Liputan6.com, Jakarta - Kebiasaan memilih tempat duduk di kafe ternyata bisa mencerminkan kepribadian seseorang. Ada yang merasa nyaman duduk di tengah ruangan agar mudah berinteraksi, tetapi ada pula yang lebih suka berada di pojok, dekat dinding atau jendela.
Dalam artikel Cleveland Clinic berjudul What Is an Introvert? Common Traits and Misconceptions, psikolog Darrielle Allen, PhD, menjelaskan bahwa kondisi ini terkait dengan introversi dan tidak berarti pemalu, antisosial, kurang percaya diri, atau tidak mampu bergaul.
Lantas seperti apa sebenarnya karakter orang yang selalu memilih duduk di pojokan kafe? Untuk mengetahuinya, simak informasi selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Jumat (25/9).
Advertisement
1. Memerlukan Ruang untuk Diri Sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358315/original/016259900_1790330963-Sendirian_di_kafe.jpg)
Ciri orang yang memilih pojok kafe dapat terlihat dari kebutuhan menjaga jarak dengan pengunjung lain. Posisi tersebut cenderung dekat dengan introversi dalam ilmu psikologi, di mana dirinya ingin memberi ruang untuk duduk tanpa terlalu dekat dengan lalu-lalang orang.
Bagi sebagian orang, ruang seperti ini menjawab kebutuhannya akan penghematan energi sosial dan membuat aktivitas terasa lebih mudah dijalani. Mereka bisa membaca, bekerja atau menikmati minuman tanpa banyak percakapan.
Sebagaimana ditekankan Darielle Allen sebelumnya, bahwa, seseorang dengan kondisi demikian, cenderung lebih menikmati kesendirian atau suasana yang tenang dengan sedikit interaksi. Ini tidak berarti menolak hubungan sosial dan pilihan tempat akan sangat bergantung dengan suasana hati dan lingkungan.
Advertisement
2. Lebih Suka Mengamati Sekitar
Duduk di pojok sering memberi kesempatan melihat area kafe tanpa berada di tengah perhatian. Orang bisa mengetahui siapa yang datang, siapa yang pergi dan apa yang terjadi di sekitarnya.
Kebiasaan memperhatikan keadaan sebelum berinteraksi juga bisa berkaitan dengan kecenderungan untuk berpikir sebelum berbicara. Introversi sendiri berada dalam rentang kepribadian, bukan kategori yang memisahkan seseorang secara mutlak.
Karena itu, orang yang suka mengamati belum tentu pemalu. Ia mungkin hanya membutuhkan waktu untuk memahami situasi sebelum ikut terlibat.
3. Membutuhkan Batas Pribadi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358316/original/082675600_1790330974-Introvert.jpg)
Posisi di dekat dinding atau sudut ruangan bisa memberi batas fisik dari satu sisi. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa memiliki ruang yang lebih terjaga.
APA Dictionary of Psychology menjelaskan bahwa ruang pribadi merupakan area di sekitar seseorang yang berkaitan dengan jarak dalam berinteraksi. Kebutuhan terhadap ruang ini bisa berbeda pada setiap orang dan situasi.
Pilihan tempat duduk karena itu dapat menjadi cara sederhana untuk mengatur jarak. Seseorang tetap berada di ruang publik, tetapi memiliki batas yang terasa sesuai baginya.
Advertisement
4. Lebih Mudah Berkonsentrasi
Sebagian orang datang ke kafe untuk membaca, bekerja atau menyelesaikan sesuatu. Posisi pojok dapat membantu mereka mengurangi gangguan dari orang yang berlalu-lalang.
Kondisi ini juga bisa menjelaskan mengapa seseorang memilih meja yang menghadap dinding atau jendela. Perhatian tidak terus-menerus tertuju pada aktivitas pengunjung lain.
Namun, pilihan tersebut tidak otomatis menunjukkan adanya masalah konsentrasi. Lingkungan, kebiasaan dan tujuan seseorang datang ke kafe juga ikut menentukan pilihan tempat.
5. Ingin Mengatur Interaksi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358318/original/001226600_1790330990-Ciri_Orang_yang_Selalu_Memilih_Duduk_di_Pojok_Kafe_Sendirian_Menurut_Psikologi.jpg)
Ciri orang yang memilih tempat di pojok juga bisa terlihat dari cara mereka mengatur percakapan. Posisi tersebut memberi kesempatan untuk menikmati keberadaan orang lain tanpa harus terus terlibat.
Orang dengan kecenderungan introvert dapat tetap menikmati hubungan sosial, tetapi lebih memilih kelompok kecil atau percakapan dengan orang yang sudah dikenal.Â
Dengan demikian, duduk sendirian di pojok tidak selalu berarti ingin dijauhkan dari orang lain. Bisa saja seseorang sedang menentukan sendiri kapan ingin berbicara dan kapan membutuhkan waktu tanpa percakapan.
Advertisement
6. Mencari Tempat yang Mudah Ditinggalkan
Sebagian orang memilih kursi pojok yang dekat dengan jalan keluar atau area yang tidak padat. Posisi tersebut membuat mereka lebih mudah meninggalkan tempat ketika sudah selesai.
Pilihan ini dapat berkaitan dengan kebutuhan mengendalikan lingkungan sekitar. Seseorang mengetahui posisi dirinya dan tidak perlu melewati banyak orang ketika hendak pergi.
Kebiasaan tersebut tetap perlu dilihat dalam konteks. Memilih kursi dekat pintu sesekali merupakan keputusan biasa dan tidak cukup untuk menunjukkan kondisi psikologis tertentu.
7. Membutuhkan Waktu untuk Mengisi Energi
Ciri orang yang memilih pojok kafe juga dapat berkaitan dengan kebutuhan mengambil waktu sendiri setelah menjalani aktivitas sosial. Lingkungan dengan lebih sedikit percakapan bisa memberi kesempatan untuk beristirahat dari interaksi.
Adapun, introvert cenderung memperoleh energi dari waktu sendiri atau lingkungan dengan rangsangan lebih sedikit. Namun, introversi berbeda dari rasa malu dan kecemasan sosial.
Karena itu, kebiasaan duduk di pojok sebaiknya tidak digunakan untuk menilai seseorang. Pilihan tempat lebih tepat dipahami sebagai salah satu kebiasaan yang mungkin mencerminkan kebutuhan seseorang pada situasi tertentu.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Orang yang Selalu Memilih Duduk di Pojok Kafe Menurut Psikologi
Mengapa orang suka duduk di pojok kafe?
Sebagian orang memilihnya karena ingin memiliki ruang pribadi, mengurangi gangguan atau lebih mudah mengamati sekitar.
Apakah suka duduk di pojok berarti introvert?
Tidak selalu. Pilihan tempat duduk dipengaruhi banyak hal dan tidak cukup untuk menentukan kepribadian seseorang.
Apakah introvert tidak suka berada di tempat ramai?
Tidak selalu. Orang introvert tetap bisa menikmati tempat ramai, tetapi sebagian lebih memilih lingkungan dengan rangsangan yang lebih sedikit.
Apa perbedaan introvert dan pemalu?
Introversi berkaitan dengan kecenderungan menikmati waktu sendiri, sedangkan rasa malu berkaitan dengan kekhawatiran dalam situasi sosial.
Apakah memilih duduk sendiri berarti mengalami kecemasan sosial?
Tidak. Kecemasan sosial melibatkan rasa takut atau cemas yang menetap terhadap penilaian orang lain dan bisa mengganggu kehidupan sehari-hari.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358245/original/052346800_1790327542-HOAX__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358342/original/058812500_1790333709-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358312/original/037026900_1790330955-Ciri_Orang_yang_Selalu_Memilih_Duduk_di_Pojok_Kafe_Menurut_Psikologi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3225140/original/057920300_1598947174-man-woman-are-sitting-table-talking-quarreling-with-each-other-real-quarrel-household-issues_163305-6357.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358099/original/069896200_1790323014-upin_ipin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4417289/original/050455600_1683344736-modern-people-happy-young-asian-girl-walking-park-smiling-enjoying-beautiful-summer-day.jpg)