Sejumlah Pria Ditangkap Dekat Pangkalan AU Inggris terkait Bahan Peledak

Insiden ini turut memicu evakuasi warga di sekitar pangkalan AU Inggris.

Diterbitkan 27 September 2026, 20:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London - Polisi antiterorisme Inggris memimpin penyelidikan setelah sejumlah pria ditangkap atas dugaan pelanggaran terkait bahan peledak di dekat RAF Fairford, pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) yang juga digunakan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF).

Polisi mengatakan tim penjinak bahan peledak Angkatan Darat telah memeriksa sejumlah kendaraan di sekitar RAF Fairford, Gloucestershire. Sejumlah rumah di Desa Whelford yang berada tidak jauh dari pangkalan juga dievakuasi selama penyelidikan berlangsung.

Laporan BBC menyebutkan, para pria tersebut ditangkap pada Minggu (27/9/2026) dini hari. Tim khusus penanganan area berbahaya dikerahkan ke dalam kawasan pengamanan di sekitar pangkalan.

Polisi meyakini situasi telah terkendali.

RAF Fairford belakangan digunakan sebagai lokasi penempatan pesawat pengebom USAF sejak konflik AS dengan Iran dimulai pada Februari.

Pada Maret, empat pesawat pengebom USAF mendarat di RAF Fairford. AS kemudian mulai menggunakan pangkalan militer Inggris untuk menjalankan "operasi pertahanan tertentu" terhadap lokasi rudal Iran setelah perdana menteri saat itu, Keir Starmer, mengizinkan operasi AS yang disebut bersifat defensif dilakukan dari pangkalan-pangkalan Inggris.

Seorang juru bicara pemerintah mengatakan Perdana Menteri Andy Burnham terus menerima laporan terbaru mengenai perkembangan situasi tersebut.

"Kami berterima kasih kepada layanan darurat yang telah bertindak cepat untuk menahan sejumlah tersangka dan mengambil langkah-langkah guna menjaga keselamatan masyarakat," kata juru bicara itu.

"Tidak tepat memberikan komentar lebih lanjut selama penyelidikan masih berlangsung."

Menteri Pertahanan Wes Streeting mengatakan masyarakat dapat merasa tenang karena insiden tersebut sedang ditangani.

"Saya ingin berterima kasih kepada seluruh tim darurat dan tim khusus yang telah bergerak begitu cepat menangani insiden di Gloucestershire," tulis Streeting di X.

Kepolisian Gloucestershire, yang menangani situasi di lokasi, mengatakan sejumlah rumah di wilayah Whelford sedang dievakuasi setelah insiden tersebut dinyatakan sebagai insiden besar.

"Langkah ini dilakukan menyusul penangkapan sejumlah pria atas dugaan pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Bahan Peledak," ungkap kepolisian.

"Kami bekerja sama erat dengan para mitra dan menjalankan prosedur yang telah dipersiapkan serta dilatih sebelumnya."

Sementara itu, seorang juru bicara USAF mengatakan personel mereka yang bertugas di RAF Fairford tetap waspada.

"Demi keamanan operasional, kami tidak akan membahas secara rinci langkah-langkah perlindungan pasukan yang diterapkan," tutur juru bicara tersebut.

"501st Combat Support Wing dan satuan-satuan kami lainnya yang berbasis di Inggris tetap waspada dan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjamin keselamatan serta keamanan personel militer AS, warga sipil, kontraktor, dan keluarga mereka."

Dia menambahkan, "Kami terus menilai berbagai faktor untuk menentukan langkah apa yang perlu diterapkan atau disesuaikan demi melindungi pangkalan, personel, dan keluarga mereka."

Warga yang dievakuasi dari rumah mereka dibawa ke sebuah pusat rekreasi di Cirencester, sekitar 16 kilometer dari lokasi.

Salah seorang warga yang dievakuasi, Julian Tudsbury, mengatakan seorang warga sebelumnya melaporkan keberadaan tiga mobil van mencurigakan di Whelford pada Minggu dini hari.

Kepada BBC, Tudsbury menuturkan warga tersebut langsung melaporkan temuan itu kepada polisi.

Tudsbury, yang telah tinggal di Whelford selama 30 tahun, mengatakan pintu rumahnya digedor sekitar pukul 07.00 waktu setempat. Saat membukanya, ia mendapati sejumlah petugas polisi.

"Ada beberapa polisi dan tiga mobil polisi di halaman rumah. Mereka mengatakan kami harus mengungsi karena telah terjadi insiden besar. Petugas itu mengatakan tidak bisa menjelaskan lebih jauh," ujar Tudsbury.

Menurut Tudsbury, warga desa kemudian ditanya apakah mereka memiliki tempat lain untuk tinggal sementara.