Sakit, Raja Norwegia Cuti 2 Minggu

Selama raja Norwegia, peran-perannya akan dijalankan oleh sang putra mahkota.

Diterbitkan 18 Agustus 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Oslo - Raja Norwegia Harald V dirawat di rumah sakit dan akan mengambil cuti selama dua minggu karena sakit. Keluarga kerajaan mengumumkan hal tersebut pada Senin (17/8/2026).

Raja Harald V yang berusia 89 tahun merupakan salah satu raja yang paling lama bertakhta di Eropa. Dalam beberapa pekan terakhir, ia menjalani pengobatan dengan kortison untuk anemia hemolitik, kelainan darah langka yang menyebabkan jumlah sel darah merah dalam tubuh berkurang.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan penderitanya mudah lelah dan mengalami sesak napas.

Istana mengatakan Raja Harald V dirawat karena mengalami penumpukan cairan dalam tubuh yang memerlukan perawatan di rumah sakit.

Menurut istana, Putra Mahkota Pangeran Haakon yang berusia 53 tahun akan menjalankan tugas Raja Harald V selama ayahnya menjalani cuti sakit.

Pada April 2024, keluarga Kerajaan Norwegia mengumumkan bahwa Raja Harald akan "secara permanen mengurangi" kegiatan publiknya dengan mempertimbangkan usianya.

Raja Harald V naik takhta pada Januari 1991. Ia telah menegaskan tidak berniat turun takhta.

Pada Februari, Raja Harald V sempat dirawat di rumah sakit di Pulau Tenerife, Spanyol, setelah mengalami infeksi dan dehidrasi.

Ia pernah jatuh sakit saat berlibur di Malaysia pada 2024. Setelah itu, Raja Harald V  menjalani pemasangan alat pacu jantung.

Masalah kesehatan juga dialami Ratu Sonja. Menurut istana, Ratu Sonja dirawat di rumah sakit pada Mei tahun ini untuk menjalani pemeriksaan dan observasi karena gangguan jantung.

Masalah kesehatan yang dialami Raja Harald V dan Ratu Sonja terjadi ketika keluarga Kerajaan Norwegia terlilit sejumlah skandal.

Pada Maret, Putri Mahkota Mette-Marit, istri Pangeran Haakon, menyatakan penyesalan atas hubungan pertemanannya dengan Jeffrey Epstein. Keduanya berkenalan pada 2011 dan tetap berhubungan hingga 2014, beberapa tahun setelah Epstein tersandung kasus kejahatan seksual.

Dokumen yang dipublikasikan di Amerika Serikat menunjukkan Mette-Marit bertukar ratusan email dengan Epstein. Ia bahkan pernah menginap selama beberapa hari di rumah Epstein di Palm Beach, Florida.

Dalam wawancara dengan televisi nasional Norwegia, Mette-Marit mengatakan berharap tidak pernah bertemu Epstein. Ia mengaku telah dimanipulasi dan menyesal tidak memeriksa latar belakang Epstein dengan lebih teliti.

Tiga bulan kemudian, pada Juni, putranya dari hubungan sebelumnya, Marius Borg Hoiby, dinyatakan bersalah atas dua dakwaan pemerkosaan dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara.