Cara Mengatasi Siput Kecil yang Muncul di Pot Tanaman Setelah Hujan, Kenali Tanda dan Pencegahannya

Begini cara mengatasi siput kecil yang muncul di pot tanaman setelah hujan dengan cara sederhana agar tanaman tetap terjaga.

Diterbitkan 06 September 2026, 18:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Musim hujan dan udara lembap dapat membuat siput dan siput tanah lebih mudah muncul di sekitar tanaman. Kondisi yang basah dan lembap memang disukai hewan ini, sementara siput juga lebih aktif pada malam hari. Karena itu, siput kecil yang tiba-tiba terlihat di pot tanaman setelah hujan sebaiknya tidak diabaikan.

Siput dapat memakan bagian tanaman dan meninggalkan lubang tidak beraturan pada daun. Keberadaannya juga dapat dikenali dari jejak lendir yang mengilap pada daun atau permukaan di sekitar pot.

Siput kecil dapat masuk ke pot tanaman melalui berbagai cara, termasuk terbawa bersama tanaman baru yang dibeli dari pembibitan. Oleh karena itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi sekaligus mencegah siput berkembang di sekitar tanaman pot. Selengkapnya dilansir Liputan6.com dari laman Begreenss dan berbagai sumber lainnya, Minggu (6/9/2026).

Tanda Pot Tanaman Mulai Diserang Siput

Siput dan siput tanah umumnya aktif pada malam hari dan bersembunyi pada siang hari. Karena itu, keberadaannya sering tidak langsung terlihat. Pada pagi hari atau setelah malam, periksa tanaman untuk mengetahui apakah terdapat tanda aktivitas siput.

Salah satu tanda yang dapat diperhatikan adalah jejak lendir berwarna mengilap atau keperakan pada daun dan permukaan lain yang dilewati siput. Jejak tersebut terbentuk dari lendir yang dikeluarkan ketika siput bergerak dan kemudian mengering.

Kerusakan pada tanaman juga dapat menjadi petunjuk, terutama berupa lubang tidak beraturan pada daun. Namun, lubang pada daun dapat disebabkan oleh hama lain, sehingga keberadaan jejak lendir dapat membantu memastikan bahwa kerusakan tersebut berkaitan dengan siput atau siput tanah.

Tempat yang Sering Menjadi Persembunyian Siput di Sekitar Pot

Pada siang hari, siput dan siput tanah mencari tempat yang terlindung dari panas dan cahaya matahari. Hewan ini membutuhkan banyak kelembapan dan cenderung menyukai area yang gelap serta lembap untuk bersembunyi.

Di sekitar tanaman, siput dapat ditemukan di bawah pot, papan, batu, sisa tanaman, daun yang tumbuh dekat tanah, serta area lain yang terlindung. Pot dan media tanam juga dapat menjadi tempat persembunyian, terutama ketika kondisinya gelap dan lembap.

Karena itu, mengurangi tempat-tempat yang dapat digunakan sebagai persembunyian pada siang hari dapat membantu membuat lingkungan kurang sesuai bagi siput. Area di sekitar tanaman dapat diperiksa secara rutin, terutama pada bagian yang teduh, lembap, dan terlindung.

Cara Mencegah Serangan Siput di Kebun Balkon

Salah satu cara terbaik untuk mencegah siput kecil berkembang biak adalah dengan mengontrol tingkat kelembapan dan air. Biarkan lapisan tanah bagian atas sedalam satu inci mengering sebelum tanaman disiram kembali.

Siput yang berada di pot tanaman membutuhkan tanah yang basah untuk bertahan hidup. Jika permukaan tanah dibiarkan mengering di antara waktu penyiraman, siput tidak akan mampu bertahan hidup dan akan meninggalkan tanaman.

Jangan meletakkan kulit buah segar dan sisa makanan di sekitar batang tanaman hingga membusuk. Hal tersebut bukanlah ide yang baik karena patogen yang dihasilkan selama proses pembusukan dapat memicu berbagai penyakit pada tanaman. Selain itu, siput sangat menyukai sisa buah segar.

Baliklah lapisan tanah bagian atas di sekitar tanaman secara rutin agar tanah mendapatkan cukup sinar matahari. Cara ini dapat membantu mengurangi tingkat penetasan telur siput.

Hindari menyiram tanaman pada sore hari karena siput bersifat nokturnal dan sangat aktif pada malam hari.

Cara Mengatasi Siput Kecil yang Muncul di Pot Tanaman

  1. Gunakan potongan mentimun atau tomat: Letakkan potongan mentimun atau tomat di permukaan tanah pada malam hari. Keesokan paginya, sebagian besar siput akan terlihat berkumpul di potongan buah tersebut. Buang potongan buah tersebut bersama siput yang menempel.

  2. Lingkari tanaman dengan abu atau cangkang telur: Untuk merawat tanaman, lingkari area di sekitar tanaman menggunakan abu kering atau cangkang telur yang telah dihancurkan. Kulit siput yang halus membuatnya menghindari berjalan di atas abu dan cangkang telur karena dapat merusak kulit luarnya.

  3. Gunakan bahan dengan aroma menyengat: Siput kecil di pot tanaman sangat tidak menyukai bau yang menyengat di sekitarnya. Karena itu, taburkan Jeevamrut, air kunyit, air bawang putih, bubuk kopi, atau daun nimba yang telah dihancurkan di atas tanah. Siput-siput tersebut akan segera meninggalkan tanaman pot.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengatasi Siput Kecil yang Muncul di Pot Tanaman Setelah Hujan

1. Mengapa siput kecil muncul di pot tanaman setelah hujan?

Musim hujan dan udara lembap menciptakan kondisi yang disukai siput dan siput tanah. Siput juga lebih aktif pada malam hari sehingga keberadaannya sering baru terlihat setelah hujan atau pada pagi hari.

2. Apa tanda pot tanaman mulai diserang siput?

Tanda yang dapat diperhatikan adalah adanya jejak lendir yang mengilap atau keperakan pada daun dan permukaan di sekitar tanaman. Lubang tidak beraturan pada daun juga dapat menjadi petunjuk adanya aktivitas siput.

3. Bagaimana cara mencegah siput berkembang biak di pot tanaman?

Kontrol kelembapan tanah dengan membiarkan lapisan tanah bagian atas sedalam satu inci mengering sebelum disiram kembali. Balik lapisan tanah bagian atas agar mendapatkan sinar matahari dan hindari menyiram tanaman pada sore hari.

4. Bagaimana cara mengusir siput kecil dari pot tanaman?

Letakkan potongan mentimun atau tomat di permukaan tanah pada malam hari, lalu buang potongan tersebut bersama siput pada keesokan paginya. Anda juga dapat melingkari tanaman dengan abu kering atau cangkang telur yang dihancurkan.

5. Bahan apa yang dapat digunakan untuk mengatasi siput kecil?

Bahan dengan aroma menyengat yang dapat digunakan antara lain Jeevamrut, air kunyit, air bawang putih, bubuk kopi, atau daun nimba yang dihancurkan. Bahan-bahan tersebut ditaburkan di atas tanah agar siput meninggalkan pot tanaman.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6