Tawarkan Jasa Garuk Punggung, Pria di China Raup Rp 263 Juta

Muncul fenomena baru di China, bisnis jasa garuk punggung beromzet Rp 263 juta per bulan.

Diterbitkan 06 September 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Pria di China selatan luncurkan jaringan usaha jasa garuk punggung, mendapatkan penghasilan bulanan sebesar 100 ribu yuan atau sekitar Rp 263,2 juta dari dua gerainya.

Dikutip dari South China Morning Post, Minggu (6/9/2026), dilaporkan oleh Xiaoxiang Morning Herald, usaha mengejutkan ini dipelopori oleh Zhang Xiaoqiao berumur 32 tahun yang membuka toko garuk pertamanya di Distrik Baoan Shenzhen pada awal Mei, kemudian disusul dengan lokasi keduanya di Distrik Futian, kota yang sama satu bulan kemudian.

Di dua toko tersebut yang bernama Suma, para pegawai menggunakan rancangan khusus kuku lancip untuk menggaruk tubuh pelanggan dengan lembut saat mereka berbaring tengkurap di atas tempat tidur, seperti saat dipijat.

Harga yang harus dibayarkan pengunjung adalah sebesar 300 yuan (Rp 789,6 ribu) per jam. Layanan ini bertujuan untuk meredakan stres dan meningkatkan kualitas tidur. Sesekali, staf akan menggaruk bagian-bagian tertentu yang gatal untuk membantu pelanggan lebih santai dan bahkan membuat mereka tertawa.

"Di kota-kota besar, orang-orang umumnya mengalami tingkat stres yang tinggi. Maka dari itu bisnis ini sangat diminati," tutur Zhang kepada media.

Karena belum ada contoh layanan seperti ini di China, Zhang harus meneliti dan mengembangkan teknik garuk yang efektif sendiri dari awal.

Menurut Zhang, kedua tokonya secara keseluruhan menghasilkan pendapatan kotor sebesar 100 ribu yuan (Rp 263,2 juta) dan telah mencapai titik impas sekaligus mendapat keuntungan.

"Kami melayani pelanggan pria dan wanita, dengan pelanggan pria mencapai sekitar 70 persen," tutur Zhang.

"Beberapa pelanggan mengatakan bahwa layanan kami lebih menenangkan dibanding pijat, jadi kami punya basis pelanggan setia yang kuat," lanjut Zhang.

Zhang yang berasal dari Provinsi Hubei di China tengah sudah sering mencoba hal baru. Setelah ia menyelesaikan studinya di universitas yang kurang terkenal, ia mencoba tujuh pekerjaan berbeda dalam satu tahun.

Kisah Awal Mula Bisnis Jasa Garuk

Sebelum berumur 30 tahun, ia sudah mendirikan dua perusahaan di sektor e-commerce, walaupun keduanya susah untuk meraih kesuksesan. Dua tahun lalu, ia masuk ke industri we-media tapi gagal memberikan dampak yang signifikan.

Tahun lalu, sambil melihat video pendek di media sosial, ia melihat cuplikan seorang istri yang menggaruk punggung suaminya. Ia menyadari banyak penonton yang berkomentar bahwa mereka bersedia untuk membayar orang untuk melakukan hal yang sama.

Ia teringat dengan kenangan hangat masa kecilnya, ketika sang ayah sering menggaruk punggungnya. Hal tersebut membantunya untuk tidur dengan nyenyak, ini yang menjadi inspirasinya untuk membuka toko jasa garuk.

Kini, dia berencana untuk membuka 100 toko di seluruh China dan yang lebih penting lagi adalah harapan untuk jasa garuk sebagai pekerjaan yang diakui.

Cerita ini mendapatkan perhatian dan diskusi seru di seluruh media sosial China.

“Apakah Anda mempertimbangkan untuk menerima murid? Saya ingin belajar dengan Anda dan membuka toko di Shanghai,” tulis seorang pengguna.

Ada juga yang berkomentar bahwa ia tertarik untuk mencoba jasa tersebut karena jasa garuk terdengar seperti cara yang bagus untuk menenangkan badan agar lebih santai dan nyaman.

Namun, ada juga yang skeptis dengan kelayakan bisnis ini. Salah satunya ada yang bertanya "Apakah ada banyak orang yang mau membayar 300 yuan (Rp 789,6 ribu) hanya untuk menggaruk?"