Liputan6.com, Jakarta - Warren Buffett kerap mengingatkan bahwa kebiasaan finansial yang harus dihentikan adalah berutang berbunga tinggi dan hidup di luar kemampuan, karena keduanya menghambat pertumbuhan kekayaan jangka panjang secara signifikan.
Menurut Buffett, mengikuti tren investasi tanpa riset dan mencoba market timing hanya mendatangkan kerugian. Ia menyarankan fokus pada bisnis yang benar-benar dipahami dan berinvestasi jangka panjang secara konsisten.
Artikel Liputan6.com ini akan membahas kebiasaan finansial yang harus dihentikan. Buffett juga menekankan pentingnya menabung sejak dini agar compound interest bekerja maksimal. Hidup sederhana dan disiplin finansial, bukan gaya hidup konsumtif, adalah kunci kekayaan sejati versinya, Selasa (11/8/2026).
Advertisement
1. Berutang dengan bunga tinggi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4392354/original/038664200_1681288233-mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash.jpg)
Buffett pernah berkata bahwa jika kartu kredit dikenakan bunga 18-20% per tahun, maka melunasi utang tersebut adalah "investasi" terbaik yang bisa dilakukan siapa pun—lebih baik daripada berinvestasi di saham. Bunga majemuk yang bekerja melawan Anda tumbuh secepat bunga majemuk yang bekerja untuk Anda saat berinvestasi.
Banyak orang terjebak siklus utang karena hanya membayar minimum, sehingga pokok utang tidak berkurang signifikan sementara bunga terus menumpuk. Buffett menyarankan melunasi utang berbunga tinggi sebagai prioritas utama sebelum mulai berinvestasi, karena tidak ada instrumen investasi yang bisa konsisten memberi return lebih tinggi dari beban bunga kartu kredit.
Advertisement
2. Membeli barang yang tidak sanggup dibayar tunai
Prinsip ini berkaitan dengan menghindari gaya hidup yang dibiayai utang konsumtif. Buffett sendiri dikenal hidup sederhana meski kekayaannya sangat besar—ia tinggal di rumah yang sama sejak 1958. Ia percaya bahwa membeli barang mewah atau non-esensial menggunakan cicilan atau utang hanya menciptakan beban finansial yang menghambat pertumbuhan kekayaan jangka panjang.
Idealnya, seseorang menabung terlebih dahulu sebelum membeli, bukan membeli dulu lalu membayar belakangan dengan bunga tambahan. Kebiasaan ini melatih disiplin finansial dan memastikan pengeluaran benar-benar sesuai kemampuan, bukan sesuai keinginan sesaat atau tekanan sosial.
3. Mengikuti tren atau ikut-ikutan investasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5445177/original/040415400_1765814900-investasi.jpg)
Buffett terkenal dengan filosofi kontrarian: "Be fearful when others are greedy, and greedy when others are fearful." Ia mengingatkan bahwa investor yang membeli aset hanya karena sedang populer atau viral sering membeli di harga puncak sebelum akhirnya jatuh. Herd mentality ini didorong oleh rasa takut ketinggalan (FOMO), bukan analisis fundamental yang matang.
Contohnya terlihat pada gelembung dot-com atau euforia kripto tertentu. Buffett menekankan pentingnya riset independen dan pemahaman mendalam terhadap aset sebelum membeli, bukan sekadar ikut arus karena orang lain melakukannya atau karena takut tertinggal momentum.
Advertisement
4. Mencoba market timing atau spekulasi jangka pendek
Buffett secara konsisten menyatakan bahwa mencoba menebak waktu terbaik masuk-keluar pasar adalah usaha sia-sia, bahkan bagi profesional sekalipun. Ia lebih memilih strategi "buy and hold"—membeli bisnis berkualitas dan mempertahankannya dalam jangka panjang, idealnya selamanya.
Trading jangka pendek untuk mengejar fluktuasi harga cenderung menghasilkan biaya transaksi tinggi, pajak lebih besar, dan keputusan emosional yang merugikan. Menurutnya, waktu di pasar (time in the market) jauh lebih penting daripada mencoba menentukan waktu masuk pasar (timing the market), karena pertumbuhan compound terbesar biasanya terjadi dalam periode yang tidak terduga.
5. Tidak menabung/investasi sejak dini
Buffett mulai berinvestasi sejak usia 11 tahun dan sering menyesal tidak memulai lebih awal lagi. Ia menekankan bahwa compound interest adalah kekuatan paling ajaib dalam dunia finansial, tapi efeknya baru terasa signifikan setelah bertahun-tahun.
Menunda investasi bahkan lima atau sepuluh tahun bisa mengurangi hasil akhir secara drastis dibanding memulai lebih awal, meski dengan jumlah kecil. Ia sering mengibaratkan kekayaannya seperti bola salju yang menggelinding dari bukit—semakin lama waktu menggelinding, semakin besar bolanya. Karena itu, memulai sedini mungkin, bahkan dengan modal kecil, jauh lebih penting daripada menunggu punya modal besar.
Advertisement
6. Hidup di luar kemampuan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4916662/original/002490500_1723528449-close-up-hand-holding-receipt.jpg)
Salah satu kutipan terkenal Buffett: "Jangan menyimpan barang yang tidak Anda butuhkan hanya untuk mengesankan orang yang sebenarnya tidak Anda sukai." Ia mengkritik kebiasaan mengejar gaya hidup mewah demi validasi sosial melalui utang atau pengeluaran berlebihan. Hidup di luar kemampuan finansial membuat seseorang rentan terhadap guncangan ekonomi dan sulit membangun kekayaan jangka panjang.
Buffett sendiri, meski salah satu orang terkaya di dunia, tetap menjalani gaya hidup relatif sederhana. Prinsipnya adalah mengukur kesuksesan finansial bukan dari seberapa besar pengeluaran, tapi dari seberapa besar kemampuan menabung dan menginvestasikan sisa pendapatan secara konsisten.
7. Tidak memahami betul apa yang diinvestasikan
Buffett menekankan konsep "circle of competence"—hanya berinvestasi pada bisnis atau instrumen yang benar-benar dipahami. Ia menghindari sektor teknologi kompleks selama bertahun-tahun karena mengaku tidak memahaminya dengan baik, meski akhirnya berinvestasi di Apple setelah memahami model bisnisnya.
Berinvestasi tanpa pemahaman mendalam, hanya berdasarkan rekomendasi orang lain atau FOMO, meningkatkan risiko kerugian besar. Menurutnya, lebih baik fokus pada sedikit bidang yang dikuasai dengan baik daripada mencoba memahami semua sektor secara dangkal. Kedisiplinan ini membantu investor membuat keputusan rasional, bukan berdasarkan spekulasi atau euforia pasar sesaat.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Kebiasaan Finansial yang Harus Dihentikan
Apa kebiasaan finansial yang paling ditekankan Warren Buffett untuk dihindari?
Buffett paling menekankan untuk menghindari utang berbunga tinggi, terutama kartu kredit, karena bunga majemuk yang bekerja melawan Anda bisa menghancurkan kekayaan lebih cepat daripada investasi bisa membangunnya.
Mengapa Warren Buffett tidak menyarankan market timing?
Karena mencoba menebak waktu terbaik masuk-keluar pasar sangat sulit bahkan bagi profesional. Buffett lebih memilih strategi beli-dan-tahan jangka panjang daripada trading jangka pendek yang berisiko tinggi.
Kapan waktu terbaik untuk mulai menabung dan berinvestasi menurut Buffett?
Sedini mungkin. Buffett sendiri mulai berinvestasi sejak usia 11 tahun dan menekankan bahwa compound interest membutuhkan waktu lama untuk memberikan hasil maksimal, jadi menunda berarti kehilangan potensi pertumbuhan.
Apa yang dimaksud Buffett dengan "circle of competence" dalam investasi?
Ini adalah prinsip hanya berinvestasi pada bisnis atau instrumen yang benar-benar dipahami dengan baik, bukan asal ikut tren atau rekomendasi orang lain tanpa riset mendalam terlebih dahulu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312818/original/023895500_1785560927-WhatsApp_Image_2026-08-01_at_12.01.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5134529/original/089698800_1739622825-20250215-Prabowo-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4804864/original/058141600_1713412064-cek_fakta_atm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4088388/original/082748200_1657767457-pexels-ahsanjaya-8719573.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3546286/original/004546200_1629449459-Warren_Buffet.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111546/original/094274700_1738052316-1738044387934_apa-itu-impulsif.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311076/original/067563800_1785387094-8NYGfOwvKlxUTjDY52ro5FS6yPZbZGJkJkeL4uWi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312085/original/042581000_1785479477-kelly-sikkema-3-Tc_5LROrM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310268/original/015420000_1785312268-Ilustrasi_ajarkan_anak_soal_uang-29_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301854/original/057434800_1784522760-anak_menabung2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3245214/original/052359600_1600754987-photo-1554768804-50c1e2b50a6e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298504/original/010617600_1784173835-I0KjEhkqCom3v1XIJX39O6bolnXKI5RMLubRVxI3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5160711/original/023605400_1741838244-Depositphotos_366014722_S.jpg)