Liputan6.com, Jakarta Istilah soft girl belakangan ramai menghiasi lini masa media sosial, dari TikTok hingga Instagram. Banyak orang penasaran, sebenarnya apa itu soft girl yang kerap disebut sebagai tren estetika sekaligus gaya hidup.
Secara umum, soft girl merujuk pada gaya berpakaian sekaligus pola hidup yang menonjolkan sisi feminin, lembut dan penuh perawatan diri. Memahami apa itu soft girl berarti melihat fenomena soft girl era bukan sekadar penampilan, melainkan cara memandang hidup yang lebih tenang.
Dilansir dari The History of English, gaya hidup soft girl pada dasarnya mengajak seseorang mengelilingi diri dengan kebaikan serta berupaya hidup damai dan bahagia. Estetika manis dan feminin yang menyertainya menjadi pengingat bahwa menjadi lembut bukanlah sebuah kelemahan.Â
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (12/8/2026).
Apa Itu Soft Girl?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4209158/original/033500000_1667194687-shapely-interested-girl-summer-dress-standing-violet-background-carefree-caucasian-young-woman-wears-flowers-hair.jpg)
Soft girl adalah subkultur anak muda yang mulai populer di kalangan perempuan Gen Z sekitar pertengahan hingga akhir 2019. Ini merupakan gaya busana sekaligus gaya hidup yang bertumpu pada tampilan yang sengaja dibuat manis dan feminin, dengan sikap "girly girl" yang kalem. Menjadi soft girl juga bisa mencakup kepribadian yang lembut, manis, dan sensitif. Jadi, pertanyaan apa itu soft girl tidak cukup dijawab dari sisi pakaian saja.
Lebih dalam lagi, apa itu soft girl juga menyangkut apa yang sering disebut sebagai soft girl energy. Ini adalah aura keterbukaan emosi, keberanian untuk tampil rentan, sekaligus kepedulian yang tulus terhadap diri sendiri dan orang lain. Energi tersebut menantang anggapan bahwa perempuan harus selalu tampak tangguh tanpa celah. Bagi banyak orang, di sinilah letak daya tariknya.
Dengan kata lain, kelembutan justru bisa menjadi sumber kekuatan yang memberdayakan. Tren ini merayakan keberanian untuk memprioritaskan kedamaian, perawatan diri, dan kebahagiaan sederhana. Meski begitu, soft girl tidak identik dengan pasif atau tanpa ambisi. Ia lebih menyerupai pilihan sadar untuk menjalani hidup dengan ritme yang lebih manusiawi.
Baca juga: Arti Soft dan Penerapannya dalam Berbagai Konteks
Advertisement
Asal-usul dan Sejarah Tren Soft Girl
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2882748/original/-happy-father-day-with-travel-concept-mobile-phone-passport-rustic-wooden-background-accessories-with-airplane-mustache-vintage-bow-tie-pen-present-white-key-car-shoes-notebook-tree_osaba_freepik1.jpg)
Sebelum menjadi arus utama, konsep soft life yang menjadi cikal bakal soft girl justru lahir dari komunitas influencer media sosial di Nigeria. Saat negara itu tengah menghadapi krisis biaya hidup, gaya hidup lembut ini bukan tentang kemewahan, melainkan ajakan untuk mengenakan pakaian ternyaman dan menikmati hidup yang tenang serta sederhana.
Istilah soft girl sendiri meledak lewat TikTok pada 2019, menawarkan alternatif yang lebih lembut di tengah tren VSCO Girl dan E-Girl. Sebagaimana dilaporkan The Guardian, aesthetic hiper-manis ini bahkan sempat dipertanyakan apakah bisa menjadi simbol pemberdayaan bagi perempuan muda. Penyanyi Ariana Grande pun kerap disebut turut mempopulerkan estetika ini.
Estetika soft girl juga banyak dipengaruhi tren budaya Asia Timur, khususnya konsep kawaii dari Jepang dan gelombang Hallyu atau K-pop dari Korea Selatan. Keduanya sama-sama menonjolkan kesan imut, awet muda, dan penataan gaya yang cermat. Tak heran bila banyak inspirasi outfit dan riasan soft girl terasa dekat dengan gaya Korea dan Jepang. Perpaduan inilah yang membuat tren ini terasa universal dan mudah diadaptasi banyak orang.
Baca juga: Mengulik Sederet Istilah yang Jarang Diketahui Gen Z
Ciri-ciri dan Gaya Fashion Soft Girl
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5130733/original/028735200_1739349225-pexels-cottonbro-7872810.jpg)
Salah satu cara termudah mengenali apa itu soft girl adalah lewat penampilan visualnya yang khas. Gaya ini memadukan warna lembut, potongan busana retro, dan aksesori menggemaskan. Berikut ciri-ciri yang paling menonjol.
- Dominasi warna pastel. Merah muda, lavender, biru langit, mint, hingga kuning muda menjadi palet utama. Kamu bisa melihat banyak inspirasi baju warna pastel yang lembut namun tetap anggun.
- Busana bergaya Y2K dan 90-an. Rok lipit, hoodie oversized, gaun bunga, dan atasan crop dengan sentuhan renda kerap menjadi andalan.
- Aksesori manis. Jepit rambut, scrunchie, ikat kepala, kalung mutiara, serta motif kupu-kupu memperkuat kesan feminin.
- Riasan ala boneka. Blush merona di pipi dan hidung, faux freckles, serta lip gloss berkilau menciptakan tampilan segar dan menggemaskan.
- Motif menggemaskan. Hati, bunga, awan, buah-buahan, hingga karakter lucu menghiasi pakaian maupun aksesori.
- Tekstur serba lembut. Kardigan berbulu, bahan katun halus, dan siluet yang nyaman jadi ciri khas yang sulit dilewatkan.
- Kepribadian yang lembut. Selain penampilan, soft girl identik dengan sikap empatik, tenang, dan menyukai hal-hal yang menenangkan.
Bagi yang khawatir warna lembut membuat wajah terlihat pucat, ada trik memilih nuansa pastel yang cocok dengan warna kulit agar tampilan tetap segar dan seimbang.
Advertisement
Soft Girl sebagai Gaya Hidup dan Pola Pikir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3556468/original/099986500_1630395259-pexels-photo-4834142__2_.jpeg)
Jika ditarik lebih jauh, soft girl sebenarnya adalah sebuah pola pikir untuk memperlakukan diri dengan lebih lembut. Alih-alih terus memacu diri ala girlboss, tren ini mengajak seseorang memprioritaskan ketenangan tanpa kehilangan tujuan.Â
- Perawatan diri (self-care). Menjadikan self-care sebagai kebutuhan, bukan sekadar memanjakan diri, adalah fondasi gaya hidup ini.
- Slow living. Soft girl dekat dengan konsep slow living, yaitu menjalani hidup dengan lebih santai dan penuh kesadaran.
- Feminine energy. Merangkul energi feminin berarti menghargai intuisi, empati, dan kolaborasi dalam keseharian.
- Journaling dan rasa syukur. Rutinitas journaling dan menuliskan hal-hal yang disyukuri membantu otak lebih fokus pada sisi positif kehidupan.
- Mindfulness. Melatih kesadaran penuh membuat momen sederhana, seperti menyeduh teh, terasa lebih bermakna.
- Menetapkan batasan sehat. Berani berkata tidak dan menjaga batasan pribadi merupakan bagian penting dari self-love yang sehat.
Kebiasaan-kebiasaan tersebut menegaskan bahwa apa itu soft girl bukan cuma soal tampil cantik, melainkan cara membangun hubungan yang lebih hangat dengan diri sendiri. Menuliskan jurnal syukur setiap hari, misalnya, menjadi salah satu ritual kecil yang paling sering dilakukan para penganut tren ini.
Kontroversi dan Dampak Soft Girl bagi Kesehatan Mental
Di balik popularitasnya, tren ini tidak lepas dari kritik. Pergeseran dari era girlboss menuju estetika soft girl dinilai sebagian pihak berisiko menghidupkan kembali pandangan lama tentang peran gender. Dalam bentuk ekstrem, tren ini bahkan dikaitkan dengan meningkatnya fenomena stay at home girlfriend dan tradwife alias istri tradisional. Konsep-konsep tersebut mengingatkan pada peran domestik yang selama ini justru diperjuangkan untuk diubah.
Ketertarikan pada gaya hidup soft girl juga sering dibaca sebagai respons terhadap kelelahan kerja. Fenomena burnout dan tren quiet quitting menunjukkan bahwa keseimbangan hidup dan kerja banyak tergerus. Bagi sebagian perempuan, soft girl menjadi jalan keluar dari hiruk-pikuk yang melelahkan. Namun, ketidakpastian ekonomi yang membayangi Gen Z membuat pilihan ini kadang lebih rumit daripada sekadar estetika.
Kabar baiknya, apa itu soft girl tidak harus dimaknai secara ekstrem. Jika dijalani dengan sehat, tren ini justru mendorong self-love dan kepedulian pada kesehatan mental, yang memang menjadi perhatian besar generasi muda. Kuncinya adalah keseimbangan, yakni tetap punya pendirian, mimpi, dan kemandirian, sambil memberi ruang bagi diri untuk beristirahat. Dengan begitu, kelembutan menjadi pilihan yang memberdayakan, bukan membatasi.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Soft Girl
Apa itu soft girl era?
Soft girl era adalah fase ketika seseorang memilih memperlambat ritme hidup dan memprioritaskan ketenangan, perawatan diri, serta kebahagiaan sederhana. Istilah ini populer di media sosial sebagai lawan dari budaya kerja keras tanpa henti. Intinya, ini soal memperlakukan diri sendiri dengan lebih lembut.
Apa saja ciri-ciri gaya soft girl?
Ciri utamanya meliputi warna pastel, busana bergaya Y2K dan 90-an, aksesori manis seperti jepit rambut dan kalung mutiara, serta riasan ala boneka dengan blush merona. Selain penampilan, soft girl juga identik dengan pribadi yang lembut, empatik, dan menyukai hal-hal yang menenangkan.
Apa perbedaan soft girl dan clean girl?
Soft girl menonjolkan sisi feminin yang manis dan playful lewat warna pastel serta motif lucu. Sementara itu, clean girl lebih menekankan tampilan minimalis, natural, dan rapi dengan warna netral. Keduanya sama-sama merayakan perawatan diri, hanya berbeda pada gaya estetiknya.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321860/original/097207600_1786506941-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T105431.565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321420/original/049342000_1786441292-bX348Tatno2kUf4weYXYUhS4Bp3F7jCNOV609apN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4249210/original/065233000_1670150769-portrait-beautiful-asian-woman-stretching-her-body-her-arms-after-she-wake-up-feel-sleepy-her-bedroom-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322288/original/014125900_1786524318-6a522f52-9a59-4adc-ac4b-965a020f6ae2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322185/original/009170700_1786520975-jakob-owens-fQPOZPLuWdE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321300/original/037059800_1786437165-3437ffd0-1327-4c46-9f7e-5b7b989942dd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4848672/original/053113800_1717128247-Ilustrasi_diam__tenang__kalem__diri_sendiri__berpikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4088388/original/082748200_1657767457-pexels-ahsanjaya-8719573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321312/original/027969100_1786437386-pexels-cottonbro-5853051.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/892931/original/054143900_1433409948-menantuidaman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4477118/original/079857800_1687421031-Cuci_Baju.jpg)