Afrika Selatan vs Kanada: Stephen Eustaquio Persembahkan Gol Bersejarah untuk Mendiang Orang Tuanya

Stephen Eustaquio menjadi pahlawan Kanada dengan gol kemenangan ke gawang Afrika Selatan. Ia mempersembahkan momen bersejarah itu untuk keluarga dan mendiang or

Diterbitkan 29 Juni 2026, 08:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Stephen Eustaquio menjadi sosok penentu kemenangan Kanada saat menaklukkan Afrika Selatan 1-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Golnya pada masa injury time memastikan Kanada melaju ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah tim putra.

Pertandingan di Los Angeles berlangsung ketat dan tanpa gol hingga memasuki tambahan waktu babak kedua, Senin (29/6/2026). Kebuntuan akhirnya pecah ketika Eustaquio mencetak gol pada menit ke-92.

Selepas pertandingan, gelandang yang sedang dipinjamkan Porto ke Los Angeles FC itu tidak mampu menyembunyikan emosinya. Ia menangis saat mengenang kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia.

Kanada kini bersiap menghadapi pemenang laga Belanda melawan Jepang pada babak berikutnya. Kemenangan bersejarah itu juga mendapat apresiasi besar dari pelatih Jesse Marsch.

Eustaquio Persembahkan Gol Bersejarah untuk Keluarga

Gol kemenangan Eustaquio menjadi penutup sempurna perjuangan Kanada yang kesulitan membongkar pertahanan Afrika Selatan sepanjang pertandingan. Momen tersebut terasa semakin emosional karena ia mengenang keluarganya setelah peluit panjang dibunyikan.

Eustaquio kehilangan ibunya, Esmeralda, akibat kanker otak pada 2023. Setahun kemudian sang ayah, Armando, meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung.

"Semua yang saya lakukan adalah untuk keluarga saya, untuk kedua orang tua saya, untuk kekasih saya, untuk putri saya," ujar Eustaquio.

"Untuk saudara laki-laki saya, untuk teman-teman saya di kampung halaman, untuk mereka semua," lanjutnya.

Jesse Marsch Sebut Eustaquio Layak Menjadi Pahlawan

Pelatih Kanada Jesse Marsch mengaku sangat bahagia melihat Eustaquio menjadi penentu kemenangan timnya. Menurutnya, tidak ada pemain yang lebih pantas mendapatkan momen istimewa tersebut.

Marsch juga menyinggung kedua orang tua Eustaquio yang telah wafat. Ia yakin mereka turut menyaksikan keberhasilan putranya dari tempat yang lebih baik.

"Saya tidak bisa memikirkan orang yang lebih pantas mendapatkan momen seperti itu," kata Marsch.

"Saya benar-benar ikut bahagia untuknya dan saya yakin dari suatu tempat kedua orang tuanya melihat ke bawah dan menyaksikan semua itu," imbuhnya.

Kanada Mencetak Sejarah di Piala Dunia

Kanada harus menunggu hingga masa injury time sebelum akhirnya memastikan kemenangan atas Afrika Selatan. Gol lahir setelah sapuan bola mengarah ke Eustaquio yang dengan tenang mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut gawang.

Keberhasilan itu menjadi kemenangan pertama Kanada pada fase gugur Piala Dunia putra. Tim asuhan Jesse Marsch pun mencatat sejarah baru dengan melangkah ke babak 16 besar.

“Kalian adalah pahlawan Kanada hari ini! Pahlawan bagi generasi anak-anak Kanada di masa depan yang akan memainkan olahraga ini. Sepak bola memiliki masa depan yang cerah karena kalian," seru Marsch.

“Kalian harus bangga dengan diri kalian sendiri. Kalian juga harus bangga dengan pertandingan ini. Kalian tidak pernah kehilangan keyakinan. Kalian terus berjuang, poin demi poin, momen demi momen. Kalian adalah pahlawan Kanada!”

Sumber: Daily Mail

Persaingan Sengit di Piala Dunia 2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Top 3 Berita Bola: Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026

Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan