Arsenal vs Como: 3 Pelajaran

Arsenal menutup pramusim dengan hasil imbang melawan Como. Tiga hal penting menjadi catatan sebelum menghadapi Manchester City.

Diterbitkan 13 Agustus 2026, 07:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal menutup rangkaian pramusim dengan hasil imbang 1-1 melawan Como di laga terakhir sebelum menghadapi musim kompetitif. The Gunners kemudian menang 4-3 melalui adu penalti, tetapi penampilan tersebut masih memperlihatkan sejumlah pekerjaan rumah.

Hasil melawan Como menjadi pertandingan pemanasan terakhir Arsenal sebelum menghadapi Manchester City di Community Shield. Setelah itu, mereka hanya memiliki waktu sembilan hari sebelum memulai perjalanan di Premier League.

Kondisi skuad menjadi perhatian utama karena sejumlah pemain belum kembali ke level kebugaran terbaik setelah Piala Dunia. Di tengah situasi tersebut, beberapa pemain justru berhasil memberikan pesan penting kepada Mikel Arteta.

Arsenal Belum dalam Kondisi Terbaik

Arsenal masih belum tampil dengan kekuatan penuh sepanjang pramusim dan kondisi itu kembali terlihat saat menghadapi Como. Bukayo Saka dan Declan Rice bahkan belum mendapatkan menit bermain pada musim panas ini setelah baru kembali berlatih pekan tersebut.

Keduanya tidak masuk skuad untuk pertandingan melawan Como karena klub memilih mengelola kondisi fisik mereka secara bertahap. Situasi serupa membuat Ben White harus mendapatkan perhatian khusus, sehingga Theo Julienne yang baru berusia 18 tahun tampil sebagai starter.

Rotasi pemain juga memperlihatkan bahwa pertandingan tersebut masih memiliki nuansa persahabatan yang kuat. Eberechi Eze hanya bermain 30 menit, sedangkan Viktor Gyokeres, Kai Havertz, dan Gabriel Jesus masing-masing mendapatkan kesempatan selama setengah jam.

Lewis-Skelly Kirim Pesan Kuat

Myles Lewis-Skelly memberikan respons positif terhadap situasi yang mengaitkannya dengan Chelsea dan Manchester United. Gelandang berusia 19 tahun itu kembali menjadi starter dan tampil meyakinkan sepanjang pertandingan.

Lewis-Skelly terlihat percaya diri ketika menguasai bola dan membangun kombinasi berbahaya bersama Eze. Ia juga tampil lebih aman ketika menjalankan peran sebagai gelandang nomor enam dibandingkan saat menghadapi Borussia Dortmund.

Pergerakannya dalam menekan lawan menghasilkan kesalahan dari kiper Como, Jean Butez. Lewis-Skelly kemudian menyelesaikan peluang tersebut dengan tenang untuk membawa Arsenal unggul dan merayakannya dengan menunjuk lambang klub.

Guimaraes Mulai Tunjukkan Pengaruh

Bruno Guimaraes akhirnya mendapatkan kesempatan tampil untuk pertama kalinya bersama Arsenal setelah masuk pada awal babak kedua. Kehadirannya langsung mendapat sambutan meriah dari penonton yang kemudian menyanyikan namanya.

Guimaraes dimainkan sebagai gelandang terdalam selama 30 menit terakhir, tetapi tetap memiliki kebebasan untuk melakukan tekanan dan membantu serangan. Agresivitasnya langsung terlihat ketika ia kehilangan bola lalu segera melakukan tekel untuk merebut kembali penguasaan.

Gelandang Brasil itu juga menyelamatkan Josh Ogunnaike pada menit ke-90 setelah pemain muda tersebut kehilangan bola ketika membawa bola keluar dari pertahanan. Guimaraes kemudian menunjukkan ketenangannya dalam adu penalti dengan mengeksekusi bola ke sudut bawah gawang.

Arsenal kini harus segera meningkatkan level permainan karena pramusim telah berakhir. Community Shield melawan Manchester City akan menjadi ujian pertama untuk melihat seberapa siap skuad Arteta menghadapi musim baru.

Sumber: Evening Standard

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Unai Emery Puji 2 Pemain Muda Aston Villa Usai Tumbang dari PSG

Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan