Bukan Cuma Ganti CEO, Apple Tunjuk Nate Gatten Jadi Bos Government Affairs

Apple resmi merekrut Nate Gatten untuk memimpin divisi government affairs. Berikut sepak terjangnya.

Diterbitkan 13 Agustus 2026, 13:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang transisi kepemimpinan tertinggi yang kian dekat, Apple resmi merekrut Nate Gatten untuk memimpin divisi urusan pemerintahan (government affairs).

Langkah strategis ini dinilai sebagai bagian dari manuver raksasa teknologi asal Cupertino, Amerika Serikat (AS) tersebut untuk memperkuat posisinya dalam menghadapi konstelasi politik dan regulasi di AS, khususnya di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Berdasarkan memo internal dari Senior Vice President sekaligus General Counsel Apple, Jennifer Newstead, yang dilaporkan Bloomberg, Gatten akan resmi menjabat sebagai Vice President of Government Affairs per 31 Agustus.

Kedatangan Gatten bertepatan hanya sehari sebelum momen krusial transisi kepemimpinan Apple. Pada 1 September, Tim Cook dijadwalkan bakal merelakan kursi Chief Executive Officer (CEO) untuk digantikan oleh John Ternus. Demikian sebagaimana dikutip dari Apple Insider, Kamis (13/8/2026).

Dalam struktur baru ini, pimpinan divisi urusan pemerintahan sebelumnya, Nick Ammann, akan bergeser posisi dan melapor langsung kepada Gatten.

Jajaran eksekutif pendorong kebijakan publik Apple lainnya--seperti Tim Powderly, Matt Brown, dan Mike Orgill--juga bakal menginduk di bawah kepemimpinan Gatten.

Sementara itu, Kate Adams, mantan kepala tim hukum, mengemban peran penasihat hingga masa pensiunnya pada 1 Oktober 2026.

Newstead memuji Gatten sebagai pemimpin pemikir yang strategis dengan pengalaman panjang dalam mengarungi dinamika kebijakan yang kompleks.

Jembatan Politik Lintas Partai

Rekam jejak Gatten di panggung advokasi publik terbilang cukup matang. Sebelum dipinang Apple, ia menghabiskan hampir satu dekade memegang posisi serupa di American Airlines Group.

Sebelumnya, Gatten juga memimpin tim hubungan pemerintah dan kebijakan global di institusi keuangan raksasa, JPMorgan Chase.

Pengangkatan Gatten dinilai punya korelasi erat dengan dinamika politik terkini di AS. Sebagai seorang Republikan, masuknya Gatten dipandang oleh sumber internal dapat membantu memperluas jalan komunikasi yang lebih mulus dengan pemerintahan Trump.

Saat bekerja di Fannie Mae, Gatten juga tercatat memimpin tim yang berinteraksi erat dengan para anggota Kongres dari Partai Republik.

Meski memiliki latar belakang yang kental dengan Partai Republik, Gatten dikenal memiliki fleksibilitas politik yang baik.

Bukan Sekadar Manouver Politik

Sumber-sumber terkait mengindikasikan bahwa ia mampu merangkul kedua belah pihak di panggung politik. Hal ini dibuktikan dengan keterlibatannya sebagai dewan di Faith and Politics Institute, sebuah lembaga yang aktif mendorong dialog lintas partai.

Langkah Apple memboyong Gatten tak semata-mata soal melobi kebijakan di Washington. Pengalaman luas Gatten di sektor real estate pada karier sebelumnya disebut menjadi nilai tambah strategis bagi ekspansi bisnis Apple.

Kemampuan ini diproyeksikan bakal sangat membantu rencana percepatan ekspansi Apple yang saat ini terus gencar menambah jaringan toko ritel dan kantor operasional baru di berbagai belahan dunia.