10 Cara Membersihkan Tembok Rumah dari Abu Vulkanik dengan Aman Tanpa Merusak Cat

Cara membersihkan tembok rumah dari abu vulkanik dengan aman, mulai dari memakai masker hingga membasahi dan mengelap abu tanpa merusak cat.

Diterbitkan 06 September 2026, 16:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Abu vulkanik yang menempel di tembok rumah setelah erupsi tidak bisa diperlakukan seperti debu biasa. Partikel abu sangat halus dan dapat mudah beterbangan kembali ketika permukaan dinding disapu, digosok, atau dibersihkan dengan cara yang kurang tepat.

Karena itu, membersihkan tembok yang terkena abu vulkanik perlu dilakukan secara perlahan. Selain membantu mengangkat kotoran, cara pembersihan yang tepat juga penting untuk mencegah abu menyebar ke udara dan masuk ke ruangan lain. Permukaan cat juga perlu diperhatikan agar tidak rusak akibat penggunaan air, sikat, atau bahan pembersih yang terlalu keras.

Pembersihan tembok dapat dilakukan secara bertahap. Berikut cara membersihkan tembok rumah dari abu vulkanik dengan aman agar abu tidak semakin menyebar dan permukaan dinding tetap terjaga, dirangkum Liputan6.com, Minggu (6/9/2026).

Perhatikan Keselamatan

1. Pastikan Kondisi Sudah Aman untuk Membersihkan

Sebelum mulai membersihkan tembok, perhatikan kondisi di sekitar rumah dan informasi terbaru dari pemerintah daerah atau petugas kebencanaan. Jika hujan abu masih berlangsung cukup lebat atau kawasan tempat tinggal masih berada dalam kondisi berbahaya, pembersihan dapat ditunda sampai situasi memungkinkan.

Tutup pintu dan jendela pada bagian rumah yang tidak sedang dibersihkan agar abu tidak semakin menyebar. Matikan kipas angin atau peralatan yang dapat membuat partikel abu kembali beterbangan.

2. Gunakan Masker, Sarung Tangan dan Pelindung Mata

Kenakan respirator N95 atau perlindungan pernapasan yang sesuai sebelum mendekati tembok yang dipenuhi abu. Masker diperlukan bukan hanya ketika abu sedang turun, tetapi juga ketika melakukan proses pembersihan karena aktivitas mengelap dan menggosok dapat membuat partikel kembali masuk ke udara.

Gunakan pula sarung tangan untuk mengurangi kontak langsung antara kulit dan abu. Kacamata pelindung dapat digunakan jika abu cukup banyak atau mudah beterbangan.

Hindari Membersihkan Abu dalam Kondisi Kering

3. Basahi Area yang Tertutup Abu

Kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah langsung menyapu atau menggosok tembok yang masih tertutup abu kering. Cara ini justru dapat membuat partikel abu beterbangan dan menyebar ke lantai, furnitur, atau ruangan lain.

Untuk mengurangi debu, basahi abu secara ringan menggunakan air. Tujuannya agar abu lebih mudah dikendalikan dan tidak mudah diterbangkan angin.

Namun, jangan menyiram tembok secara berlebihan. Tujuannya adalah membuat abu lebih terkendali, bukan membuat seluruh permukaan dinding menjadi basah kuyup.

3. Bersihkan Abu dengan Kain Lembap

Setelah abu sedikit lembap, gunakan kain lembap untuk mengangkat lapisan abu dari permukaan tembok. Usapkan secara perlahan dari bagian atas menuju bawah agar kotoran tidak kembali mengotori area yang sudah dibersihkan.

Untuk tembok dengan permukaan yang mudah mengelupas, gunakan tekanan ringan. Jangan langsung memakai sikat kasar karena gesekan dapat merusak lapisan cat atau membuat permukaan tembok menjadi belang.

Gunakan Air Bersih dan Sabun

4. Gunakan Air Bersih Secukupnya

Jika masih terdapat sisa abu, ulangi pengelapan menggunakan kain lembap yang bersih. Ganti air dan kain secara berkala agar abu yang sudah terangkat tidak kembali dipindahkan ke bagian tembok lainnya.

Hindari menggunakan air yang sudah tercampur banyak abu untuk mengelap ulang. Air tersebut justru dapat meninggalkan endapan abu pada permukaan tembok.

5. Pilih Sabun yang Lembut Jika Tembok Masih Kotor

Apabila setelah abu terangkat masih terdapat noda, gunakan sedikit sabun atau deterjen ringan yang sesuai dengan jenis cat tembok. Campurkan dengan air secukupnya, lalu uji terlebih dahulu pada bagian tembok yang tidak terlalu terlihat.

Langkah ini penting karena tidak semua jenis cat memiliki ketahanan yang sama terhadap air dan bahan pembersih. Cat yang mudah luntur sebaiknya dibersihkan dengan air dan kain lembap terlebih dahulu sebelum menggunakan bahan tambahan.

Arah Pembersihan

6. Bersihkan dari Bagian Atas ke Bawah

Pola pembersihan juga menentukan hasil akhir. Mulailah dari bagian tembok paling atas kemudian bergerak ke bawah. Dengan cara ini, air dan kotoran yang turun tidak mengotori kembali area yang sudah selesai dibersihkan.

Kerjakan tembok secara bertahap, misalnya satu bagian dinding terlebih dahulu. Cara ini lebih mudah dikontrol daripada langsung membasahi seluruh permukaan rumah.

7. Segera Bersihkan Abu yang Jatuh ke Lantai

Abu yang jatuh ke lantai sebaiknya tidak langsung disapu dalam keadaan kering. Basahi secara ringan terlebih dahulu, kemudian kumpulkan secara perlahan.

Abu yang sudah terkumpul dapat dimasukkan ke wadah atau kantong yang cukup kuat. Untuk pembuangan dalam jumlah besar, ikuti arahan pemerintah daerah atau instansi terkait karena penanganan abu vulkanik dapat memerlukan prosedur khusus.

Utamakan Keselamatan

8. Bersihkan Kain dan Peralatan Setelah Digunakan

Kain lap, ember, dan peralatan lain yang digunakan untuk membersihkan abu juga perlu dicuci setelah pekerjaan selesai. Jangan langsung menggunakan kain yang sudah penuh abu untuk membersihkan permukaan lain di rumah.

Jika menggunakan vacuum cleaner, pilih perangkat yang memiliki sistem penyaringan yang sesuai untuk partikel halus. Hindari menggunakan alat yang justru membuat abu halus kembali keluar melalui udara buangan.

9. Jangan Memaksakan Membersihkan Tembok yang Sulit Dijangkau

Jika bagian tembok berada di tempat tinggi dan membutuhkan tangga atau akses ke atap, jangan memaksakan diri ketika permukaannya licin akibat abu. Abu vulkanik dapat membuat permukaan menjadi licin dan meningkatkan risiko jatuh.

Untuk bagian bangunan yang sulit atau berbahaya dijangkau, lebih baik menunggu kondisi benar-benar aman atau meminta bantuan orang yang memiliki perlengkapan dan kemampuan yang sesuai.

Hal yang Perlu Dihindari Saat Membersihkan Abu Vulkanik

Saat membersihkan tembok rumah, hindari cara berikut:

  • Jangan membersihkan abu tanpa menggunakan masker atau pelindung pernapasan.
  • Jangan langsung menyapu abu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel kembali beterbangan.
  • Jangan menggosok tembok terlalu keras karena dapat merusak lapisan cat.
  • Jangan menggunakan terlalu banyak air pada tembok yang tidak tahan lembap.
  • Jangan mencampur berbagai bahan pembersih tanpa mengetahui keamanannya.
  • Jangan memaksakan diri membersihkan bagian bangunan yang licin atau sulit dijangkau.
  • Jangan mengabaikan informasi terbaru dari pemerintah daerah dan petugas kebencanaan.

Pertanyaan Seputar Cara Membersihkan Tembok dari Abu Vulkanik

Apakah abu vulkanik boleh langsung disapu dari tembok?

Sebaiknya tidak. Abu yang masih kering dapat kembali beterbangan ketika disapu atau digosok. Basahi secara ringan terlebih dahulu, kemudian bersihkan menggunakan kain lembap.

Masker apa yang sebaiknya digunakan?

Respirator N95 dapat digunakan untuk membantu menyaring partikel abu vulkanik ketika membersihkan rumah. Perlindungan pernapasan juga tetap diperlukan setelah hujan abu berhenti karena proses pembersihan dapat membuat abu kembali beterbangan.

Apakah tembok harus disiram dengan banyak air?

Tidak. Cukup basahi abu secara ringan agar tidak mudah beterbangan, kemudian gunakan kain lembap untuk mengangkatnya. Penggunaan air secara berlebihan justru dapat berisiko pada permukaan tembok tertentu.

Apakah boleh menggunakan deterjen?

Boleh jika diperlukan untuk menghilangkan noda yang tersisa setelah abu dibersihkan, tetapi gunakan pembersih yang lembut dan sesuai dengan jenis cat. Sebaiknya lakukan uji coba pada bagian kecil terlebih dahulu.

Bagaimana jika abu vulkanik masih terus turun?

Prioritaskan keselamatan dan ikuti arahan petugas. Jangan memaksakan pembersihan ketika kondisi di luar masih berbahaya atau jarak pandang buruk. Pembersihan dapat dilakukan setelah kondisi memungkinkan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6