Pemakaman Raja Norwegia Harald V, Puluhan Ribu Orang Padati Jalan

Puluhan ribu warga dan pemimpin dunia padati Oslo untuk pemakaman Raja Harald V.

Diterbitkan 10 September 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Oslo - Norwegia menggelar rangkaian upacara untuk melepas kepergian Raja Harald V. Warga mengheningkan cipta selama satu menit sebagai penanda berakhirnya 13 hari masa berkabung nasional setelah sang raja yang dikenal luas itu meninggal dunia bulan lalu dalam usia 89 tahun.

Puluhan ribu orang memenuhi jalan-jalan di Oslo. Para kepala negara dan pemerintahan dari berbagai negara juga berdatangan ke ibu kota Norwegia untuk menghadiri pemakaman Harald, seorang raja yang dikenal sederhana, tidak banyak gaya, dan membawa sejumlah perubahan selama lebih dari tiga dekade masa pemerintahannya.

Dikutip dari The Guardian, Kamis (10/9/2026), peti jenazah Harald dibawa menggunakan kereta artileri. Peti tersebut diselimuti panji kerajaan merah Norwegia dan dihiasi bunga-bunga putih di bagian atasnya.

Prosesi pemakaman berjalan kaki menyusuri jalan utama Oslo dari istana kerajaan menuju katedral. Dari Benteng Akershus, terdengar penghormatan berupa 21 kali tembakan meriam.

Raja Haakon VIII, yang menggantikan ayahnya setelah Harald meninggal, bersama anggota keluarga kerajaan lainnya turut berjalan dalam prosesi tersebut. Sementara itu, Ratu Sonja, 89, yang merupakan istri Harald, serta istri Haakon, Ratu Mette-Marit, mengikuti prosesi menggunakan mobil.

Mette-Marit diketahui masih dalam masa pemulihan setelah menjalani transplantasi paru-paru pada Juni lalu.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan upacara gereja yang dihadiri sejumlah keluarga kerajaan dari berbagai negara. Mereka antara lain Pangeran William dan Putri Anne dari Inggris, Raja Felipe dan Ratu Letizia dari Spanyol, keluarga kerajaan Swedia, Raja Frederik dan Ratu Mary dari Denmark, Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda, serta Putra Mahkota Jepang Akishino.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy serta para pemimpin politik dan pejabat dari lebih dari 20 negara juga hadir dalam upacara tersebut.

Dalam pidatonya, Ketua Parlemen Norwegia Masud Gharahkhani mengenang Harald sebagai sosok yang tidak takut bertemu langsung dengan rakyatnya.

"tidak takut menemui rakyatnya dengan sepatu bot karetnya," ujar Gharahkhani saat mengenang sang raja.

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre mengatakan Harald mampu menjaga keseimbangan antara wibawa seorang raja dan sikap yang membumi.

"Harald membuat Norwegia menjadi lebih besar. Dia berbicara tentang 'kita' di Norwegia, tempat semua orang ada untuk satu sama lain," kata Støre.

Setelah upacara selesai, empat jet tempur F-35 terbang melintasi katedral. Salah satu pesawat kemudian memisahkan diri dari formasi sebagai simbol kepergian sang raja.

Peti jenazah Harald selanjutnya dibawa menuju Benteng Akershus. Jenazahnya dijadwalkan dimakamkan di ruang bawah tanah kerajaan dalam upacara tertutup, berdampingan dengan makam orang tua dan kakek-neneknya.

 

Pengamanan Terbesar dalam Sejarah Polisi Norwegia

Polisi Norwegia mengatakan pengamanan pemakaman Harald merupakan operasi terencana terbesar dalam sejarah kepolisian negara tersebut.

Dalam sepekan terakhir, lebih dari 46.000 warga Norwegia telah melewati peti jenazah sang raja untuk memberikan penghormatan terakhir. Anak-anak sekolah juga diperbolehkan tidak mengikuti kegiatan belajar untuk menghadiri momen tersebut.

Kepergian Harald terjadi ketika keluarga kerajaan Norwegia tengah menghadapi sejumlah krisis.

Mette-Marit, 53, secara khusus mendapat kritik keras, termasuk dari perdana menteri, terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein, terpidana pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat yang telah meninggal dunia.

Putra Mette-Marit dari hubungan sebelumnya, Marius Borg Høiby, yang tengah menjalani tahanan rumah dan mengenakan alat pemantau elektronik di pergelangan kaki sambil menunggu proses banding atas vonis pemerkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga, mendapat izin untuk menghadiri pemakaman.

Høiby bahkan bertugas sebagai salah satu pembawa peti jenazah saat pemindahan menuju kapel kerajaan.

Meski keluarga kerajaan tengah dilanda sejumlah skandal, dukungan terhadap monarki Norwegia secara umum masih kuat.

Berdasarkan jajak pendapat untuk lembaga penyiaran publik NRK, sebanyak 72 persen warga Norwegia masih mendukung sistem monarki. Sementara 20 persen lainnya memilih republik atau bentuk pemerintahan lain.