Rempah-Rempah untuk Memperlancar Pencernaan, Ini 10 Pilihan yang Mudah Ditemukan di Dapur

Kenali 10 rempah-rempah untuk memperlancar pencernaan dan mudah ditemukan di dapur, mulai dari jahe, kunyit, hingga kayu manis.

Diterbitkan 13 Agustus 2026, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Selain sebagai bumbu dapur, banyak orang di Tanah Air yang memanfaatkan rempah untuk memperlancar pencernaan. Pencernaan yang nyaman menjadi salah satu bagian penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Selain menjaga pola makan, mencukupi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan berserat, dan menerapkan kebiasaan hidup sehat, bahan-bahan alami yang biasa digunakan dalam masakan juga dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan pencernaan.

Salah satunya adalah rempah-rempah yang sejak lama digunakan untuk memberikan aroma, rasa, sekaligus melengkapi berbagai hidangan dan minuman. Menariknya, banyak rempah yang mudah ditemukan di dapur ternyata mengandung senyawa tumbuhan yang berpotensi memberikan manfaat bagi tubuh. Jahe, kunyit, kayu manis, kapulaga, hingga adas merupakan beberapa contoh yang kerap digunakan dalam berbagai tradisi kuliner.

Cara mengonsumsinya pun cukup beragam, mulai dari mencampurkannya ke dalam masakan, membuat minuman hangat, hingga menggunakannya sebagai bumbu sehari-hari. Meski begitu, rempah bukan pengganti pengobatan dan manfaatnya dapat berbeda pada setiap orang.

Lantas apa saja rempah rempah untuk memperlancar pencernaan yang mudah ditemukan di dapur? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (13/8/2026), simak ulasan informasi Liputan6.com berikut ini.

1. Jahe

Jahe merupakan salah satu rempah yang paling populer digunakan untuk membantu memberikan rasa hangat dan nyaman pada tubuh. Rimpang dengan nama ilmiah Zingiber officinale ini mengandung senyawa aktif seperti gingerol yang membuatnya memiliki rasa pedas khas. Dalam berbagai tradisi kuliner, jahe sering ditambahkan ke masakan, wedang, teh, atau minuman hangat lainnya. Selain memberikan aroma yang kuat, jahe juga banyak diteliti terkait pengaruhnya terhadap fungsi saluran pencernaan.

Salah satu manfaat jahe yang cukup dikenal adalah potensinya membantu mengurangi keluhan pencernaan ringan seperti mual. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat memengaruhi motilitas atau pergerakan saluran cerna, sehingga berpotensi membantu proses pengosongan lambung pada kondisi tertentu. Efek tersebut membuat jahe sering digunakan sebagai bahan minuman setelah makan atau ketika perut terasa kurang nyaman. Namun, respons setiap orang dapat berbeda dan jahe bukan pengganti terapi untuk gangguan pencernaan.

Cara paling sederhana untuk mengonsumsinya adalah memasukkan beberapa iris jahe segar ke dalam masakan atau menyeduhnya dengan air hangat. Jahe juga dapat dipadukan dengan bahan lain seperti serai atau kayu manis untuk membuat minuman herbal. Jangan mengonsumsi jahe secara berlebihan dengan anggapan semakin banyak semakin baik. Orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau menggunakan obat secara rutin sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika ingin mengonsumsi jahe dalam jumlah besar atau dalam bentuk suplemen.

2. Kunyit

Kunyit merupakan rempah berwarna kuning-oranye yang sangat mudah ditemukan dalam masakan Indonesia. Rimpang ini mengandung kurkumin, salah satu senyawa yang paling banyak dipelajari dari kunyit. Selain digunakan sebagai pewarna alami dan bumbu, kunyit telah lama dimanfaatkan dalam berbagai tradisi kuliner dan minuman herbal. Karakter rasa dan aromanya membuat kunyit cocok digunakan dalam sup, kari, nasi berbumbu, maupun minuman seperti kunyit asam.

Kurkumin dan komponen lain dalam kunyit menarik perhatian dalam penelitian mengenai berbagai aspek kesehatan, termasuk sistem pencernaan. Kunyit juga dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi dalam penelitian, meskipun hasil penelitian tidak berarti bahwa mengonsumsi kunyit dapat menyembuhkan penyakit pencernaan tertentu. Penggunaan kunyit sebagai bumbu masakan lebih tepat dipandang sebagai bagian dari pola makan yang beragam daripada sebagai obat.

Kunyit dapat digunakan dalam bentuk segar maupun bubuk. Untuk penggunaan sehari-hari, Anda bisa menambahkannya ke tumisan, sup, sayur, atau hidangan berkuah. Jika dibuat sebagai minuman, gunakan dalam jumlah wajar dan jangan menjadikannya pengganti air putih atau makanan bergizi. Orang dengan kondisi tertentu, terutama yang memiliki masalah pada saluran empedu atau menggunakan obat tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi kunyit dalam jumlah tinggi atau dalam bentuk suplemen.

3. Kayu Manis

Kayu manis dikenal dengan aroma manis dan hangat yang khas. Rempah ini berasal dari kulit batang beberapa jenis pohon Cinnamomum dan banyak digunakan dalam makanan maupun minuman. Di dapur, kayu manis dapat ditemukan dalam bentuk batang atau bubuk dan sering digunakan untuk memberikan aroma pada kue, minuman hangat, bubur, serta berbagai hidangan berbumbu.

Selain aromanya, kayu manis mengandung senyawa seperti cinnamaldehyde dan berbagai komponen polifenol. Beberapa penelitian mengenai kayu manis mengeksplorasi sifat antioksidan serta pengaruhnya terhadap berbagai proses metabolisme. Namun, bukti mengenai manfaat khusus kayu manis untuk “melancarkan pencernaan” pada manusia masih tidak cukup untuk menyebutnya sebagai terapi. Oleh sebab itu, manfaatnya sebaiknya ditempatkan dalam konteks konsumsi rempah sebagai bagian dari pola makan.

Kayu manis cukup mudah digunakan dalam jumlah kecil sebagai bumbu atau campuran minuman. Batang kayu manis dapat direbus bersama bahan lain, sedangkan bubuknya bisa ditaburkan pada makanan tertentu. Hindari mengonsumsi kayu manis dalam jumlah berlebihan, terutama dalam jangka panjang. Jenis cassia, yang umum dijual, mengandung coumarin lebih tinggi daripada Ceylon cinnamon sehingga konsumsi dalam jumlah besar dapat menjadi perhatian bagi kesehatan hati.

4. Kapulaga

Kapulaga memiliki aroma harum yang khas dan sering digunakan dalam masakan berbumbu, minuman, serta berbagai makanan tradisional. Biji kapulaga berada di dalam polong kecil dan memiliki rasa yang cukup kuat sehingga biasanya digunakan dalam jumlah sedikit. Rempah ini dikenal dalam berbagai tradisi kuliner Asia dan Timur Tengah, termasuk sebagai campuran minuman hangat.

Kapulaga mengandung berbagai senyawa aromatik yang membuatnya menarik untuk diteliti, termasuk komponen minyak atsiri. Dalam penggunaan tradisional, kapulaga sering dikaitkan dengan kenyamanan pencernaan dan digunakan setelah makan. Namun, bukti ilmiah pada manusia mengenai kemampuan kapulaga untuk secara langsung memperlancar pencernaan masih terbatas. Karena itu, kapulaga sebaiknya diposisikan sebagai bumbu yang melengkapi pola makan, bukan obat untuk gangguan pencernaan.

Anda dapat memasukkan beberapa butir kapulaga ke dalam nasi berbumbu, sup, kari, teh, atau minuman rempah. Karena aromanya kuat, tidak perlu menggunakannya dalam jumlah banyak. Jika tubuh terasa tidak nyaman setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kapulaga, hentikan penggunaannya. Untuk penggunaan dalam bentuk ekstrak atau suplemen dengan dosis tinggi, konsultasi dengan tenaga kesehatan lebih tepat dibandingkan mengandalkan konsumsi sendiri.

5. Adas

Adas atau Foeniculum vulgare merupakan tanaman yang bijinya sering dimanfaatkan sebagai rempah. Aromanya khas dengan sedikit kesan manis dan menyerupai licorice. Biji adas dapat digunakan dalam berbagai masakan dan juga sering diseduh sebagai minuman herbal. Dalam sejumlah tradisi, biji adas dikonsumsi setelah makan karena dianggap membantu memberikan rasa nyaman pada perut.

Adas mengandung minyak atsiri, termasuk anethole, yang memberikan aroma khas. Komponen tersebut membuat adas menarik untuk diteliti terkait berbagai aktivitas biologis. Secara tradisional, adas sering digunakan untuk membantu mengatasi rasa penuh atau kembung ringan, tetapi bukti klinis untuk memastikan efektivitasnya dalam mengatasi gangguan pencernaan tertentu masih terbatas. Karena itu, jangan menjadikan seduhan adas sebagai pengganti diagnosis atau pengobatan jika keluhan berlangsung terus-menerus.

Biji adas dapat digunakan sebagai bumbu pada hidangan tertentu atau diseduh dengan air hangat. Gunakan secukupnya karena rasa dan aromanya cukup kuat. Perlu diperhatikan bahwa produk herbal tidak selalu aman hanya karena berasal dari bahan alami. Orang yang sedang hamil, memiliki alergi terhadap tanaman dari keluarga tertentu, atau sedang mengonsumsi obat sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan adas dalam bentuk pekat atau suplemen.

6. Jinten

Jinten, khususnya jinten putih atau Cuminum cyminum, merupakan rempah yang umum digunakan dalam berbagai masakan. Biji jinten memiliki aroma kuat dan rasa hangat sehingga sering digunakan pada gulai, kari, olahan daging, sup, dan hidangan berbumbu lainnya. Selain memperkaya cita rasa, jinten mengandung berbagai senyawa tumbuhan yang membuatnya menarik sebagai bagian dari pola makan.

Dalam penggunaan tradisional, jinten sering dikaitkan dengan kenyamanan pencernaan setelah makan. Beberapa penelitian juga mengeksplorasi kandungan antioksidan serta berbagai efek biologisnya. Meski begitu, bukti tersebut tidak berarti jinten dapat mengatasi sembelit, maag, GERD, atau penyakit pencernaan lainnya. Untuk kondisi tersebut, penyebab dan penanganannya perlu ditentukan berdasarkan gejala serta pemeriksaan yang sesuai.

Cara termudah memperoleh manfaat dari jinten adalah menggunakannya sebagai bumbu masakan dalam jumlah normal. Biji jinten dapat disangrai sebentar untuk mengeluarkan aromanya sebelum ditambahkan ke hidangan. Tidak perlu mengonsumsi jinten dalam jumlah besar atau membuat ekstrak pekat tanpa alasan yang jelas. Penggunaan sebagai bagian dari makanan sehari-hari umumnya lebih sederhana daripada mengandalkan suplemen atau ramuan dengan konsentrasi tinggi.

7. Ketumbar

Ketumbar merupakan rempah yang hampir selalu dikenal dalam masakan Indonesia. Bijinya memiliki aroma khas dan dapat digunakan dalam bentuk utuh maupun bubuk. Ketumbar sering menjadi bagian dari bumbu marinasi, masakan berkuah, gorengan, hingga berbagai hidangan tradisional. Selain bijinya, daun ketumbar juga digunakan sebagai bahan pelengkap pada sejumlah masakan.

Biji ketumbar mengandung minyak atsiri dan berbagai senyawa tumbuhan. Dalam penggunaan tradisional, ketumbar kerap dimanfaatkan sebagai bagian dari makanan untuk mendukung kenyamanan pencernaan. Namun, klaim mengenai kemampuannya menyembuhkan gangguan pencernaan tertentu masih membutuhkan bukti klinis yang lebih kuat. Dengan demikian, ketumbar lebih tepat dipandang sebagai rempah bernutrisi yang membantu memperkaya variasi makanan.

Anda dapat menggunakan ketumbar sebagai bumbu sehari-hari tanpa perlu mengonsumsinya secara berlebihan. Sangrai bijinya sebentar sebelum dihaluskan jika ingin mendapatkan aroma yang lebih kuat. Jika menggunakan bubuk ketumbar, simpan dalam wadah tertutup agar aroma dan kualitasnya tetap terjaga. Bagi orang yang memiliki alergi terhadap ketumbar, tentu penggunaannya harus dihindari meskipun bahan tersebut umumnya digunakan dalam jumlah kecil.

8. Cengkeh

Cengkeh merupakan rempah beraroma sangat kuat yang berasal dari kuncup bunga pohon Syzygium aromaticum. Rempah ini menjadi salah satu bahan penting dalam berbagai masakan dan minuman tradisional Indonesia. Cengkeh juga mengandung eugenol, senyawa aromatik yang menjadi salah satu komponen utamanya dan banyak dipelajari dalam berbagai penelitian.

Dalam jumlah kuliner yang wajar, cengkeh dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam. Aroma dan rasa hangatnya membuat rempah ini cocok digunakan pada minuman, masakan berkuah, nasi berbumbu, hingga hidangan tertentu. Namun, jangan menganggap cengkeh sebagai obat pencahar atau bahan yang secara otomatis dapat mengatasi gangguan pencernaan. Bukti manfaat spesifik untuk sistem pencernaan masih tidak cukup untuk menggantikan pengobatan medis.

Karena rasa dan aromanya sangat kuat, penggunaan cengkeh biasanya cukup sedikit. Anda dapat memasukkan satu atau beberapa kuntum ke dalam masakan atau minuman kemudian menyaringnya sebelum dikonsumsi. Hindari mengonsumsi minyak cengkeh secara langsung atau dalam jumlah besar karena konsentrasinya jauh lebih tinggi daripada penggunaan sebagai bumbu. Jika ingin menggunakan produk cengkeh dalam bentuk suplemen atau minyak esensial, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

9. Serai

Serai atau lemongrass merupakan tanaman aromatik yang sangat umum digunakan dalam masakan Indonesia. Batangnya memberikan aroma segar dan sedikit rasa sitrus sehingga cocok digunakan pada sup, soto, kari, tumisan, maupun minuman hangat. Selain membuat makanan lebih harum, serai juga sering digunakan dalam berbagai minuman tradisional.

Serai mengandung minyak atsiri dengan sejumlah komponen aromatik yang menarik untuk diteliti. Dalam penggunaan tradisional, seduhan serai kerap dikonsumsi untuk memberikan rasa nyaman dan hangat setelah makan. Akan tetapi, bukti ilmiah yang secara khusus membuktikan bahwa serai dapat memperlancar pencernaan masih terbatas. Karena itu, manfaat serai sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pola makan dan bukan sebagai pengobatan gangguan pencernaan.

Untuk penggunaan sehari-hari, serai cukup dimemarkan lalu dimasukkan ke dalam masakan atau direbus sebagai minuman. Jangan mengonsumsi minyak esensial serai secara langsung karena konsentrasinya jauh berbeda dengan serai yang digunakan sebagai bumbu. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat, terutama bila ingin menggunakan serai dalam bentuk ekstrak atau dosis tinggi, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

10. Lada Hitam

Lada hitam merupakan salah satu rempah yang hampir selalu tersedia di dapur. Rasa pedasnya berasal terutama dari piperine, sementara aromanya membuat berbagai hidangan menjadi lebih kaya. Lada hitam dapat digunakan pada sup, tumisan, telur, daging, sayuran, hingga berbagai saus. Karena mudah ditemukan dan penggunaannya sederhana, rempah ini dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.

Piperine dan berbagai komponen lada telah diteliti untuk mengetahui aktivitas biologisnya, tetapi penelitian tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa lada hitam dapat mengobati masalah pencernaan. Pada sebagian orang, makanan yang terlalu pedas justru dapat memicu rasa tidak nyaman, terutama jika memiliki sensitivitas terhadap makanan pedas atau kondisi pencernaan tertentu. Oleh karena itu, jumlah yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan toleransi tubuh.

Lada hitam paling mudah digunakan sebagai bumbu dalam jumlah secukupnya. Anda dapat memilih lada yang baru digiling untuk mendapatkan aroma lebih kuat tanpa perlu menambahkan terlalu banyak. Jika setelah mengonsumsi makanan pedas muncul keluhan seperti nyeri perut, rasa terbakar, atau gangguan lainnya, kurangi penggunaannya dan perhatikan respons tubuh. Rempah tetap paling baik digunakan sebagai pelengkap makanan, bukan sebagai satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Rempah Rempah untuk Memperlancar Pencernaan

1. Apa saja rempah-rempah yang dapat membantu mendukung pencernaan?

Beberapa rempah yang sering digunakan dalam pola makan untuk mendukung kenyamanan pencernaan antara lain jahe, kunyit, kayu manis, kapulaga, adas, jinten, ketumbar, cengkeh, serai, dan lada hitam. Rempah tersebut mengandung berbagai senyawa tumbuhan, tetapi manfaatnya dapat berbeda pada setiap orang.

2. Apakah jahe bisa membantu melancarkan pencernaan?

Jahe sering digunakan untuk membantu mengurangi keluhan seperti mual dan rasa tidak nyaman pada perut. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa jahe dapat memengaruhi pergerakan saluran cerna. Namun, jahe bukan obat untuk semua gangguan pencernaan dan sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar.

3. Bagaimana cara mengonsumsi rempah untuk mendukung pencernaan?

Cara paling sederhana adalah menggunakannya sebagai bumbu masakan atau bahan minuman. Jahe dan serai, misalnya, dapat diseduh dengan air hangat, sedangkan kunyit, ketumbar, dan jinten dapat ditambahkan ke masakan. Tidak perlu mengonsumsi rempah dalam jumlah besar untuk mendapatkan manfaatnya.

4. Apakah kunyit baik untuk kesehatan pencernaan?

Kunyit mengandung kurkumin dan berbagai senyawa tumbuhan yang banyak diteliti karena sifat antioksidan dan antiinflamasinya. Kunyit dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi tidak sebaiknya dianggap sebagai obat untuk penyakit pencernaan tertentu.

5. Apakah kayu manis bisa dikonsumsi setiap hari?

Kayu manis dapat digunakan sebagai bumbu makanan atau minuman dalam jumlah wajar. Namun, konsumsi dalam jumlah sangat besar atau dalam bentuk suplemen pekat sebaiknya dihindari. Kayu manis jenis cassia mengandung coumarin yang relatif tinggi sehingga konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat menjadi perhatian bagi kesehatan hati.