Hong Myung-bo Tantang Pengkritik Sepak Bola Korsel saat Dicecar Parlemen

Sidang Komite Olahraga Majelis Nasional selama 12 jam menjadi panggung bagi Hong Myung-bo untuk merespons gelombang kritik di ruang digital.

Diterbitkan 31 Juli 2026, 12:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Seoul - Hong Myung-bo, mantan pelatih tim nasional (Timnas) sepak bola putra Korea Selatan (Korsel) yang kerap menjadi sasaran kritik, menyindir para pengkritiknya. Ia meminta mereka ikut turun tangan membenahi persoalan, bukan sekadar melontarkan kritik di media sosial.

Hong mengundurkan diri pada akhir Juni setelah Korsel tersingkir pada fase grup Piala Dunia 2026. Pada Kamis (30/7/2026), ia dicecar selama berjam-jam dalam sidang parlemen.

Para anggota komite olahraga Majelis Nasional mengajukan berbagai pertanyaan kepada Hong dalam sidang yang berlangsung selama 12 jam. Topiknya beragam, mulai dari proses penunjukannya sebagai pelatih dua tahun lalu hingga keputusan taktisnya selama Piala Dunia.

Menjelang akhir sidang, Hong diminta menanggapi kritik yang terus diarahkan kepada dirinya dan Asosiasi Sepak Bola Korsel (KFA) oleh mantan pemain, jurnalis, serta pengamat sepak bola melalui YouTube dan berbagai platform media sosial lainnya.

"KFA tidak boleh menganggap enteng kritik semacam itu," kata Hong, yang pernah menjabat sebagai direktur eksekutif KFA, seperti dilaporkan kantor berita Yonhap.

"Jika orang-orang mengetahui ada masalah di KFA, mereka seharusnya ikut terlibat dan membangun sistem yang memungkinkan perubahan dilakukan. Tugas itu sangat berat, tetapi saya berharap generasi muda bersedia turun tangan dan membawa perubahan."

Ketika anggota parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat, Cho Eun-hee, bertanya tentang perubahan yang perlu dilakukan terhadap budaya di tubuh KFA, Hong mengatakan, "Saya rasa perubahan itu tidak bisa dilakukan hanya oleh satu orang. Sistem ini tidak akan mudah berubah kecuali seluruh pihak di lingkungan sepak bola bersatu."

"Tidak ada salahnya mengkritik KFA dari luar. Namun, jika mereka memahami betapa sulitnya bekerja di dalam organisasi ini, saya rasa mereka akan mampu mendorong perubahan dengan rasa tanggung jawab yang lebih besar," tutur Hong.

"Bekerja dalam situasi seperti ini memang tidak mudah. Namun, jika orang-orang yang berpengalaman di dunia sepak bola bersedia masuk dan bekerja di sini, saya rasa sepak bola Korea akan berkembang lebih cepat."