilitas umum hingga rumah sakit.

Di Lampung Selatan, petugas mulai bekerja sejak Sabtu (5/9/2026) malam dan melanjutkan penanganan pada Minggu (6/9/2026).

Penyemprotan dilakukan untuk membasahi abu yang mengendap di permukaan jalan agar tidak kembali beterbangan akibat angin maupun kendaraan yang melintas.

Kabid Damkar Lampung Selatan Rully Fikriansyah mengatakan, petugas langsung bergerak setelah abu vulkanik mulai menyebar ke sejumlah wilayah.

"Sejak tadi malam tim sudah bekerja melakukan penyemprotan di berbagai titik jalan. Siang ini kami fokus pembersihan di fasilitas umum sampai ke rumah sakit," kata Rully, Minggu (6/9/2026).

Menurut Rully, lokasi pembersihan ditentukan berdasarkan kondisi di lapangan. Endapan abu yang menumpuk dikhawatirkan kembali beterbangan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Petugas Damkar Lampung Selatan pun terus menyisir wilayah terdampak untuk mengurangi timbunan abu vulkanik di jalan maupun fasilitas umum.

Penanganan serupa dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung. Petugas menyemprot sejumlah ruas jalan yang dipenuhi abu vulkanik sejak Sabtu malam.

Kepala Damkarmat Bandar Lampung Anthoni Irawan mengatakan, penyemprotan dilakukan untuk menekan debu vulkanik agar tidak kembali beterbangan.

"Upaya penanggulangan dampak debu vulkanik ya, mudah-mudahan bisa meminimalisir debu," kata Anthoni.

Penyemprotan dilanjutkan pada Minggu pagi hingga siang. Petugas juga menyiapkan penanganan lanjutan pada sore hingga malam hari.

"Ini pagi, ini lagi berjalan sampai siang. Nanti mungkin lanjut lagi sore, kemudian nanti habis Isya lanjut lagi," ujarnya.

Pada penyemprotan Sabtu malam, Damkarmat Bandar Lampung mengerahkan 11 unit armada. Sebanyak tiga armada tambahan dari BPBD turut membantu proses penanganan.

Sekitar 30 tangki air digunakan dalam kegiatan tersebut. Dengan kapasitas masing-masing tangki mencapai 5.000 liter, total air yang disemprotkan diperkirakan mencapai 150 ribu liter.

 

Jalan yang Tertutup Abu

Penyemprotan menyasar sejumlah ruas jalan protokol, di antaranya Jalan Yos Sudarso, Gatot Subroto, Jenderal Sudirman, Sultan Hasanudin, Laksamana Malahayati, WR Supratman, Patimura, MS Salim Batubara, Slamet Riyadi, Dr Susilo, dan Diponegoro.

Petugas juga melakukan penyemprotan di Jalan Gajah Mada, Pangeran Antasari, Hayam Wuruk, TM Mangundiprojo, kawasan bawah flyover, hingga Jalan KH Mun Munsoer.

Anthoni memastikan penyemprotan akan terus dilakukan selama abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berdampak di Bandar Lampung.

"Ya semaksimal mungkin," tandasnya.

Selain jalan, fasilitas umum turut dibersihkan untuk mengurangi endapan abu dan mencegah material vulkanik kembali beterbangan.

Warga juga diimbau tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat berkendara atau berada di wilayah yang masih terdampak abu vulkanik.