Persiapan Raihaanun Perankan Tante Sonya, Wanita Independen yang Rapuh soal Cinta

Raihaanun bercerita tentang gerak gerik Sonya yang disesuaikan dengan pandangan sang sutradara.

Diterbitkan 25 September 2026, 23:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Raihaanun perankan Tante Sonya, wanita dewasa yang insecure meski terlihat mapan.
  • Sonya hadapi dilema cinta dengan berondong, meski tegas dan disiplin.
  • Serial ini angkat isu perempuan paruh baya berhak dicintai, atasi insecure.

Liputan6.com, Jakarta - Raihaanun mendapat peran menantang dalam proyek terbarunya, Tante Sonya. Ia memerankan potret seorang wanita dewasa bernama Sonya yang disukai berondong dalam WeTV original web series. Dalam cerita, karakter ini dikenal sebagai pekerja keras, perfeksionis, dan tegas hingga dijuluki "Tante Sonya" oleh stafnya. 

Dalam acara berjudul “An After Office Date with Maxime Bouttier” yang dihelat di kawasan Jakarta pada Kamis, (24/9/2026) Raihaanun membeberkan karakter Sonya yang aslinya berbeda dari apa yang terlihat dari luar.

“Tante Sonya itu dia sebenarnya ya, walaupun 14 tahun kan berbeda umurnya sama Ben. Cuma ketika dia terlihat tegas, dia terlihat kayak disiplin, mapan, dan matang, tapi tentang cinta dia juga takut juga. Ya, perempuan juga gitu,” ucap Raihaanun.

Ia melanjutkan dengan menjelaskan bahwa orang yang terlihat independen bisa merasakan insecure juga dalam suatu hal.

“Jadi, sisi-sisi itu gak kelihatan. Kelihatannya di umur 40-an tuh udah mapan. Tante Sonya ini dibikin kayak manusia pada umumnya, perempuan pada umumnya itu juga kalau udah urusan tentang cinta ya, sedisiplin-disiplin ini dia juga tetap bisa insecure,” lanjutnya.

Keseriusan Raihaanun Perankan Sonya

Dalam memerankan karakter Sonya, Raihaanun pun memiliki cerita keseriusannya. Dirinya sampai terus menyesuaikan gerak-gerik Sonya hingga pas dengan pemikiran sutradara.

“Sedikit menjelaskan tentang Tante Sonya. Jadi kita tuh kan ada sekitar dua bulan ya kita reading. Itu tuh benar-benar dicari banget sampai gestur dan posturnya yang benar-benar menginterpretasikan Sonya sesuai dengan pandangannya Mas Ardy sebagai sutradara,” kata Raihaanun.

Naksir Sama Ben tapi Ingat Ben Adalah Berondong

Gerak-gerik Sonya juga disebut memperagakan bagaimana karakternya memiliki dilema tentang kesukaannya kepada seseorang namun tetap mempertimbangkan Ben yang jauh lebih muda darinya.

“Jadi, kalau misalkan udah nonton sampai episode 4, kadang-kadang Sonya itu sebenarnya tuh kalau ngomong gitu tuh, sebenarnya lagi mempertimbangkan ‘Gue naksir banget sama ni anak, cuma dia masih berondong’. Kayak gitu-gitu tuh dipikirin. Jadi, gestur kecil tentang itu kita komunikasikan sama diskusikan sama Mas Ardy,” sebutnya.

Tentang Perempuan dan Rasa Insecure

Diberitakan sebelumnya, executive Producer and Country Head WeTV Indonesia, Febriamy Hutapea, menyebut Catatan Harian Tante Sonya adalah intelectual property dari dekade 1990-an yang ikonis. Kali pertama ditawari pihak Rapi Films, ia langsung tertarik.

“Kami langsung tertarik karena ceritanya unik, tentang perempuan. Majority of audience kami perempuan, tapi ini perempuannya perempuan paruh baya, sudah berusia. Kami juga melihat perempuan yang sudah berusia biasanya insecure,” Febriamy Hutapea.

Insecure yang dimaksud misalnya, merasa tidak layak lagi untuk dicintai, ragu karena usia yang meninggi, dan faktor trauma masa lalu. Serial Tante Sonya menyuarakan bahwa perempuan, berapa pun usianya berhak mendapat kesempatan dan cinta.

“Di serial ini nanti penonton bisa melihat bahwa perempuan boleh dicintai lagi. Perempuan paruh baya, perempuan yang sudah dianggap lewat waktunya, layak dicintai untuk merasa bahagia lagi dan diperjuangkan pria yang lebih muda,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Giorgino Abraham Comeback di Putri Pewaris, Eksplor Karakter Baru Usai 4 Tahun Vakum Sinetron

Afradhiya N. R, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan