Kanada Borong 12 Kapal Selam dari Perusahaan Jerman

Keputusan ini diambil saat Kanada meningkatkan belanja pertahanan dan menaruh perhatian lebih besar pada keamanan Arktik.

Diterbitkan 07 Juli 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Ottawa - Kanada memilih perusahaan pertahanan asal Jerman, TKMS, untuk membangun 12 kapal selam baru bagi angkatan lautnya. Proyek ini menjadi pengadaan militer terbesar sepanjang sejarah Kanada dan disebut bernilai miliaran dolar Kanada.

Keputusan tersebut diumumkan Perdana Menteri Mark Carney pada Senin (6/7/2026), tidak lama sebelum ia bertolak ke KTT NATO di Turki. Dalam pertemuan itu, negara-negara anggota NATO diperkirakan akan menghadapi tekanan untuk menunjukkan komitmen lebih besar dalam meningkatkan investasi pertahanan.

Sejak menjabat, Carney telah menaikkan belanja pertahanan Kanada menjadi 2 persen dari produk domestik bruto (PDB). Ia juga berkomitmen meningkatkan belanja pertahanan negara itu hingga 5 persen dari PDB pada 2035.

Pengadaan kapal selam baru ini dinilai penting karena kondisi armada Kanada saat ini terbatas. Menurut pemerintah, hanya satu dari empat kapal selam Kanada yang layak beroperasi.

Kanada juga menghadapi tantangan keamanan yang semakin besar di kawasan Arktik. Sebagai negara dengan garis pantai terpanjang di dunia, Kanada khawatir pemanasan global membuat perairan Arktik semakin mudah dilalui kapal. Kondisi ini dapat membuka akses baru bagi kapal asing, termasuk kekuatan militer negara lain, ke wilayah utara Kanada.

"Di dunia yang semakin berbahaya dan terpecah, Kanada harus siap membela kepentingannya, melindungi warganya, membangun ekonominya, dan mengamankan masa depannya," kata Carney seperti dilaporkan BBC. "Untuk itu, kami menjalankan pengadaan pertahanan terbesar dalam sejarah bangsa kami dengan cepat, ambisius, dan disiplin."

Meski proyek ini disebut bernilai miliaran dolar Kanada, pemerintah belum merilis perkiraan resmi nilai kesepakatan tersebut.

Berbicara di Halifax, Nova Scotia, Carney mengatakan pemerintah akan memulai negosiasi dengan TKMS untuk menandatangani kontrak. Proses itu dapat memakan waktu beberapa bulan.

"Proyek ini jauh lebih besar daripada sekadar pengadaan kapal selam," ujar Carney. "Proyek ini membangun kapasitas industri Kanada."

TKMS merupakan produsen kapal selam non-nuklir terbesar di dunia. Dalam tender ini, perusahaan tersebut sebelumnya bersaing dengan perusahaan galangan kapal Korea Selatan, Hanwha Ocean.

Kanada telah mengumumkan pencarian kontraktor untuk membangun armada kapal selam baru sejak Juli 2024. Armada baru nantinya akan menggantikan kapal-kapal selam kelas Victoria yang sudah menua dan dibeli pada 1998.

TKMS mengatakan proposal yang diajukannya bersama Norwegia dapat menjadi "solusi berisiko rendah, sejalan dengan NATO, dan transformatif secara ekonomi" bagi Kanada. Kesepakatan itu juga membuka peluang kerja sama dalam pemeliharaan dan perbaikan, pelatihan, logistik, serta operasi.

Pemerintah Kanada mengatakan kapal-kapal selam baru tersebut akan bertenaga konvensional dan mampu beroperasi di bawah lapisan es. Kemampuan itu dinilai penting untuk memperkuat keamanan dan kedaulatan Kanada, terutama di kawasan Arktik.

Â